Kabar Memprihatinkan dari Istana Thailand: Kondisi Putri Bajrakitiyabha Kian Kritis Setelah 3 Tahun Koma
Kamis, 21 Mei 2026 21:34 WIB
Kabarmalam.com — Kabar kurang menggembirakan datang dari pusat pemerintahan Keluarga Kerajaan Thailand. Putri Bajrakitiyabha Mahidol, sosok yang selama ini dipandang sebagai salah satu pilar masa depan monarki, dikabarkan mengalami penurunan kondisi kesehatan yang signifikan. Sang putri, yang akrab disapa Putri Bha, telah berjuang dalam kondisi koma selama hampir tiga tahun akibat gangguan jantung yang mendadak.
Infeksi Serius dan Ketergantungan pada Alat Medis
Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh pihak istana, tim dokter yang menangani Putri Bha mengungkapkan adanya temuan infeksi serius pada beberapa organ vital. Infeksi tersebut dilaporkan telah menjalar hingga ke aliran darah, yang memicu kondisi kesehatan sang putri kian kritis. Situasi ini memaksa tim medis untuk bekerja ekstra keras guna menjaga stabilitas tubuh wanita berusia 47 tahun tersebut.
Saat ini, Putri Thailand tersebut harus bergantung sepenuhnya pada bantuan alat medis canggih untuk menyokong fungsi paru-paru dan ginjalnya. Pihak istana menjelaskan bahwa dokter terus memberikan dosis antibiotik serta obat-obatan khusus untuk memastikan tekanan darahnya tetap dalam batas stabil. “Tim medis mendeteksi adanya infeksi berat pada sistem peredaran darah, sehingga diperlukan penanganan intensif dengan antibiotik dan pemantauan ketat terhadap tekanan darah,” tulis pernyataan resmi kerajaan.
Tragedi di Lapangan Pelatihan Militer
Mundur ke belakang, ingatan publik masih segar akan peristiwa memilukan pada Desember 2022. Saat itu, Putri Bha tengah berada di kawasan Nakhon Ratchasima untuk melatih anjing militer miliknya dalam persiapan ajang Thailand Working Dog Championship. Namun secara tiba-tiba, ia kehilangan kesadaran di tengah aktivitas tersebut.
Setelah mendapatkan pertolongan darurat di rumah sakit setempat, ia segera dievakuasi menggunakan helikopter menuju King Chulalongkorn Memorial Hospital di Bangkok. Sejak hari nahas itu, sang putri belum pernah lagi terlihat di hadapan publik dan terus menjalani perawatan intensif di bawah pengawasan ketat tim medis terbaik kerajaan.
Sosok Intelektual dan Pejuang Hak Perempuan
Kehilangan sosok Putri Bha dalam tugas-tugas kenegaraan sangat dirasakan oleh rakyat Thailand. Sebagai putri sulung dari Raja Maha Vajiralongkorn (Raja Rama X) dan Soamsawali Kitiyakara, ia dikenal sebagai anggota kerajaan yang paling berprestasi dan aktif di kancah internasional.
Putri Bha memiliki latar belakang pendidikan yang mengagumkan di bidang hukum dan hubungan internasional, baik di dalam negeri maupun di Amerika Serikat. Dedikasinya tidak hanya sebatas seremonial; ia pernah mengabdi untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan menjabat sebagai duta besar Thailand untuk beberapa negara Eropa seperti Austria, Slovakia, dan Slovenia.
Salah satu warisan terbesarnya adalah advokasi bagi narapidana perempuan. Berkat upayanya, lahir sebuah pedoman internasional pada tahun 2010 yang dikenal sebagai Bangkok Rules. Aturan ini menjadi standar global PBB dalam memperlakukan tahanan wanita serta memberikan opsi hukuman non-penjara bagi pelanggar hukum wanita, demi kemanusiaan yang lebih baik.
Teka-teki Pewaris Takhta Kerajaan
Sebelum jatuh sakit, Putri Bha dipandang banyak pihak sebagai kandidat terkuat untuk meneruskan takhta Thailand. Meskipun secara tradisional kerajaan lebih mengedepankan garis keturunan laki-laki, kemampuan diplomasi dan kecerdasan kepemimpinan Putri Bha membuatnya sangat dicintai dan dihormati.
Hingga saat ini, Raja Rama X belum memberikan pengumuman resmi mengenai siapa yang akan menjadi pewaris takhta berikutnya. Kondisi kesehatan Putri Bha yang terus memburuk pun kini menjadi duka mendalam sekaligus tanda tanya besar bagi masa depan monarki di Negeri Gajah Putih tersebut.