Drama Live Streaming: Influencer ‘Looksmaxxing’ Braden Peters Dilarikan ke RS Akibat Dugaan Overdosis
Rabu, 15 Apr 2026 22:04 WIB
Kabarmalam.com — Dunia maya baru saja digemparkan oleh sebuah insiden tragis yang terekam secara langsung dalam sebuah siaran digital. Braden Peters, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Clavicular, dilaporkan harus dilarikan ke ruang gawat darurat setelah diduga mengalami overdosis saat melakukan interaksi langsung dengan para pengikutnya secara daring.
Insiden mencekam ini terjadi pada Selasa, 14 April 2026, ketika sang influencer berusia 20 tahun tersebut tengah melakukan live streaming bersama dua rekannya di sebuah kawasan pusat perbelanjaan dan restoran. Dalam potongan video yang beredar, suasana yang awalnya cair berubah menjadi tegang saat kondisi fisik Peters menurun secara drastis di depan kamera.
Kronologi Ambruknya Sang Influencer di Depan Kamera
Menurut laporan yang divalidasi oleh People, Peters terlihat menunjukkan perilaku yang tidak stabil saat berbincang dengan seorang perempuan muda di lokasi tersebut. Gaya bicaranya mulai terdengar pelo dan tidak fokus, mengindikasikan adanya pengaruh zat tertentu dalam tubuhnya. “Gila, aku sedang berusaha semampunya, tapi aku benar-benar hancur sekarang,” gumamnya berulang kali dengan nada bicara yang semakin sulit dipahami.
Kondisi kritis ini dikonfirmasi oleh rekan sesama kreator konten, Androgenic, melalui platform X. Ia menceritakan betapa cepatnya situasi memburuk di balik layar. “Saya belum pernah melihat dia dalam kondisi seperti ini sebelumnya. Dari yang awalnya masih bisa berbicara, dia menjadi hampir tidak responsif hanya dalam hitungan detik,” ungkapnya. Menyadari ada yang tidak beres dengan kesehatan mental dan fisik Peters, tim segera mematikan siaran dan melarikannya ke rumah sakit terdekat.
Sisi Gelap Komunitas ‘Looksmaxxing’
Nama Clavicular bukanlah sosok baru dalam kontroversi. Ia merupakan salah satu wajah dari fenomena looksmaxxing, sebuah tren di kalangan pria muda yang terobsesi untuk memaksimalkan penampilan fisik melalui cara-cara yang sering kali dianggap ekstrem. Tren ini sering kali mendorong pengikutnya untuk melakukan perubahan radikal demi mencapai standar ketampanan tertentu.
Hanya beberapa hari sebelum insiden overdosis ini, Peters sempat muncul dalam wawancara eksklusif dengan 60 Minutes Australia. Di sana, ia menunjukkan reaksi emosional saat jurnalis Adam Hegarty mempertanyakan keterkaitannya dengan figur maskulinitas toksik seperti Andrew Tate. “Jangan coba-coba membawa pertanyaan ke arah politik dengan saya,” tegas Peters saat itu.
Jejak Rekam Medis dan Hukum yang Mengkhawatirkan
Di balik popularitasnya yang kontroversial, Peters menyimpan sejarah kelam terkait penggunaan zat terlarang. Ia secara terbuka pernah mengklaim menggunakan methamphetamine atau shabu hanya demi menjaga berat badan tetap ideal. Tak hanya itu, ia mengaku telah mulai menyuntikkan hormon testosteron sejak usia 14 tahun, sebuah tindakan yang sangat berisiko bagi pertumbuhan remaja.
Selain masalah kesehatan, Peters juga sempat berurusan dengan hukum. Kepolisian Fort Lauderdale mengonfirmasi penangkapannya pada Maret lalu atas tuduhan kekerasan, ditambah adanya surat perintah penangkapan lain yang masih aktif di Osceola County. Insiden overdosis ini seolah menjadi puncak dari gaya hidup ekstrem yang selama ini ia promosikan di media sosial.
Hingga saat ini, pihak medis maupun perwakilan Peters belum memberikan pernyataan resmi mengenai jenis zat yang menyebabkan dirinya kolaps. Namun, kejadian ini kembali memicu diskusi hangat mengenai dampak buruk dari obsesi penampilan dan budaya internet yang tidak terkontrol.