Eksentrik! Chanel ‘Naked Shoes’ Hebohkan Panggung Cruise 2026/2027 di Biarritz
Minggu, 03 Mei 2026 10:34 WIB
Kabarmalam.com — Dunia mode kembali dikejutkan dengan gebrakan dari rumah mode legendaris, Chanel. Di bawah arahan kreatif Matthieu Blazy, Chanel baru saja memamerkan koleksi Cruise 2026/2027 yang berlangsung di Biarritz, sebuah kota pesisir yang sarat sejarah di perbatasan Prancis dan Spanyol. Namun, bukan hanya busana bertema nautical yang mencuri perhatian, melainkan sebuah alas kaki unik yang kini viral dengan sebutan ‘Naked Shoes’.
Nostalgia Biarritz: Jejak Langkah Coco Chanel
Pemilihan Biarritz sebagai lokasi peragaan busana bukanlah tanpa alasan. Kota ini merupakan tempat di mana sang pendiri, Gabrielle ‘Coco’ Chanel, membuka butik haute couture pertamanya pada tahun 1915 silam. Di tengah hiruk-pikuk Perang Dunia I, Biarritz bertransformasi menjadi pelarian eksklusif bagi kaum elite Paris. Di kota inilah Coco menemukan inspirasi tentang kebebasan bergerak dan busana tanpa korset yang kemudian mengubah wajah fashion dunia.
Kini, Matthieu Blazy mencoba menghidupkan kembali semangat kebebasan tersebut melalui koleksi Cruise pertamanya sebagai direktur artistik. Ia meramu elemen fungsionalitas pelaut dengan sentuhan fiksi yang jenaka namun tetap artisanal.
‘Naked Shoes’: Definisi Baru Kemewahan yang Berani
Puncak perbincangan jatuh pada koleksi sepatu yang mendobrak logika alas kaki konvensional. Disebut sebagai ‘heels cap’ atau penutup tumit, sepatu ini hanya menutupi bagian tumit pemakainya dengan tali tipis yang melilit pergelangan kaki, membiarkan bagian depan kaki hingga jari-jemari benar-benar telanjang.
Hadir dalam berbagai varian, mulai dari warna hitam klasik dengan logo double ‘C’ yang ikonik hingga versi emas yang menyerupai talaria—sandal bersayap milik dewa-dewi Yunani. Ini adalah pilihan bagi mereka yang ingin merasakan sensasi berjalan bertelanjang kaki di atas pasir pantai namun tetap ingin menyandang status mewah dari Chanel.
Paradoks Kemewahan dan Reaksi Netizen
Kehadiran ‘naked shoes’ ini semakin mempertegas pergeseran makna kemewahan di era modern. Setelah tren sneakers ‘lusuh’ yang dijual belasan juta rupiah, kini publik disuguhkan dengan alas kaki minimalis yang fungsinya lebih condong ke arah estetika daripada proteksi. Kehadiran selebriti papan atas seperti Nicole Kidman, Tilda Swinton, hingga A$AP Rocky di barisan depan seolah memberikan validasi atas visi provokatif Blazy ini.
Meski begitu, dunia maya tidak tinggal diam. Sejak foto-foto koleksi tersebut beredar, berbagai reaksi bermunculan. Banyak pengguna media sosial yang mempertanyakan rasionalitas harga yang akan dibanderol untuk sebuah sepatu yang “hanya separuh”. “Apakah harganya juga akan didiskon setengah karena bahannya cuma setengah?” canda salah satu netizen di platform X.
Menanti Tren ‘Naked Shoes’ di Akhir Tahun
Walaupun mengundang pro dan kontra, performa bisnis Chanel di bawah kendali Blazy menunjukkan tren positif. Koleksi perdana Blazy yang debut di Paris Fashion Week September lalu dilaporkan laku keras, bahkan membawa merek ini ke puncak daftar ‘The Hottest Brands’ versi The Lyst pada kuartal pertama 2026.
Akankah tren sepatu mewah yang nyaris telanjang ini akan menjadi fenomena global saat dirilis di butik pada akhir tahun nanti? Mengingat sejarah Chanel yang selalu berhasil mengubah hal-hal tak biasa menjadi standar baru dalam bergaya, rasanya bukan hal yang mustahil jika ‘naked shoes’ akan menjadi item wajib para fashionista di seluruh dunia.