Ikuti Kami
kabarmalam.com

Seni Daur Ulang Berkelas: Uniqlo x ESMOD Jakarta Ubah Pakaian Tak Terpakai Menjadi Koleksi High-Fashion

Jurnal | kabarmalam.com
Jumat, 29 Mei 2026 08:34 WIB
Seni Daur Ulang Berkelas: Uniqlo x ESMOD Jakarta Ubah Pakaian Tak Terpakai Menjadi Koleksi High-Fashion

Kabarmalam.com — Ranah mode tanah air kembali menyaksikan sebuah langkah revolusioner dalam semangat keberlanjutan. Peritel raksasa asal Jepang, Uniqlo, baru saja meresmikan toko ke-78 mereka di jantung ibu kota, tepatnya di Plaza Indonesia. Namun, seremoni kali ini terasa lebih istimewa. Bukan sekadar pembukaan toko biasa, Uniqlo menggandeng para talenta muda dari sekolah mode ternama, ESMOD Jakarta, untuk memamerkan sebuah proyek ambisius bertajuk Remake Project.

Nafas Baru untuk Pakaian Lama

Inisiatif Remake Project merupakan bukti nyata komitmen Uniqlo dalam memperpanjang siklus hidup sebuah pakaian. Dengan memanfaatkan pakaian-pakaian bekas yang dikumpulkan melalui kotak donasi (drop-box) di berbagai gerai mereka, Uniqlo memberikan tantangan kreatif kepada sekitar 50 siswa-siswi ESMOD Jakarta. Para mahasiswa yang berasal dari lintas jurusan—mulai dari desain fashion hingga bisnis kreatif—ini dituntut untuk menyulap tumpukan material lama menjadi sesuatu yang benar-benar baru dan memukau.

Baca Juga  Gugat Negara Demi Akhiri Hidup, Aktris Claire Brosseau Ungkap Penderitaan di Balik Gelimang Harta

Hasilnya tidak main-main. Sebanyak 16 set busana lengkap dengan aksesori berdesain kontemporer lahir dari tangan dingin para calon desainer ini. Setiap potongan pakaian menonjolkan detail craftsmanship yang kuat dan artistik, namun tetap mempertahankan garis desain yang wearable. Inilah yang menjadi poin penting, di mana estetika tinggi tetap harus sejalan dengan filosofi Lifewear yang mengedepankan kenyamanan penggunaan sehari-hari.

Tantangan Mengawinkan Idealisme dan Realita

Meski tampilannya begitu menggoda mata, koleksi eksklusif ini sayangnya tidak untuk diperjualbelikan secara umum. Salah satu mahakarya yang mencuri perhatian di sudut toko Plaza Indonesia adalah sebuah jaket berwarna abu-abu. Uniknya, keliman jaket tersebut menggunakan detail bagian pinggang celana, lengkap dengan garis kancing asimetris dan aksen rumbai yang memberikan kesan dramatis.

Baca Juga  Kilau Kepedulian di Tanah Rencong: The Palace Jeweler Gandeng Luna Maya dan Andien Bantu Korban Banjir Aceh

Guillaume Oger, selaku Deputy Director of Academic Programs ESMOD Jakarta, mengungkapkan bahwa proyek ini memberikan tantangan tersendiri bagi para muridnya. “Biasanya para murid mendesain dari nol, memikirkan siluet dan warna untuk produk yang belum ada. Namun dalam kolaborasi ini, mereka harus melakukan proses sebaliknya (reverse design),” ujarnya dalam peresmian yang berlangsung pada Selasa (26/5/2026).

Edukasi dalam Circular Fashion

Selain aspek artistik, menjaga nilai kenyamanan sesuai standar ketat Uniqlo menjadi ujian berat bagi para siswa. Guillaume menambahkan bahwa para desainer muda cenderung lebih mengutamakan idealisme desain dibandingkan aspek fungsionalitas atau sisi komersial sebuah busana. Melalui proyek ini, mereka belajar untuk menyeimbangkan keduanya.

Baca Juga  Hati-hati Pori-Pori Tersumbat! Kenali Perbedaan Skincare Comedogenic dan Non-comedogenic

Senada dengan hal tersebut, Maria Irma Yunita, Director Corporate Affairs PT. Fast Retailing Indonesia (Uniqlo), menegaskan bahwa Remake Project bukan sekadar perayaan kreativitas semata. Program ini adalah jembatan bagi para akademisi untuk mengenal lebih dalam dinamika industri fashion yang sesungguhnya.

“Kolaborasi ini membantu siswa sekolah mode terekspos langsung dengan sisi bisnis dan industri. Mereka belajar bagaimana menciptakan pakaian yang unik dan estetis secara visual, namun tetap fungsional dan nyaman saat dikenakan,” jelas Irma. Langkah ini diharapkan mampu mendorong kesadaran akan pentingnya sustainable fashion atau mode berkelanjutan di masa depan.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com