Gaya Ikonik Topi Baret John Travolta: Penghormatan untuk Era Emas Sutradara Klasik
Jumat, 22 Mei 2026 11:04 WIB
Kabarmalam.com — Aktor legendaris John Travolta kembali menjadi pusat perhatian saat melintasi karpet merah di New York City. Namun, kali ini bukan sekadar penampilannya yang memukau, melainkan sebuah pernyataan gaya yang membawa pesan mendalam tentang sejarah sinema. Dalam acara premier film terbarunya yang bertajuk Propeller One-Way Night Coach pada Kamis (21/5/2026), Travolta tampil necis dengan sentuhan aksesori yang kini menjadi ciri khas barunya: topi baret.
Kehadiran bintang film Grease ini terasa semakin istimewa karena ia didampingi oleh putri tercintanya, Ella Bleu Travolta. Malam itu bukan hanya sekadar seremoni biasa, melainkan tonggak sejarah baru bagi karier Travolta yang telah membentang selama lima dekade. Film tersebut menandai debutnya sebagai seorang sutradara, di mana Ella juga turut ambil bagian dengan memerankan karakter seorang pramugari.
Sentuhan Klasik di Balik Gaya Modern
Mengenakan setelan jas lengkap dengan dasi kupu-kupu, Travolta seolah menghidupkan kembali aura maskulinitas klasik. Pilihan topi baret yang ia kenakan—setelah sebelumnya sempat viral saat menghadiri Festival Film Cannes 2026—ternyata memiliki alasan filosofis. Dalam sebuah sesi wawancara, Travolta mengungkapkan bahwa gaya tersebut adalah bentuk dedikasinya terhadap profesi barunya di balik lensa kamera.
“Aku ingin menegaskan bahwa kali ini aku adalah seorang sutradara. Jadi, aku mencoba mengadopsi penampilan para sineas dari era lama,” ungkap Travolta dengan nada antusias. Ia mengaku melakukan riset mendalam dengan melihat arsip foto para sutradara dari tahun 1920-an hingga 1960-an. Menurutnya, tokoh-tokoh besar seperti Ingmar Bergman dan Francis Ford Coppola sering kali terlihat ikonik dengan paduan baret dan kacamata saat mengarahkan sebuah premier film atau di lokasi syuting.
Menciptakan Memori Lewat Identitas Visual
Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah, Travolta memiliki alasan personal yang cukup unik terkait pilihan busananya. Menyadari bahwa ia telah bergelut di industri film selama lebih dari 50 tahun, ia sering merasa kesulitan membedakan satu momen red carpet dengan momen lainnya ketika melihat kembali koleksi foto lamanya.
“Setelah puluhan tahun berkarier, terkadang sulit membedakan satu acara dengan acara lainnya hanya dari foto. Dengan gaya ini, aku akan langsung teringat, ‘Oh, itu adalah momen saat film Propeller One-Way Night Coach, itu saat aku di Cannes, atau itu saat aku menerima penghargaan Palme d’Or’,” jelasnya sambil tersenyum.
Penampilan John Travolta dengan topi baret ini membuktikan bahwa di usia 72 tahun, sang aktor tetap memiliki gairah yang besar untuk terus bereksplorasi, baik dalam hal seni peran maupun ekspresi gaya pribadi. Ia berhasil membuktikan bahwa fashion bukan sekadar pakaian, melainkan narasi visual yang menandai perjalanan hidup seseorang.