Ikuti Kami
kabarmalam.com

Belum Tuntas Perbaiki Wajah yang Rusak Akibat Filler Palsu, Influencer Ini Justru Nekat Operasi Payudara

Jurnal | kabarmalam.com
Jumat, 10 Apr 2026 23:10 WIB
Belum Tuntas Perbaiki Wajah yang Rusak Akibat Filler Palsu, Influencer Ini Justru Nekat Operasi Payudara

Kabarmalam.com — Obsesi terhadap kecantikan sering kali menjadi pedang bermata dua, dan kisah Juliana Oliveira adalah pengingat nyata akan risiko tersebut. Influencer asal Brasil yang akrab disapa Juju do Pix ini kembali memicu perbincangan hangat di jagat maya. Bukan karena proses pemulihan wajahnya yang sempat hancur akibat malpraktik, melainkan karena keputusannya untuk kembali naik ke meja operasi demi mendapatkan implan payudara.

Tragedi Filler Abal-abal: Mimpi Buruk Sejak 2017

Langkah ekstrem Juliana dimulai dari sebuah keputusan fatal di tahun 2017. Kala itu, wanita transgender berusia 32 tahun ini mendambakan fitur wajah yang lebih feminin dengan tulang pipi yang proporsional. Namun, alih-alih mendapatkan layanan medis profesional, ia terjebak dalam prosedur filler ilegal yang menghancurkan hidupnya.

Tanpa sepengetahuannya, cairan yang disuntikkan ke wajahnya sebanyak 21 kali bukanlah asam hialuronat medis, melainkan campuran mengerikan antara minyak mineral dan obat pencahar. Dampaknya instan dan destruktif; wajah Juliana membengkak secara ekstrem, terutama di area pipi dan kelopak mata, hingga ia sulit dikenali. Selama bertahun-tahun, ia harus hidup dalam bayang-bayang trauma dan kesulitan mendapatkan pekerjaan akibat penampilan fisiknya yang berubah drastis.

Baca Juga  Bayang-Bayang Maut Liquid BBL: Kisah Tragis Model Christina Ashten Gourkani yang Berakhir Pilu

Proses Rekonstruksi yang Panjang dan Berliku

Setelah hampir delapan tahun mencari pertolongan medis, secercah harapan muncul saat Dr. Thiago Marra, seorang ahli bedah, bersedia menangani kasus rumitnya. Pada November lalu, Juliana menjalani prosedur rekonstruksi wajah perdana yang memakan waktu lebih dari empat jam untuk mengangkat jaringan parut dan zat asing dari wajahnya.

“Proses ini tidak bisa dilakukan secara instan. Kami harus mengosongkan jaringan yang terkontaminasi sedikit demi sedikit. Jika dipaksakan sekaligus, risikonya adalah nekrosis atau kematian jaringan kulit,” jelas Dr. Thiago Marra. Namun, di tengah proses pemulihan wajah yang masih jauh dari kata selesai, Juliana justru mengejutkan publik dengan memilih prosedur operasi payudara.

Baca Juga  Revolusi Estetika Maison Margiela: Debut Historis Glenn Martens di Pesisir Shanghai

Prioritas Kecantikan yang Menuai Kontroversi

Banyak pihak menilai keputusan Juliana untuk memasang implan payudara di tengah proses perbaikan wajah sebagai tindakan yang tergesa-gesa. Meski demikian, Dr. Marra memberikan lampu hijau dan menyatakan bahwa kondisi pasiennya cukup stabil untuk menjalani prosedur tambahan tersebut. Sang dokter bahkan membagikan kabar positif mengenai perkembangan kesehatan Juliana melalui media sosialnya.

“Penyembuhannya berjalan sangat lancar, luka sayatan tampak baik, dan yang terpenting adalah meningkatnya rasa percaya diri pasien,” ungkap sang dokter. Bagi Juliana, langkah ini nampaknya menjadi bagian dari upaya merebut kembali identitas dan kepercayaan dirinya yang sempat hilang.

Peringatan Global Terhadap Praktik Ilegal

Kasus yang menimpa Juliana Oliveira bukanlah anomali tunggal. Maraknya tren operasi kosmetik dengan harga miring sering kali mengabaikan standar keamanan medis. Laporan otoritas kesehatan di Amerika Serikat mencatat bahwa hingga April 2024, puluhan orang mengalami komplikasi serius akibat suntikan Botox dan filler dari penyedia tidak berlisensi yang beroperasi di salon, spa, atau bahkan rumah pribadi.

Baca Juga  Harmoni Dua Dunia: Ria Miranda dan 3Mongkis Suguhkan Koleksi 'Two, Aligned' yang Ikonik

Kisah Juliana menjadi pengingat bagi siapa saja bahwa prosedur medis apa pun harus dilakukan oleh tenaga ahli bersertifikat. Kecantikan sejati tidak seharusnya dibayar dengan kesehatan, apalagi nyawa.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com