Ikuti Kami
kabarmalam.com

Maut Menjemput di Ambang Bahagia: Kisah Pilu Pria yang Meninggal Sebelum Sempat Mengenakan Baju Tunangan

Jurnal | kabarmalam.com
Selasa, 12 Mei 2026 10:05 WIB
Maut Menjemput di Ambang Bahagia: Kisah Pilu Pria yang Meninggal Sebelum Sempat Mengenakan Baju Tunangan

Kabarmalam.com — Takdir memang rahasia Tuhan yang paling misterius. Harapan besar untuk mengikat janji suci dalam sebuah ikatan pertunangan yang seharusnya menjadi momen penuh suka cita, justru berubah menjadi duka yang menyayat hati bagi seorang pria di Malaysia.

Rencana indah untuk melangsungkan prosesi lamaran pada hari Jumat itu sirna seketika. Maut menjemput Mohamad Shahrin Mohd (33), seorang nelayan yang harus mengembuskan napas terakhirnya dalam sebuah kecelakaan tragis di kawasan Jalan Kampung Duyong. Insiden memilukan tersebut terjadi pada pagi hari sekitar pukul 07.30 waktu setempat, saat motor yang dikendarainya hilang kendali dan menghantam pembatas jalan.

Baju Tunangan yang Menjadi Saksi Bisu

Kesedihan mendalam menyelimuti hati Ain Sofea Aminu Nansar (25), calon tunangan almarhum. Wanita ini tak pernah menyangka bahwa pertemuannya dengan sang kekasih pada Kamis sore adalah momen terakhir kalinya ia bisa menatap wajah pria pilihannya itu.

Baca Juga  Bocoran Tanggal dan Lokasi Pernikahan Taylor Swift & Travis Kelce: Siap Jadi Wedding of the Year!

Ada kenyataan yang jauh lebih menyedihkan di balik kepergian Shahrin. Ain bercerita bahwa dirinya baru saja mengirimkan sepasang baju untuk dikenakan almarhum pada hari pertunangan mereka. Namun, baju tersebut kini hanya menjadi saksi bisu atas kisah pilu yang tak sempat mencapai garis finis.

“Apa mau dikata, Allah lebih menyayanginya. Semalam saya baru saja mengirimkan baju untuk dia pakai hari ini, tapi tidak menyangka dia tidak sempat mengenakannya,” tutur Ain dengan nada lirih, sebagaimana dikutip dari laporan Sinar Harian.

Pertanda Terakhir di Hari Kemenangan

Kepergian Shahrin ternyata meninggalkan jejak kenangan yang baru disadari oleh pihak keluarga. Kakak korban, Mohamad Hafiz Mohd (36), mengungkapkan adanya perubahan sikap yang tak biasa pada sang adik sejak perayaan Idul Fitri lalu. Korban yang biasanya enggan berpose di depan kamera, tiba-tiba menunjukkan antusiasme yang luar biasa untuk mengabadikan momen bersama keponakan-keponakannya.

Baca Juga  Anggun dan Berkelas! 7 Inspirasi Hijab Kebaya Modern untuk Wisuda ala Gen Z

“Dia sangat bersungguh-sungguh mengajak semua keponakannya berfoto bersama pada 1 Syawal kemarin. Ternyata itu adalah pertanda bahwa dia akan pergi meninggalkan kami selamanya,” kenang Hafiz dengan penuh rasa haru.

Penyelidikan Pihak Kepolisian

Secara resmi, Kapolres (Ketua Polis Daerah) Kuala Terengganu, Asisten Komisioner Azli Mohd Noor, membenarkan terjadinya peristiwa maut tersebut. Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa korban diduga kehilangan kendali atas kendaraannya sebelum menabrak pembatas jalan di sisi kiri.

Pihak kepolisian kini tengah mendalami kasus ini berdasarkan Pasal 41(1) Undang-Undang Transportasi Jalan (APJ) 1987. Jenazah almarhum sendiri telah diantar ke tempat peristirahatan terakhirnya di Pemakaman Islam Cengal, Pulau Duyong, pada Jumat sore sekitar pukul 17.00.

Baca Juga  Rahasia di Balik Darah Ular Piton: Mungkinkah Menjadi Solusi Diet Masa Depan yang Lebih Aman?

Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua betapa berharganya setiap momen bersama orang-orang terkasih. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi ujian berat ini.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com