Keajaiban Hanbok EJAE di Pembukaan Piala Dunia 2026: Simbol Perdamaian yang Memikat Mata Dunia
Jumat, 12 Jun 2026 18:35 WIB
Kabarmalam.com — Gemuruh sorak-sorai di Mexico City Stadium menjadi saksi bisu kemunculan EJAE, bintang yang tengah bersinar terang di cakrawala musik global. Setelah sukses mencuri perhatian di panggung mode MET Gala 2026, solois yang melambung namanya lewat original soundtrack KPop Demon Hunters ini kembali mengukir sejarah sebagai penampil utama dalam seremoni pembukaan Piala Dunia 2026, Kamis (11/6/2026) waktu setempat.
EJAE tidak sekadar tampil; ia membawa narasi budaya ke hadapan jutaan pasang mata. Bersama penyanyi tenor legendaris Andrea Bocelli, pelantun lagu hits ‘Golden’ ini membawakan ‘DNA’, sebuah lagu tema resmi yang sarat akan makna mendalam. Menariknya, EJAE tetap mempertahankan identitasnya dengan menyisipkan lirik berbahasa Korea yang ia tulis sendiri. Sebuah langkah berani yang mempertegas eksistensi budaya Korea di kancah internasional.
Filosofi di Balik Gaun Biru LEJE
Penampilan visual EJAE malam itu benar-benar menyihir penonton. Ia nampak anggun dalam balutan busana berwarna biru cerah dengan aksen Hanbok modern hasil rancangan rumah mode ternama Korea Selatan, LEJE. Gaun tersebut bukan sekadar pakaian, melainkan sebuah mahakarya yang menceritakan filosofi kedamaian.
Menurut perwakilan LEJE melalui pernyataan resminya, gaun tersebut menggunakan lebih dari seratus yard kain yang disusun berlapis-lapis untuk menciptakan volume khas Hanbok tradisional namun dengan sentuhan yang lebih futuristik. Bagian tengah gaun dihiasi sulaman bunga lotus putih yang melambangkan kebahagiaan murni. Detail mutiara dan kristal putih yang disematkan secara manual oleh tangan-tangan pengrajin terampil Korea memberikan efek kilauan lembut, bak tetesan embun yang tertangkap cahaya pagi.
Pesan Bangkit dari Lirik ‘DNA’
Aksi panggung EJAE seketika menjadi perbincangan hangat di jagat maya, terutama di kalangan netizen Korea. Lirik lagu yang ia bawakan, “단어 어졌더 다 더 kembali lagi,” mengandung pesan universal tentang resiliensi. Dalam bahasa Indonesia, lirik tersebut bermakna, “Meskipun aku jatuh lagi, aku akan bangkit sekali lagi.” Pesan ini terasa sangat relevan dengan semangat kompetisi di Piala Dunia.
Keberhasilan EJAE di panggung dunia ini seolah menjadi pembuktian atas perjalanan kariernya yang inspiratif. Mengingat ia pernah berbagi kisah emosional saat menerima penghargaan Golden Globes, tentang bagaimana ia sempat mengalami kegagalan di industri idol K-Pop sebelum akhirnya bersinar sebagai solois papan atas.
Kemeriahan Pembukaan di Tiga Kota
Perhelatan akbar ini memang dirancang luar biasa. Pembukaan Piala Dunia 2026 dilakukan secara estafet di tiga lokasi berbeda. Setelah kemeriahan di Meksiko yang turut dimeriahkan oleh Shakira dan Burna Boy, euforia akan berlanjut ke Toronto dan Los Angeles pada 12 Juni 2026.
Kabarnya, panggung berikutnya juga akan diwarnai oleh kehadiran bintang K-Pop lainnya. Lisa BLACKPINK dijadwalkan akan mengguncang panggung dengan membawakan lagu ‘GOALS’ bersama Anitta dan Rema, memastikan bahwa pengaruh gelombang Korea tetap mendominasi perayaan sepak bola terbesar di planet ini.