Ikuti Kami
kabarmalam.com

Kilau Baru Pasca-Perpisahan: Mengenal Tren ‘Divorce Jewelry’ yang Melambangkan Kekuatan Diri

Jurnal | kabarmalam.com
Jumat, 05 Jun 2026 05:34 WIB
Kilau Baru Pasca-Perpisahan: Mengenal Tren 'Divorce Jewelry' yang Melambangkan Kekuatan Diri

Kabarmalam.com — Selama berabad-abad, sebutir berlian yang melingkar di jari manis selalu dianggap sebagai simbol sakral dari sebuah janji setia yang abadi. Namun, zaman telah berubah. Di era modern ini, perhiasan tidak lagi sekadar menjadi saksi bisu sebuah penyatuan, melainkan juga simbol keberanian untuk melepaskan dan memulai lembaran baru melalui fenomena yang kini dikenal sebagai divorce jewelry atau perhiasan perceraian.

Jika dahulu cincin pernikahan yang tak lagi terpakai seringkali berakhir di dasar kotak perhiasan atau dijual karena kenangan pahit yang menyertainya, kini banyak individu memilih jalan yang berbeda. Mereka memutuskan untuk “menghidupkan kembali” logam mulia dan batu berharga tersebut menjadi karya seni baru yang lebih segar. Proses ini bukan sekadar soal estetika, melainkan sebuah pernyataan visual bahwa hidup terus berjalan meski sebuah hubungan telah usai.

Baca Juga  Transformasi Drastis Shindong Super Junior di Premiere Film 'Michael' Bikin Publik Pangling, Apa Rahasianya?

Metamorfosis Perhiasan: Dari Kenangan Menjadi Kekuatan

Tren ini meledak di panggung global berkat pengaruh media sosial dan keberanian sejumlah pesohor dunia. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah model papan atas Emily Ratajkowski. Setelah berpisah dari pasangannya, ia memamerkan transformasi cincin tunangannya menjadi dua cincin berlian baru yang ia sebut sebagai ‘divorce rings’. Langkah serupa juga diikuti oleh stylist kenamaan Hollywood, Rachel Zoe, yang memicu gelombang diskusi mengenai pentingnya reklamasi identitas diri pasca-perceraian.

Bagi para pelakunya, merombak perhiasan lama menjadi kalung, anting, atau desain cincin yang lebih berani merupakan bentuk self-healing. Ada kepuasan emosional saat melihat sesuatu yang dulunya melambangkan kesedihan kini berubah menjadi simbol kekuatan dan kemandirian.

Baca Juga  Hollister Ekspansi ke Indonesia: Gerai Perdana se-Asia Tenggara Resmi Dibuka di Jakarta

Pergeseran Makna dalam Dunia Luxury

Desainer perhiasan ternama asal London, Sam Hamilton, melihat fenomena ini sebagai evolusi besar dalam industri perhiasan mewah. Menurutnya, konsumen masa kini tidak lagi mencari barang mewah hanya untuk status sosial, melainkan untuk koneksi emosional yang lebih dalam.

“Ke depan, makna perhiasan perceraian akan jauh lebih luas dari sekadar berakhirnya sebuah komitmen,” ungkap Sam dalam sebuah wawancara bersama WWD belum lama ini. Ia menekankan bahwa industri kini bergerak menuju era ‘luxury emosional’, di mana perhiasan berfungsi sebagai cermin dari evolusi perjalanan hidup seseorang, bukan sekadar penanda momen tradisional semata.

Layanan Remodeling yang Kian Diminati

Seiring dengan populernya tren divorce jewelry, permintaan untuk layanan remodeling atau pengolahan ulang perhiasan pun melonjak tajam. Banyak orang kini lebih berani membawa berlian lama mereka ke pengrajin untuk diubah bentuknya. Yang tadinya bersifat terbatas atau niche, kini layanan ini menjadi pilar penting bagi bisnis perhiasan kelas atas.

Baca Juga  Efek Magis Jungkook BTS: Koleksi Calvin Klein Ludes dalam Hitungan Menit, Penggemar Kecewa Tak Kebagian

Pada akhirnya, tren ini mengajarkan satu hal penting: sebuah berlian tidak harus menjadi simbol satu hubungan seumur hidup. Sebaliknya, ia bisa terus berevolusi, diasah kembali, dan bersinar dengan cara yang baru, mengikuti langkah pemiliknya yang berani memilih untuk bahagia kembali dari titik nol.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com