Ikuti Kami
kabarmalam.com

Kembalinya Sang Macan: Gaya Ikonik Timnas Kongo Guncang Piala Dunia 2026 dengan Sentuhan La Sape

Jurnal | kabarmalam.com
Rabu, 17 Jun 2026 14:04 WIB
Kembalinya Sang Macan: Gaya Ikonik Timnas Kongo Guncang Piala Dunia 2026 dengan Sentuhan La Sape

Kabarmalam.com — Setengah abad bukanlah waktu yang singkat untuk menanti sebuah kepulangan ke panggung tertinggi sepak bola dunia. Namun, bagi Tim Nasional Kongo, penantian selama lima dekade sejak 1974 itu dibayar tuntas dengan sebuah pernyataan gaya yang tidak hanya berani, tetapi juga sarat akan makna budaya. Saat mendarat di Houston, Amerika Serikat, untuk berlaga di Piala Dunia 2026, skuad berjuluk ‘Les Léopards’ ini sukses mencuri perhatian dunia lewat penampilan mereka yang sangat necis sekaligus ‘liar’.

Para pemain Kongo melangkah keluar dari pesawat di Bandara Interkontinental George Bush dengan balutan setelan jas formal yang dimodifikasi secara unik. Bagian paling mencolok adalah hadirnya luaran serupa rompi asimetris bermotif leopard yang dipadukan dengan tas jinjing senada. Penampilan ini segera menjadi buah bibir di media sosial, membuktikan bahwa sepak bola dan fashion dapat berpadu menciptakan narasi identitas yang kuat.

Baca Juga  Ramalan Zodiak 12 Juni: Strategi Cancer Menghalau Cemas dan Pesan Bijak untuk Leo serta Virgo

Sentuhan Magis Alvin Mak dan Filosofi Macan Tutul

Di balik estetika visual yang memukau tersebut, ada tangan dingin seorang desainer muda berbakat bernama Alvin Mak. Pria berusia 30 tahun asal Kongo yang kini berbasis di Paris ini merupakan otak di balik desain viral tersebut. Bagi Mak, pilihan motif leopard bukanlah sekadar tren estetika semata.

“Dalam kebudayaan kami di Kongo, semangat macan tutul adalah simbol kekuatan dan kepemimpinan,” ungkap Mak dalam wawancaranya dengan New York Times. Melalui karyanya, ia ingin membawa aura ‘Les Léopards’ yang sesungguhnya ke kancah internasional. Menariknya, Mak bukanlah bagian dari rumah mode raksasa dunia. Ia membangun labelnya secara independen, berangkat dari gairah murni terhadap tanah kelahirannya.

Kultur La Sape: Seni Berpakaian Sebagai Bentuk Perlawanan

Inspirasi rancangan Alvin Mak berakar kuat pada tradisi khas Kongo yang dikenal sebagai La Sape (La Société des Ambianceurs et des Personnes Élégantes). Budaya ini merayakan gaya hidup para pria Kongo yang mengekspresikan diri melalui busana yang elegan, penuh warna, dan berkarakter tajam. Bagi seorang sapeur, berpakaian bukan sekadar menutup tubuh, melainkan sebuah pertunjukan seni dan martabat.

Baca Juga  Kilau Berlian Miliaran Rupiah: Maia Estianty Curi Perhatian di Pernikahan El Rumi dengan Perhiasan Fantastis

“Di Kongo, hidup kami berputar pada tiga poros utama: musik, fashion, dan olahraga,” jelas Mak. Dengan kembalinya timnas ke sepak bola internasional, Mak memastikan identitas visual ini tidak hilang. Para pemain tidak hanya datang sebagai atlet, tetapi juga sebagai duta budaya yang tampil layaknya menghadiri perjamuan kerajaan.

Dampak Global dan Misi Kemanusiaan

Efek dari desain Mak ternyata jauh melampaui lapangan hijau. Foto-foto skuad Kongo yang mengenakan setelan leopard tersebut memicu gelombang permintaan dari berbagai penjuru dunia, bahkan hingga ke Taiwan. Popularitas yang meledak ini memaksa Mak untuk segera menyiapkan sistem pre-order melalui situs resminya karena stok yang terbatas.

Namun, bagi Mak, proyek ini lebih dari sekadar bisnis. Ia bersikeras memproduksi seluruh busana tersebut langsung di Kongo. Proyek ambisius ini melibatkan pembuatan 55 setelan jas dan tas yang diukur secara mendetail untuk setiap pemain dan staf pelatih. Melalui inisiatif ini, Mak berharap dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan secercah harapan di tengah berbagai krisis yang melanda negaranya.

Baca Juga  Ok TaecYeon Resmi Menikah Hari Ini, Member 2PM Beri Persembahan Spesial di Hotel Shilla

“Kehidupan di sana memang sulit, banyak masyarakat yang menderita akibat konflik. Melalui karya ini, saya ingin menunjukkan kepada dunia potensi besar yang dimiliki oleh orang-orang Kongo,” pungkasnya. Dengan penampilan yang memukau ini, Timnas Kongo telah memenangkan hati para penggemar lifestyle bahkan sebelum peluit pertandingan pertama dibunyikan.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com