Pesta Mewah Dua Lipa di Sicilia Berujung Protes: Warga Berang Jalanan Ditutup Tiga Hari
Sabtu, 06 Jun 2026 17:35 WIB
Kabarmalam.com — Euforia pernikahan penyanyi papan atas Dua Lipa dan sang kekasih, Callum Turner, di Sicilia, Italia, rupanya harus dibayar mahal dengan kemarahan warga lokal. Rencana resepsi megah yang seharusnya menjadi momen romantis bagi pasangan selebriti ini justru memicu gelombang protes setelah sejumlah ruas jalan utama di kota Palermo ditutup total selama tiga hari berturut-turut.
Setelah meresmikan ikatan cinta mereka di catatan sipil London, pasangan ini memilih Italia sebagai saksi bisu perayaan cinta mereka. Namun, demi menjaga privasi dan kemewahan acara tersebut, pihak berwenang menerapkan pengamanan ekstra ketat yang melumpuhkan aktivitas publik di beberapa titik ikonik kota.
Lumpuhnya Kota dan Protes Keras Warga
Laporan dari berbagai sumber menyebutkan bahwa alun-alun bersejarah seperti Piazza Sant’Anna dan Piazza Croce dei Vespri menjadi area terlarang bagi masyarakat umum sepanjang akhir pekan. Polisi pun disiagakan secara penuh di luar Palazzo Valguarnera-Gangi, gedung megah yang disinyalir menjadi lokasi pesta koktail eksklusif mereka.
Tak berhenti di situ, kebijakan ketat seperti penerapan zona larangan terbang bagi drone hingga kewajiban menandatangani perjanjian kerahasiaan (NDA) bagi warga sekitar semakin menyulut api kemarahan. Warga yang merasa ruang publiknya dirampas pun meluapkan kekecewaan melalui puluhan poster yang ditempel di berbagai sudut kota.
- “Palermo bukan untuk disewa!”
- “Alun-alun kami bukan ruang tamu pribadi kalian!”
- “Palermo bukan milik orang kaya semata!”
Pesan-pesan tajam tersebut ditulis dalam bahasa Italia dan Inggris sebagai bentuk sindiran langsung kepada penyelenggara pernikahan artis tersebut. Meski petugas sempat mencoba membersihkan spanduk-spanduk tersebut, para pengunjuk rasa justru membalasnya dengan coretan grafiti serupa pada dinding-dinding kota di hari berikutnya.
Keluhan Mobilitas Warga Lokal
Bagi warga setempat, pesta bernilai miliaran rupiah ini dianggap lebih banyak mendatangkan beban daripada kebanggaan. Clarissa, salah satu penduduk Palermo, mengungkapkan betapa sulitnya menjalani rutinitas harian di tengah blokade jalan yang masif.
“Selama tiga hari, kami dipaksa memarkir kendaraan bermil-mil jauhnya dan harus berjalan kaki untuk pergi bekerja. Memblokir satu kota demi kepentingan pribadi sama sekali tidak benar. Saya bisa mengerti jika ini untuk kunjungan Paus, tapi bukan untuk seorang penyanyi,” tuturnya dengan nada kecewa.
Resepsi Fantastis Senilai Rp 31 Miliar
Pesta resepsi yang berlangsung selama tiga hari ini dilaporkan menelan biaya yang fantastis, mencapai USD 1,73 juta atau setara dengan Rp 31 miliar. Angka yang luar biasa ini sangat kontras dengan prosesi akad nikah mereka yang digelar sederhana di Balai Kota Old Marylebone, London, pada hari Minggu sebelumnya yang hanya dihadiri segelintir tamu intim.
Hingga saat ini, pihak manajemen Dua Lipa belum memberikan komentar resmi terkait protes warga tersebut. Kendati demikian, peristiwa ini menambah panjang daftar perdebatan mengenai batasan privasi selebriti dan hak masyarakat di ruang publik saat acara besar internasional digelar di kawasan padat penduduk.