Isu Kedekatan Emmanuel Macron dan Aktris Iran, Brigitte Macron Disebut Makin Protektif Awasi Staf Istana
Minggu, 17 Mei 2026 08:34 WIB
Kabarmalam.com — Dinamika kehidupan rumah tangga orang nomor satu di Prancis, Emmanuel Macron, kembali menjadi sorotan hangat publik internasional. Hubungan sang presiden dengan istrinya, Brigitte Macron, kini tengah diterpa isu miring yang menyebutkan adanya percikan kecemburuan di balik tembok Istana Élysée. Kabar ini semakin memanas setelah munculnya desas-desus mengenai hubungan ‘platonic love affair’ atau cinta tanpa kontak fisik antara Macron dengan aktris kenamaan asal Iran, Golshifteh Farahani.
Saringan Ketat Sang Ibu Negara di Lingkaran Kepresidenan
Rumor ini diperkuat oleh pengakuan Florian Tardif, editor politik dari majalah ternama Paris Match. Dalam sebuah wawancara di program Les Grandes Gueules, Tardif mengungkapkan bahwa Brigitte Macron memiliki peran yang sangat dominan dalam mengawasi siapa saja perempuan yang bisa mendekati lingkaran kerja suaminya. Tidak hanya sekadar memantau, Brigitte dikabarkan terlibat langsung dalam proses seleksi staf di Istana Élysée.
Tardif menyebutkan bahwa proses rekrutmen penasihat kepresidenan harus melewati restu terakhir dari sang Ibu Negara. “Ada beberapa penasihat yang melamar posisi penting, dan dalam tahap akhir sumber daya manusia (HR), wawancara justru dilakukan langsung oleh Brigitte. Dia sangat waspada terhadap setiap pergerakan di sana,” ujar Tardif menjelaskan betapa ketatnya pengawasan tersebut.
Penolakan Kandidat Hanya Berdasarkan Foto
Salah satu cerita yang paling mengejutkan adalah klaim bahwa Brigitte pernah secara tegas menolak seorang kandidat perempuan hanya setelah melihat wajahnya melalui layar ponsel salah satu penasihat. Tanpa perlu melihat rekam jejak profesional yang panjang, Brigitte dikabarkan langsung memberikan veto. “Dia berkata, ‘Perempuan ini tidak akan pernah masuk ke sini’,” tambah Tardif menggambarkan sikap posesif sang Ibu Negara.
Spekulasi mengenai ketegangan hubungan pasangan ini sebenarnya sudah mulai tercium sejak insiden viral tahun lalu. Dalam sebuah rekaman video saat kunjungan kenegaraan ke Hanoi, Vietnam, Brigitte Macron terlihat melakukan gerakan yang dianggap publik sebagai dorongan ke wajah suaminya sesaat sebelum turun dari pesawat. Meski pihak istana berkilah bahwa itu hanyalah momen bercanda yang tertangkap kamera salah waktu, publik tetap berspekulasi ada sesuatu yang tidak beres.
Sorotan Dunia dan Bantahan dari Pihak Brigitte
Ketegangan visual tersebut bahkan sempat menjadi bahan gurauan para pemimpin dunia, termasuk mantan Presiden AS Donald Trump yang menyindir bahwa Macron mungkin masih merasakan nyeri di rahangnya setelah kejadian tersebut. Namun, di balik semua narasi negatif yang beredar, Brigitte Macron akhirnya angkat bicara melalui perwakilannya.
Laporan dari media Le Parisien menegaskan bahwa Presiden Prancis dan istrinya tetap dalam kondisi yang baik. Pihak Brigitte membantah keras tuduhan bahwa dirinya sering memeriksa ponsel suaminya untuk mencari pesan-pesan mencurigakan. “Beliau secara tegas menyatakan tidak pernah memeriksa ponsel suaminya. Semua cerita itu adalah karangan semata,” tegas perwakilan tersebut dalam pernyataan resmi pada Maret lalu.
Meskipun bantahan telah dikeluarkan, narasi tentang sosok Brigitte sebagai ‘penjaga gerbang’ bagi sang suami terus berkembang. Bagi banyak pengamat, ini adalah bagian dari kompleksitas hubungan skandal internasional yang selalu membayangi para pemimpin dunia, di mana batas antara perlindungan privasi dan kecemburuan sering kali menjadi sangat tipis.