Dobrak Tradisi! Pengantin Ini Menikah Pakai Rol Rambut dan Jubah Mandi demi Tampilkan Realita
Sabtu, 13 Jun 2026 07:04 WIB
Kabarmalam.com — Hari pernikahan lazimnya menjadi panggung bagi busana megah, riasan wajah paripurna, dan tatanan rambut yang tak bercela. Namun, seorang pengantin wanita asal Wales, Inggris, memutuskan untuk mendobrak segala norma estetik tersebut dengan cara yang benar-benar tak terduga. Alih-alih gaun putih menjuntai, ia justru melangkah menuju altar hanya dengan jubah mandi dan rol rambut yang masih menempel.
Tampil Apa Adanya di Hari Bahagia
Adalah Ashleigh Stanley, wanita berusia 29 tahun yang memilih cara unik untuk merayakan ikatan sucinya dengan sang kekasih masa SMA, Jake Stanley. Di sebuah kebun anggur yang asri di Wales, Ashleigh muncul tanpa sentuhan makeup sedikit pun. Ia mengenakan jubah mandi putih, sandal rumah yang nyaman, serta rambut yang masih tergulung rapi oleh rol. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan yang kuat.
Ashleigh mengungkapkan bahwa penampilannya tersebut adalah simbol dari kejujuran dalam sebuah hubungan. Ia ingin menunjukkan kepada suaminya—dan dunia—bagaimana realita rumah tangga yang sesungguhnya. Menurutnya, piyama dan wajah polos adalah pemandangan yang akan lebih sering dilihat pasangannya di masa depan dibandingkan dengan riasan tebal yang penuh kepura-puraan.
Keselarasan dalam Kesederhanaan
Tak hanya sang pengantin wanita, Jake Stanley pun mengimbangi konsep konsep pernikahan santai ini dengan mengenakan setelan baju olahraga (tracksuit) dan sepatu kets. Pasangan yang telah menjalin hubungan selama 13 tahun ini seolah ingin menegaskan bahwa inti dari sebuah komitmen bukanlah pada kemewahan atribut, melainkan pada kenyamanan satu sama lain.
Keluarga besar mereka pun turut larut dalam suasana rileks ini. Ibu dari kedua mempelai serta putri Ashleigh kompak mengenakan piyama pengantin berwarna merah muda, sementara anggota keluarga pria lainnya tampil dengan pakaian kasual yang jauh dari kesan formal.
Ada Makna Mendalam di Balik ‘Kekacauan’
Dibalik aksi nyeleneh ini, terselip sebuah alasan emosional yang menyentuh hati. Ashleigh awalnya merencanakan upacara besar untuk menghormati mendiang neneknya yang menderita demensia selama satu dekade. Sang nenek sangat mencintai lagu pujian Welsh berjudul ‘Calon Lan’. Namun, karena aturan upacara sipil yang melarang lagu religius, Ashleigh harus memutar otak.
Ia akhirnya memutuskan untuk membagi acara menjadi dua sesi. Sesi pertama dilakukan secara singkat dan super kasual tepat pada pukul 10 pagi—bertepatan dengan apa yang seharusnya menjadi ulang tahun ke-100 sang nenek. Barulah setelah upacara kilat berdurasi 10 menit itu selesai, mereka bersiap untuk acara formal yang lebih besar di mana lagu kesayangan neneknya bisa dikumandangkan dengan khidmat.
Respon Positif dan Pesan untuk Pasangan Lain
Menariknya, para tamu undangan justru merasa sangat terkesan dengan cerita viral pernikahan ini. Banyak yang mengaku lebih menikmati prosesi santai tersebut karena tidak kaku dan memakan waktu lama, sehingga memberikan ruang lebih luas bagi semua orang untuk berpesta dan bercengkerama.
Bagi Ashleigh, menikah dengan rol rambut dan tanpa makeup adalah keputusan terbaik yang pernah ia buat. Hal itu berhasil menghilangkan tekanan mental dan rasa gugup yang biasanya menghantui calon pengantin sebelum melangkah ke prosesi besar. Ia pun menyarankan pasangan lain untuk tidak terlalu terpaku pada standar sosial dan berani mengekspresikan diri secara jujur di hari bahagia mereka.