Ikuti Kami
kabarmalam.com

Kisah Mencekam Jennifer An: Mengaku Dicekik Kanye West Saat Syuting Video Klip

Jurnal | kabarmalam.com
Jumat, 12 Jun 2026 08:34 WIB
Kisah Mencekam Jennifer An: Mengaku Dicekik Kanye West Saat Syuting Video Klip

Kabarmalam.com — Sisi gelap industri hiburan Hollywood kembali terkuak melalui pengakuan berani dari model Jennifer An. Mantan finalis America’s Next Top Model tersebut baru-baru ini membagikan memori paling traumatis dalam perjalanan kariernya yang melibatkan sosok rapper kontroversial, Kanye West.

Mimpi Buruk di Tengah Set Video Klip

Kilas balik ke tahun 2010 di tengah hiruk-pikuk kota New York, Jennifer An dijadwalkan untuk tampil dalam video musik lagu hit milik La Roux yang berjudul “In For The Kill”. Dalam skenario kreatif saat itu, Jennifer dipilih untuk beradu peran dalam sebuah adegan bersama Kanye West. Namun, apa yang seharusnya menjadi kolaborasi profesional justru berubah menjadi pengalaman yang mengancam nyawa bagi Jennifer.

Baca Juga  Gemas! Son Ye Jin Jadi 'Fangirl' Nomor Satu Saat Hyun Bin Sabet Piala di Baeksang Awards 2026

Tanpa ada pembicaraan mengenai arahan adegan sebelumnya, Jennifer mengklaim bahwa Kanye tiba-tiba melakukan tindakan fisik yang sangat agresif. “Tiba-tiba dia mengulurkan tangan dan mulai mencekik saya. Saya benar-benar tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada saat itu,” kenang Jennifer saat berbicara dalam podcast BBC Fame Under Fire.

Detail Pelecehan yang Mengejutkan

Dalam pengakuannya, Jennifer merinci betapa mencekamnya situasi tersebut. Kanye diduga menggunakan kedua tangannya untuk mencekik lehernya, sebuah tindakan yang tidak hanya merusak riasan wajahnya tetapi juga membuatnya merasa terhina. Lebih jauh lagi, Jennifer menyebutkan bahwa sang rapper memasukkan jarinya ke dalam mulutnya, yang ia rasakan sebagai bentuk simulasi seksual yang sangat tidak pantas di lingkungan kerja.

Baca Juga  Grace in Motion: naPocut Hadirkan Koleksi Safar Ramah Lingkungan untuk Kenyamanan Ibadah Haji dan Umrah

Meski lokasi syuting dipenuhi oleh kru dan staf, Jennifer merasa terisolasi dalam ketakutannya. Ia memilih untuk bungkam saat itu karena khawatir kariernya akan hancur jika ia melawan seorang bintang besar. Yang lebih aneh lagi, setelah melakukan aksi tersebut, Kanye dilaporkan berteriak, “Ini seni, saya Picasso,” sebelum akhirnya melenggang pergi meninggalkan lokasi.

Langkah Hukum dan Respon Pihak Terkait

Trauma yang dipendam selama bertahun-tahun itu akhirnya meledak pada tahun 2024. Jennifer memutuskan untuk membawa kasus pelecehan ini ke meja hijau dengan menggugat Kanye West di bawah undang-undang perlindungan korban kekerasan berbasis gender di Kota New York. Dukungan tak terduga datang dari vokalis La Roux, Elly Jackson, yang mengaku tidak bisa melupakan kejadian mengerikan tersebut dan menyebutnya sebagai sesuatu yang “horor”.

Baca Juga  Gila! Album “Arirang” BTS Pecahkan Rekor Dunia, Penjualannya Tembus 4 Juta Sehari

Di sisi lain, pihak kuasa hukum Kanye West tidak menyangkal adanya interaksi fisik tersebut. Namun, mereka berargumen bahwa aksi itu merupakan bagian dari pertunjukan teatrikal yang terinspirasi dari film American Psycho. Mereka juga mengklaim bahwa Jennifer tidak menyampaikan keberatan secara langsung saat kejadian berlangsung. Bagi para pengikut berita selebriti dunia, kasus ini menjadi pengingat penting tentang batasan antara seni dan kekerasan di industri kreatif.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com