Drama Pengantin Cilodong: Tampil Cantik di Pelaminan, Tapi ‘Lupa’ Bayar MUA Selama Dua Tahun
Kamis, 18 Jun 2026 07:04 WIB
Kabarmalam.com — Sebuah potret ironis di balik kemegahan pesta pernikahan kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Kali ini, seorang penata rias atau makeup artist (MUA) asal Depok terpaksa menelan pil pahit setelah jasa profesionalnya diduga tidak dilunasi oleh sang pengantin selama bertahun-tahun.
Sindiran Menohok di Media Sosial
Melalui akun Instagram resminya, @husnamakeup29, Mayang Sari (35) selaku pemilik jasa rias tersebut meluapkan kekecewaannya. Ia secara terbuka menyindir salah satu kliennya yang berasal dari kawasan Cilodong, Depok. Dalam unggahan video yang telah ditonton ratusan ribu kali itu, Mayang menyapa sang mantan klien dengan kalimat yang cukup berani sekaligus getir.
“Buat pengantinku Anisa Cilodong yang bertahun-tahun gak bayar, apa kabar?” tulis Mayang dalam keterangan videonya. Unggahan tersebut sontak memicu gelombang simpati dan kegeraman dari warganet yang tidak habis pikir bagaimana seseorang bisa memulai bahtera rumah tangga dengan meninggalkan beban utang kepada vendor pernikahan.
Kronologi Tunggakan Rp4 Juta
Saat dikonfirmasi lebih lanjut oleh tim redaksi, Mayang menjelaskan bahwa peristiwa ini sebenarnya berakar dari acara yang digelar pada 29 Oktober 2022 silam. Kala itu, sang pengantin yang bernama Anisa memilih konsep adat Siger Sunda untuk hari bahagianya. Namun, di balik riasan yang paripurna, tersisa kewajiban pembayaran yang belum diselesaikan.
“Sisa pelunasan sebesar Rp4 juta sampai hari ini tidak dibayar,” ungkap Mayang dengan nada kecewa. Padahal, sesuai dengan kesepakatan jasa jasa rias miliknya, seluruh biaya seharusnya sudah dilunasi paling lambat satu hari setelah acara selesai.
Upaya Penagihan yang Berujung Buntu
Mayang menceritakan bahwa kecurigaannya muncul ketika akses komunikasinya tiba-tiba diputus secara sepihak. Saat mencoba menghubungi melalui WhatsApp maupun telepon, ia menyadari bahwa nomornya telah diblokir oleh sang pengantin. Tak menyerah begitu saja, ia sempat mendatangi lokasi acara di kawasan Cilodong.
Namun, harapan untuk mendapatkan haknya pupus di sana. Lokasi tersebut ternyata adalah rumah sang nenek, dan pihak keluarga terkesan lepas tangan atas masalah ini. Informasi yang didapat menyebutkan bahwa Anisa telah pindah ke daerah Citayam bersama suaminya, namun alamat pastinya seolah sengaja dirahasiakan oleh pihak keluarga.
“Reaksi keluarga santai saja, sama-sama tidak ada yang mau tanggung jawab. Saya sudah berusaha mencari ke Citayam tapi hasilnya nihil,” tambah Mayang.
Memilih Ikhlas dan Fokus ke Depan
Meski kerugian materi yang dialami tidaklah sedikit, Mayang kini mengaku sudah berada pada tahap mengikhlaskan kejadian tersebut. Baginya, menyebarkan cerita ini bukan sekadar soal uang, melainkan sebagai pembelajaran bagi para calon pengantin agar lebih menghargai keringat para vendor yang telah bekerja keras menyukseskan acara mereka.
Ia kini lebih memilih fokus untuk mengembangkan bisnis riasnya di kawasan Limo, Depok, dan berharap dipertemukan dengan klien-klien yang memiliki integritas di masa mendatang. “Saya berdoa semoga pekerjaan saya semakin dilancarkan dan dijauhkan dari klien yang tidak bertanggung jawab seperti itu,” pungkasnya menutup pembicaraan.