Ikuti Kami
kabarmalam.com

Teror di Jantung Kerajaan: Plot Pembunuhan Calon Ratu Belanda Terbongkar, Pelaku Bawa Kapak Berukir Slogan Nazi

Jurnal | kabarmalam.com
Minggu, 03 Mei 2026 11:04 WIB
Teror di Jantung Kerajaan: Plot Pembunuhan Calon Ratu Belanda Terbongkar, Pelaku Bawa Kapak Berukir Slogan Nazi

Kabarmalam.com — Kabar mengejutkan datang dari Negeri Kincir Angin setelah aparat keamanan berhasil mengendus dan menggagalkan rencana pembunuhan keji yang menyasar keluarga inti Kerajaan Belanda. Seorang pria berusia 33 tahun kini harus berhadapan dengan hukum setelah diduga kuat merancang serangan maut yang ditujukan kepada Putri Mahkota Catharina-Amalia dan adiknya, Putri Alexia.

Detail Mengerikan di Balik Penangkapan

Aksi cepat kepolisian di Den Haag (The Hague) pada Februari lalu berhasil meringkus tersangka sebelum niat bulusnya terlaksana. Investigasi mengungkap bahwa pria tersebut terpapar ideologi ekstremisme sayap kanan, sebuah fakta yang menambah lapisan kengerian dalam kasus ini. Tersangka dijadwalkan akan segera menjalani persidangan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang menyasar dua putri kerajaan yang masing-masing baru menginjak usia 22 dan 20 tahun.

Baca Juga  Menguak Teror Perampokan Bank dalam Film Reprisal, Tayang Malam Ini di Bioskop Trans TV

Saat melakukan penggeledahan, polisi menemukan bukti-bukti yang membuat bulu kuduk berdiri. Pelaku diketahui membawa dua bilah kapak yang telah dimodifikasi secara simbolis. Pada gagang kapak tersebut, terukir nama ‘Alexia’ dan ‘Mossad’, berdampingan dengan slogan propaganda Nazi yang sangat dikenal, ‘Sieg Heil’.

Catatan Berdarah dan Ancaman yang Nyata

Tak hanya senjata tajam, penyidik juga menemukan dokumen tertulis yang semakin memperkuat dugaan rencana pembunuhan berencana ini. Di dalam catatan tersebut, tertulis nama ‘Amalia’, ‘Alexia’, dan kata ‘bloodbath’ atau pertumpahan darah. Meski bukti-bukti sudah di depan mata, otoritas hukum Belanda masih menutup rapat identitas asli pelaku guna mematuhi undang-undang privasi yang berlaku ketat di sana.

Baca Juga  Jang Wonyoung IVE Jadi Sorotan, Rambut Tangan di Balik Arloji Mewah Bvlgari Tuai Perdebatan Panas

Kemunculan kasus ini bertepatan dengan momen krusial perayaan King’s Day pada 27 April. Saat itu, keluarga kerajaan dijadwalkan tampil menyapa publik di kota Dokkum. Kehadiran massa yang besar tentu menjadi titik rawan bagi keamanan kerajaan, terutama dengan adanya ancaman yang bersifat personal dan ideologis seperti ini.

Hidup dalam Bayang-Bayang Ketakutan

Bagi Putri Amalia, ancaman terhadap nyawanya bukanlah hal baru. Sebagai pewaris takhta utama, ia telah lama menjadi target empuk berbagai kelompok radikal dan kriminal. Pada tahun 2022, publik sempat dihebohkan dengan kabar bahwa jaringan Mocro Maffia—kartel narkoba paling ditakuti di Belanda—berencana menculik sang putri bersama Mark Rutte, yang kala itu menjabat sebagai Perdana Menteri.

Dampaknya sangat drastis terhadap kehidupan pribadi Amalia. Ratu Maxima, sang ibu, terpaksa mengambil keputusan berat dengan menarik putrinya dari asrama mahasiswa di Amsterdam dan membawanya kembali ke istana demi perlindungan maksimal.

“Keputusan ini membawa konsekuensi yang sangat besar bagi kebebasannya. Dia tidak bisa tinggal di Amsterdam dan hampir tidak mungkin bisa keluar rumah dengan bebas layaknya mahasiswa lain,” ungkap Ratu Maxima dalam sebuah pernyataan emosional beberapa waktu lalu.

Padahal, saat ancaman itu pertama kali muncul, Amalia baru saja mengecap satu bulan bangku kuliah di jurusan politik dan ekonomi Universitas Amsterdam. Sejak saat itu, sang calon ratu dipaksa hidup dalam pengawalan super ketat, jauh dari hingar-bingar kehidupan kampus yang normal, demi menjaga keberlangsungan garis suksesi Monarki Belanda.

Baca Juga  Israel Siaga Tempur: Menanti 'Lampu Hijau' Amerika untuk Melumpuhkan Infrastruktur Vital Iran
Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com