Berapa Kali Sebaiknya Cuci Muka dalam Sehari? Simak Penjelasan Lengkap Pakar Dermatologi
Selasa, 26 Mei 2026 09:04 WIB
Kabarmalam.com — Menjaga kesehatan kulit wajah sering kali dimulai dari langkah yang paling sederhana, yakni mencuci muka. Namun, di balik rutinitas harian ini, muncul sebuah pertanyaan klasik yang sering memicu perdebatan di kalangan pencinta perawatan kulit: berapa kali sebenarnya kita harus mencuci muka dalam sehari?
Ada kelompok yang meyakini bahwa cukup sekali saja sudah memadai, sementara yang lain merasa perlu membersihkannya hingga tiga kali sehari agar benar-benar tuntas. Menanggapi hal ini, para ahli dermatologi memberikan pandangan mendalam mengenai frekuensi ideal agar kulit tetap sehat tanpa merusak lapisan pelindungnya.
Pentingnya Membersihkan Wajah Secara Teratur
Mencuci wajah bukan sekadar membasuh air ke kulit. Menurut Lauren Moy, seorang dokter bedah plastik sekaligus dermatolog yang berbasis di Beverly Hills, rutin membersihkan wajah adalah kunci agar produk skincare dapat menyerap dengan maksimal. Tanpa permukaan yang bersih, nutrisi dari serum atau pelembap hanya akan tertahan di atas tumpukan kotoran.
“Penumpukan sel kulit mati, minyak berlebih, dan kotoran akibat malas mencuci muka dapat menjadi pemicu utama munculnya komedo dan jerawat,” ungkap Dr. Moy. Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa kebiasaan buruk ini bisa membuat wajah tampak kusam, warna kulit tidak merata, hingga memicu peradangan serius, terutama bagi mereka yang rutin menggunakan riasan setiap hari.
Waktu Keemasan untuk Mencuci Wajah
Para ahli, termasuk Holly Mueller dari Med 44 Arcadia dan Dr. Kseniya Kobets dari Montefiore Einstein Advanced Care, sepakat bahwa standar emas untuk mencuci muka adalah dua kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari.
Mencuci muka di pagi hari berfungsi untuk mengangkat sisa keringat, minyak, serta residu produk perawatan malam yang menempel saat kita terlelap. Dr. Kobets menjelaskan bahwa langkah ini mempersiapkan kulit agar siap menerima skincare pagi, seperti antioksidan dan sunscreen, sehingga dapat bekerja secara optimal.
Sementara itu, pembersihan di malam hari jauh lebih krusial. Setelah seharian beraktivitas, kulit wajah terpapar polusi, debu, dan bakteri. Mencuci muka sebelum tidur memastikan pori-pori bernapas kembali dan mencegah iritasi selama proses regenerasi kulit di malam hari.
Menyesuaikan dengan Jenis Kulit
Meski aturannya adalah dua kali sehari, pemilihan jenis pembersih harus disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing agar tidak terjadi efek samping yang merugikan.
- Kulit Kering dan Sensitif: Bagi pemilik kulit kering, pilihlah pembersih dengan tekstur krim atau minyak yang mengandung bahan hidrasi seperti glycerin, hyaluronic acid, atau niacinamide. Membersihkan wajah hanya dengan air sering kali dianggap cukup, namun Dr. Kobets mengingatkan bahwa air saja tidak mampu mengangkat kotoran yang menyumbat pori secara efektif.
- Kulit Berjerawat: Untuk pemilik kulit yang rentan berjerawat, gunakan pembersih berbasis gel atau air (water-based) yang memiliki label non-comedogenic agar tidak menyumbat pori-pori.
- Kulit Berminyak: Tantangan bagi pemilik kulit berminyak adalah keinginan untuk mencuci muka lebih sering. Padahal, mencuci muka lebih dari dua kali sehari justru berisiko menghilangkan minyak alami kulit secara agresif. Akibatnya, kulit akan mengirim sinyal darurat untuk memproduksi minyak lebih banyak lagi sebagai bentuk perlindungan diri, yang justru memperparah kondisi kulit.
Kapan Boleh Mencuci Muka Lebih dari Dua Kali?
Satu-satunya pengecualian untuk mencuci muka lebih dari frekuensi normal adalah setelah melakukan aktivitas fisik berat atau berolahraga. Keringat yang bercampur dengan minyak dapat menjadi tempat berkembang biak bakteri jika dibiarkan terlalu lama di wajah.
Sebagai alternatif yang lebih praktis, Anda bisa menggunakan micellar water dan kapas lembut untuk membersihkan sisa keringat. Sebagai sentuhan akhir, jangan lupa untuk selalu mengaplikasikan pelembap ringan guna menjaga keseimbangan skin barrier Anda tetap terjaga dengan baik.