G-Dragon Terjerat Kontroversi Rasisme, Agensi Galaxy Corporation Sampaikan Permintaan Maaf Mendalam
Selasa, 05 Mei 2026 12:35 WIB
Kabarmalam.com — Ikon musik global sekaligus pentolan grup legendaris BIGBANG, G-Dragon, tengah menjadi pusat perhatian publik dunia. Namun kali ini, sorotan tersebut bukan karena prestasi musiknya, melainkan akibat pilihan busana kontroversial yang dikenakannya saat tampil di atas panggung di Makau, yang dinilai mengandung unsur rasisme terhadap komunitas kulit hitam.
Detail Kostum yang Memicu Kemarahan Publik
Kejadian ini bermula saat G-Dragon menjadi bintang tamu utama dalam gelaran konser megah bertajuk K-SPARK yang dihelat di Macau Outdoor Performance Venue pada Sabtu (2/5/2026). Di tengah kemeriahan acara, para penggemar dan netizen justru salah fokus pada kaos putih yang dikenakan sang bintang. Di bagian depan kaos tersebut, tampak gambar wajah seorang anak laki-laki berkulit hitam.
Situasi semakin memanas ketika detail bagian belakang kaos tersebut tersebar luas di media sosial. Terdapat tulisan dalam bahasa Belanda yang menggunakan huruf kapital berbunyi: “RONNY, EEN GEILE NEGER- JONGEN”. Jika diterjemahkan secara harfiah, kalimat tersebut memiliki konotasi yang sangat tidak pantas dan merendahkan, yakni mengacu pada sosok anak laki-laki kulit hitam dengan istilah rasial yang menghina.
Bukan Kali Pertama: Jejak Digital yang Kembali Terangkat
Meskipun dikenal luas sebagai sosok fashion icon yang kerap mendobrak batasan dalam berbusana, pilihan gaya G-Dragon kali ini dianggap sebagai kecerobohan besar. Fakta mengejutkan terungkap bahwa kaos tersebut merupakan bagian dari koleksi “Model REGGAE” karya desainer asal Jerman, Bernhard Willhelm.
Ironisnya, diketahui bahwa G-Dragon pernah mengenakan baju yang sama sekitar 20 tahun yang lalu. Hal ini memicu gelombang amarah netizen, terutama dari komunitas kulit hitam, yang menganggap pelantun lagu ‘POWER’ tersebut tidak belajar dari kesalahan masa lalu. Isu ini semakin diperparah dengan diingatkannya kembali publik pada insiden lama di mana G-Dragon pernah menggunakan istilah rasial yang tidak sensitif saat menyapa rekan setimnya, T.O.P, dalam sebuah siaran musik.
Permintaan Maaf Resmi dari Galaxy Corporation
Merespons kegaduhan yang terjadi di ranah digital, pihak agensi yang menaungi G-Dragon, Galaxy Corporation, segera mengambil langkah cepat. Pada Minggu (3/5/2026), mereka merilis pernyataan resmi berisi permintaan maaf yang tulus kepada publik atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh kostum panggung tersebut.
Pihak agensi menegaskan bahwa tidak ada niat sedikit pun dari pihak artis untuk melakukan cultural appropriation atau tindakan yang menyinggung budaya tertentu. Mereka mengakui adanya kelalaian dalam proses peninjauan kostum sebelum pertunjukan berlangsung.
“Kami dengan tulus meminta maaf atas kata-kata tidak pantas yang tertera pada kostum panggung yang dikenakannya di K-SPARK di Makau. Insiden ini menjadi pengingat berharga bagi kami mengenai pentingnya kepekaan budaya dan tanggung jawab dalam setiap detail penampilan,” tulis perwakilan Galaxy Corporation dalam pernyataan resminya.
Ke depannya, agensi berjanji akan memperketat proses verifikasi internal, mulai dari pemilihan gaya hingga pemeriksaan detail tulisan pada busana, guna memastikan standar profesionalisme yang lebih tinggi di kancah global. Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi industri hiburan Korea Selatan tentang betapa krusialnya pemahaman lintas budaya di tengah popularitas Hallyu yang semakin mendunia.