Ikuti Kami
kabarmalam.com

Misteri Medis di Xiamen: Saat Suara Pria Lenyap dari Pendengaran Seorang Wanita

Jurnal | kabarmalam.com
Jumat, 08 Mei 2026 18:05 WIB
Misteri Medis di Xiamen: Saat Suara Pria Lenyap dari Pendengaran Seorang Wanita

Kabarmalam.com — Bayangkan sebuah pagi yang tenang tiba-tiba berubah menjadi awal dari sebuah misteri medis yang membingungkan. Itulah yang dialami oleh Chen, seorang wanita asal Xiamen, China, yang terbangun dan menyadari bahwa dunia di sekitarnya telah berubah secara drastis. Bukan karena ia kehilangan pendengarannya secara total, melainkan karena ia tidak lagi mampu menangkap frekuensi suara laki-laki, termasuk suara kekasihnya sendiri.

Kisah Chen sempat memicu perdebatan di jagat maya, banyak yang mengira ini hanyalah drama dalam hubungan asmara. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan medis yang mendalam, terungkap bahwa Chen menderita kondisi kesehatan yang sangat jarang terjadi, yang dikenal dalam dunia medis sebagai Reverse Slope Hearing Loss (RSHL). Kondisi ini merupakan anomali di mana penderitanya kehilangan kemampuan untuk mendengar suara dalam frekuensi rendah.

Baca Juga  Dilema Karbohidrat: Benarkah Nasi Merah Lebih 'Sakti' untuk Diet Ketimbang Nasi Putih?

Apa Itu Reverse Slope Hearing Loss?

Secara umum, mayoritas orang yang mengalami gangguan pendengaran biasanya akan kesulitan menangkap suara berfrekuensi tinggi, seperti suara kicauan burung atau suara anak-anak. Namun, dalam kasus Chen, grafiknya justru terbalik. Suara pria yang cenderung berat dan berada di rentang frekuensi rendah menjadi mustahil untuk ia dengar.

Istilah “Reverse Slope” sendiri merujuk pada hasil tes audiogram. Jika pada gangguan pendengaran biasa grafik akan menurun di sisi kanan (frekuensi tinggi), pada penderita RSHL, grafik tersebut justru menanjak atau menunjukkan pola sebaliknya karena kerusakan terjadi pada kemampuan menangkap getaran rendah. Hal inilah yang membuat suara kekasih Chen seolah-olah lenyap ditelan bumi, sementara suara perawat wanita atau kebisingan bernada tinggi lainnya tetap terdengar dengan sangat jelas.

Bukan Sekadar Masalah Gender

Meskipun sering dijuluki sebagai “penyakit tak bisa dengar suara pria”, kondisi medis langka ini sebenarnya tidak diskriminatif terhadap gender tertentu secara biologis. Fenomena ini murni berkaitan dengan frekuensi suara. Artinya, jika ada seorang wanita yang memiliki karakter suara sangat berat (bass), kemungkinan besar penderita RSHL juga akan kesulitan mendengarnya. Sebaliknya, pria dengan nada suara tinggi atau melengking mungkin masih bisa terdengar dengan samar oleh pasien.

Baca Juga  Membongkar Mitos Gula Aren: Benarkah Lebih Sehat dari Gula Pasir atau Sekadar Tren Gen-Z?

Selain suara manusia, penderita juga akan kehilangan kepekaan terhadap suara-suara alam yang dalam, seperti dentuman guntur di kejauhan, suara mesin mobil yang menderu pelan, hingga dentuman alat musik bass dalam sebuah lagu. Gejala ini sering kali sulit dideteksi sejak dini karena banyak orang tidak menyadari saat mereka kehilangan kemampuan mendengar suara-suara rendah yang sering dianggap sebagai suara latar.

Pemicu dan Langkah Penanganan

Tim dokter yang menangani kasus ini menjelaskan bahwa kesehatan telinga bisa terganggu oleh berbagai faktor pemicu. RSHL dapat disebabkan oleh penyakit Meniere, infeksi virus tertentu, masalah pada ginjal, hingga adanya perubahan tekanan pada cairan di sekitar otak. Stres yang berlebihan dan kurangnya waktu istirahat juga ditengarai bisa memperburuk kondisi saraf pendengaran.

Baca Juga  Akhirnya Rilis! Jadwal Tayang One Piece Live Action Season 2 Bocor, Siap-Siap Masuk ke Grand Line!

Beruntung bagi Chen, dokter menegaskan bahwa kondisi ini bukanlah bentuk penolakan psikologis terhadap pasangannya, melainkan murni masalah fisiologis. Untuk kasus-kasus tertentu, penggunaan alat bantu dengar yang dikalibrasi khusus untuk memperkuat frekuensi rendah dapat menjadi solusi efektif guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Chen kini menjalani perawatan intensif untuk memulihkan kembali fungsi pendengarannya agar ia bisa kembali mendengarkan suara orang-orang terkasih di hidupnya.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com