Ikuti Kami
kabarmalam.com

Lawan Eksklusivitas, Stella McCartney Gandeng H&M Rilis Koleksi Sustainable yang Ikonik

Jurnal | kabarmalam.com
Jumat, 17 Apr 2026 15:05 WIB
Lawan Eksklusivitas, Stella McCartney Gandeng H&M Rilis Koleksi Sustainable yang Ikonik

Kabarmalam.com — Dunia mode kembali diguncang oleh kolaborasi ikonik antara desainer ternama Stella McCartney dan raksasa ritel H&M. Langkah ini bukan sekadar peluncuran produk biasa, melainkan sebuah manifesto Stella untuk mendobrak dinding elitisme dalam industri fashion berkelanjutan yang selama ini dianggap hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu.

Kerja sama ini menandai proyek kedua McCartney dengan brand high street asal Swedia tersebut setelah kesuksesan fenomenal mereka lebih dari dua dekade silam. Sebagai desainer yang teguh memegang prinsip tanpa material hewani, Stella membawa visi ramah lingkungan yang lebih matang ke dalam setiap jahitan koleksi terbarunya ini.

Sentuhan Nostalgia dan Inovasi Material

Salah satu primadona dalam koleksi ini adalah kaus bertajuk “Rock Royalty”. Desain ini merupakan napas baru dari gaya ikonik yang pernah ia kenakan saat menghadiri Met Gala 1999, sekaligus menjadi bentuk penghormatan emosional kepada sang ayah, legenda musik Paul McCartney. Tak hanya kaus, sentuhan maskulin yang elegan juga hadir lewat blazer pinstripe berpotongan oversized serta celana wol yang diproduksi dengan standar keberlanjutan yang sangat ketat.

Baca Juga  Kecantikan Natural Mahalini Saat Bareface Jadi Sorotan, Netizen: Mirip Iis Dahlia?

Stella McCartney secara terbuka menyatakan kegelisahannya terhadap wajah industri mode saat ini. “Aku benci betapa elitisnya industri mode ini. Aku ingin audiens yang lebih muda dan lebih luas bisa memiliki akses terhadap desainku. Banyak orang yang mencintai karya kami, namun terbentur pada harga yang tidak terjangkau,” ungkapnya dengan lugas.

Reinkarnasi Sang ‘It-Bag’ yang Lebih Hijau

Bagi para pencinta tas, versi terbaru dari Falabella tentu menjadi incaran utama. Tas yang telah menyandang status “vegan it-bag” sejak 2009 ini kini berevolusi menggunakan bahan polyamide daur ulang. Langkah ini diambil untuk menekan ketergantungan industri terhadap bahan bakar fosil dalam proses produksi aksesoris fashion.

Stella menyadari bahwa meski koleksi ini tidak bisa dibilang sangat murah, ini adalah jembatan menuju inklusivitas. “Memang bukan yang termurah, karena ada biaya yang harus dibayar untuk melakukan sesuatu yang benar bagi bumi. Tapi, ini adalah pintu masuk bagi lebih banyak orang untuk mulai peduli,” tambahnya.

Baca Juga  Siasat Unik Cari Jodoh di Jepang: Kencan Buta Khusus Pemilik Marga yang Sama demi Hindari Aturan Rumit

Edukasi di Balik Label Pakaian

Setiap item dalam kolaborasi ini dirancang untuk menjadi alat edukasi bagi konsumen. Melalui label informatif, pembeli bisa mengetahui bahwa manik-manik yang mereka kenakan terbuat dari 80% kaca daur ulang, atau jaket bermotif python yang memukau sebenarnya lahir dari plastik berbasis limbah minyak nabati dan sisa pertanian.

Namun, kolaborasi ini bukan tanpa hambatan. Bayang-bayang isu greenwashing sempat menghantui, mengingat skala produksi H&M yang sangat masif. Kritikan pedas merujuk pada investigasi tahun 2022 yang menyebut klaim lingkungan H&M menyesatkan, ditambah laporan tahun 2023 tentang pembuangan pakaian bekas di lahan basah Ghana.

Misi Mengubah dari Dalam

Menanggapi kontroversi tersebut, Stella McCartney mengaku sempat mengalami pergolakan batin. Namun, ia memilih untuk mengambil risiko demi perubahan sistemik. Ia percaya bahwa untuk mengubah industri yang merusak planet ini, seseorang harus berani masuk ke dalam sistem dan berdialog dengan para pemain besar.

Baca Juga  Comeback Besar! NCT WISH Siap Guncang Dunia dengan Album Penuh Perdana “Ode to Love”

“Aku sempat ragu. Tapi pada akhirnya, aku merasa lebih baik masuk ke dalam dan mencoba mengubah kesadaran mereka dari dalam sistem tersebut,” jelasnya. Senada dengan itu, Ann-Sofie Johansson selaku penasihat kreatif H&M, mengakui bahwa Stella adalah katalisator penting yang mendorong perusahaan untuk lebih konsisten menggunakan material organik dan metode daur ulang.

Bagi Stella, perjalanan menuju industri yang bertanggung jawab masih sangat panjang. Namun, lewat kolaborasi ini, ia berhasil membuktikan bahwa gaya hidup mewah dan kepedulian terhadap lingkungan bisa berjalan beriringan di jalur high street yang lebih merakyat.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com