Polemik Hunian Gratis Putri Beatrice dan Eugenie, Istana Inggris Panen Kritik Tajam
Minggu, 07 Jun 2026 09:04 WIB
Kabarmalam.com — Sorotan tajam kembali mengarah ke tembok tebal Istana Inggris. Kali ini, perdebatan publik dipicu oleh laporan terbaru yang mengungkapkan bahwa Putri Beatrice dan Putri Eugenie telah menikmati fasilitas hunian eksklusif milik kerajaan secara cuma-cuma selama bertahun-tahun. Padahal, kedua putri dari Pangeran Andrew ini tidak memegang peran sebagai anggota keluarga kerajaan yang aktif bertugas atau working royals.
Berdasarkan laporan dari National Audit Office (NAO) Inggris, pengaturan tempat tinggal bagi anggota keluarga kerajaan yang tidak menjalankan tugas resmi kini menjadi perhatian serius. Beatrice dan Eugenie diketahui tetap mendiami properti mewah di kawasan istana tanpa membayar sewa pribadi, sebuah hak istimewa yang tetap dipertahankan meskipun sang ayah, Pangeran Andrew, telah kehilangan gelar serta tugas resminya menyusul keterlibatan dalam skandal besar beberapa waktu lalu.
Fasilitas Mewah di Tengah Karier Pribadi
Meskipun pengaturan hunian ini kabarnya disubsidi oleh Raja Charles III melalui dana pribadinya dari Duchy of Lancaster, polemik tetap muncul ke permukaan. Pasalnya, properti yang mereka tempati berada di dalam kompleks istana yang biaya perawatan dan operasional hariannya masih ditopang oleh dana publik melalui mekanisme Sovereign Grant. Hal inilah yang memicu suara sumbang dari berbagai pihak, termasuk mantan menteri Partai Liberal Demokrat, Norman Baker.
Baker secara terbuka melayangkan kritik pedas dan menyebut fasilitas ini sebagai bentuk pengabaian terhadap rasa keadilan bagi para pembayar pajak. “Sangat tidak pantas jika anggota keluarga yang tidak bekerja untuk negara tetap mendapatkan subsidi dari Duchy of Lancaster. Ini terlihat seperti keluarga kerajaan kembali memanfaatkan dana publik untuk kepentingan pribadi mereka,” tegasnya dalam sebuah pernyataan yang mengundang reaksi luas dari Masyarakat Inggris.
Gaya Hidup Mewah dan Properti Pribadi
Kritik kian meruncing mengingat baik Beatrice maupun Eugenie memiliki kehidupan ekonomi yang sangat mapan di luar lingkaran monarki. Keduanya memiliki karier profesional yang sukses dan menikah dengan pasangan yang memiliki latar belakang finansial yang kuat. Putri Eugenie, misalnya, diketahui membagi waktunya antara London dan sebuah hunian mewah senilai 3,6 juta poundsterling di Portugal.
Sementara itu, Putri Beatrice bersama suaminya, Edoardo Mapelli Mozzi yang merupakan pengusaha properti ternama, menetap di apartemen kerajaan di Istana St James. Di saat yang sama, pasangan ini juga memiliki rumah megah di kawasan elit Cotswolds. Fakta bahwa mereka masih memegang kunci properti istana tanpa membayar sewa pribadi dianggap sebagai bentuk privilese yang sulit diterima oleh publik di tengah situasi ekonomi global saat ini.
Langkah Menuju Transparansi Istana
Menanggapi laporan tersebut, juru bicara Buckingham Palace menyatakan bahwa pihak kerajaan menyambut baik temuan National Audit Office sebagai bagian dari komitmen terhadap transparansi. Pihak istana berharap data ini dapat memberikan konteks yang lebih jelas mengenai manajemen aset properti kerajaan kepada masyarakat luas.
Namun, isu ini tidak berhenti pada dua bersaudara itu saja. Laporan yang sama juga menyinggung sepupu mendiang Ratu Elizabeth II, Pangeran dan Putri Michael dari Kent, yang juga telah lama menikmati hunian mewah di Kensington Palace dengan subsidi serupa. Bagi publik, narasi tentang anggota keluarga kerajaan yang tinggal gratis di istana tetap menjadi isu sensitif yang menuntut peninjauan ulang atas penggunaan fasilitas negara bagi mereka yang tidak lagi memikul tugas kenegaraan.