Ikuti Kami
kabarmalam.com

Mitos SPF Tinggi: Mengapa Re-apply Sunscreen Lebih Vital Daripada Sekadar Angka?

Jurnal | kabarmalam.com
Rabu, 27 Mei 2026 21:35 WIB
Mitos SPF Tinggi: Mengapa Re-apply Sunscreen Lebih Vital Daripada Sekadar Angka?

Kabarmalam.com — Di tengah kepungan cuaca panas ekstrem dan indeks ultraviolet (UV) yang kian menyengat di wilayah Indonesia, penggunaan tabir surya atau sunscreen kini bukan lagi sekadar tren kecantikan, melainkan kebutuhan primer bagi kesehatan wajah. Namun, di balik kesadaran yang meningkat, masih banyak masyarakat yang terjebak dalam miskonsepsi fatal: menganggap SPF tinggi adalah jaminan perlindungan mutlak sepanjang hari tanpa perlu aplikasi ulang.

Memahami Karakter Kulit Tropis dan Skala Fitzpatrick

Dr. Eddy Widjaja, Co-founder Eva Mulia Clinic, memberikan sudut pandang menarik mengenai kondisi kulit masyarakat lokal. Secara ilmiah, kulit orang Indonesia memiliki ketahanan alami yang cukup tangguh jika merujuk pada skala Fitzpatrick—sebuah sistem klasifikasi warna kulit dan reaksinya terhadap paparan surya.

“Indeks UV di Indonesia memang lumayan tinggi. Kabar baiknya, kondisi kulit kita berada pada skala Fitzpatrick yang cukup kuat menghadapi sinar matahari. Meski begitu, proteksi tambahan tetap mutlak diperlukan untuk menghindari risiko jangka panjang, termasuk ancaman heat stroke,” ungkap dr. Eddy dalam sebuah acara di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Baca Juga  Ramalan Zodiak Hari Ini 8 April: Tantangan Cancer, Refleksi Leo, dan Pesan Bijak untuk Virgo

Ia menyarankan agar masyarakat tetap mengandalkan perawatan kulit yang komprehensif, mulai dari mengenakan pakaian tertutup hingga memilih produk tabir surya yang berkualitas.

Angka SPF: Durasi, Bukan Sekadar Kekuatan

Salah satu kekeliruan yang paling sering terjadi adalah pemahaman mengenai angka SPF (Sun Protection Factor). Banyak yang mengira SPF 50 jauh lebih kuat menahan sinar matahari dibandingkan SPF 30. Padahal, menurut dr. Eddy, angka tersebut lebih merepresentasikan durasi waktu kulit dapat bertahan di bawah terik matahari sebelum mengalami kemerahan atau sunburn.

“Jika digunakan untuk aktivitas harian biasa, SPF tingkat standar sebenarnya sudah mencukupi. Bedanya, tanpa perlindungan, kulit mungkin akan merah dalam sekejap. Dengan SPF, waktu aman kulit terpapar matahari menjadi lebih panjang,” jelasnya.

Baca Juga  LingeRAT: Sensasi Nyeleneh Lingerie Berhias Bangkai Tikus yang Gemparkan Dunia Mode

Namun, ia menegaskan bahwa angka setinggi apa pun akan menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan teknik re-apply atau aplikasi ulang secara berkala. Satu kali olesan di pagi hari tidak akan mampu membentengi kulit hingga sore hari, terutama bagi mereka yang aktif atau berkeringat.

Alarm Ketidakcocokan dan Solusi Praktis bagi Pengguna Makeup

Memilih tabir surya yang tepat memang menyerupai pencarian jodoh; harus ada kecocokan personal. Formula yang terlalu berat atau pekat sering kali menjadi bumerang, memicu timbulnya jerawat atau iritasi kulit.

“Tanda sunscreen tidak cocok itu sangat individual. Ada yang merasa perih, muncul kemerahan, hingga jerawat mendadak. Jika alarm ini muncul, itu tandanya Anda harus segera mengganti produk tersebut,” tambah dr. Eddy.

Lantas, bagaimana dengan kaum hawa yang sering menggunakan riasan wajah atau makeup? Melakukan re-apply di atas riasan memang kerap dianggap merepotkan. Namun, dr. Eddy membagikan tips cerdas untuk mengatasi dilema ini.

  • Gunakan Teknologi Nano: Pilih sunscreen dalam bentuk spray dengan teknologi nano. Produk ini bisa diaplikasikan di atas makeup tanpa merusak tatanan riasan.
  • Teknik Pembersihan Ringan: Jika tidak memungkinkan untuk mencuci muka, cukup bersihkan keringat menggunakan tisu hingga kering, lalu aplikasikan kembali tabir surya Anda.
  • Double Cleansing: Dr. Eddy mengingatkan bahwa meskipun aplikasi ulang sangat penting, membersihkan wajah secara menyeluruh saat tiba di rumah adalah langkah yang tidak boleh ditawar untuk menjaga pori-pori tetap sehat.
Baca Juga  Bumil Wajib Waspada! Ini 7 Bahan Skincare Populer yang Ternyata Berbahaya bagi Janin

Dengan pemahaman yang benar mengenai cara kerja sunscreen, perlindungan kulit di bawah terik matahari Indonesia bukan lagi menjadi hal yang rumit. Kuncinya bukan pada seberapa besar angka di kemasan, melainkan pada konsistensi kita dalam menjaga benteng pertahanan kulit tersebut.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com