Tren Suplemen Magnesium untuk Tidur Nyenyak: Manjur atau Sekadar Sugesti? Ini Penjelasan Ahli
Sabtu, 23 Mei 2026 21:37 WIB
Kabarmalam.com — Belakangan ini, jagat media sosial diramaikan oleh tren baru bagi mereka yang kerap bertarung dengan insomnia atau sekadar mendambakan kualitas istirahat yang lebih baik. Jika sebelumnya melatonin menjadi primadona, kini giliran suplemen magnesium yang naik daun dan diklaim sebagai solusi ampuh untuk mendapatkan tidur yang berkualitas. Namun, benarkah mineral ini seajaib itu dalam menjemput kantuk?
Bukan Sekadar Nutrisi Tulang
Selama ini, kita mengenal magnesium sebagai pilar penting bagi kesehatan tulang dan fungsi otot. Namun, perannya ternyata jauh lebih dalam dari itu. Magnesium adalah mineral ‘pekerja keras’ yang terlibat dalam lebih dari 300 reaksi enzimatik di dalam tubuh manusia. Mulai dari mengontrol kadar gula darah, menstabilkan tekanan darah, hingga menjaga detak jantung agar tetap berirama secara harmonis.
Chelsie Rohrscheib, PhD, seorang pakar tidur dan neuroscientist, menjelaskan bahwa meski magnesium relatif aman karena tubuh memang sangat membutuhkannya, penggunaan suplemen tidak boleh dilakukan secara sembarangan. “Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi suplemen tambahan, sangat krusial untuk berkonsultasi dengan dokter. Ini penting untuk memastikan tidak ada interaksi negatif dengan obat lain atau risiko kesehatan jangka panjang,” ungkapnya sebagaimana dikutip dari Women’s Health Mag.
Mekanisme di Balik Efek Relaksasi
Lantas, bagaimana sebenarnya magnesium bekerja dalam membantu seseorang agar bisa tidur nyenyak? W. Christopher Winter, MD, penulis buku The Sleep Solution, memaparkan bahwa magnesium memiliki peran vital dalam proses biokimia yang mengubah protein menjadi zat kimia yang memicu rasa kantuk.
Magnesium bekerja dengan cara menenangkan sistem saraf. Mineral ini membantu menjaga kadar GABA (gamma-aminobutyric acid), sebuah neurotransmiter yang bertugas sebagai ‘rem’ bagi sistem saraf kita. GABA bekerja dengan cara mematikan sinyal kewaspadaan otak, sehingga tubuh merasa lebih tenang dan siap untuk beristirahat. Selain itu, magnesium juga merangsang pelepasan dopamin yang berperan dalam memperbaiki suasana hati.
Manfaat Tambahan bagi Kesehatan Mental
Efek menenangkan dari magnesium tidak hanya berhenti pada tidur. Sebuah studi tahun 2017 dalam jurnal Nutrients menunjukkan bahwa asupan magnesium yang cukup dapat membantu meredakan gejala kecemasan, termasuk gangguan kecemasan yang sering dialami wanita saat masa PMS.
Nicole Avena, PhD, seorang profesor ilmu saraf di Mount Sinai School of Medicine, menambahkan bahwa kemampuan magnesium dalam merilekskan otot dan meningkatkan fungsi neurotransmiter penghambat adalah kunci utama mengapa mineral ini sangat efektif dalam menurunkan tingkat stres dan kecemasan dalam kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Haruskah Melalui Suplemen?
Meski suplemen dalam bentuk kapsul, bubuk, atau gummy sangat mudah ditemukan di pasaran, para ahli mengingatkan bahwa sumber alami tetaplah yang terbaik. Kebutuhan harian magnesium bagi orang dewasa berkisar antara 310-320 mg untuk wanita, dan sedikit lebih tinggi bagi ibu hamil di angka 350-360 mg.
Beberapa sumber makanan yang kaya akan magnesium antara lain:
- Kacang almond dan selai kacang
- Sayuran hijau seperti bayam
- Alpukat dan pisang
- Susu, yogurt, dan telur
- Susu kedelai
Jika Anda tidak mengalami defisiensi magnesium yang didiagnosis secara medis, mengonsumsi makanan di atas sebenarnya sudah lebih dari cukup.
Peringatan Mengenai Dosis
Mengonsumsi magnesium sebagai bantuan tidur disarankan sekitar satu jam sebelum naik ke tempat tidur untuk memberikan waktu bagi tubuh berelaksasi. Dosis aman yang disarankan adalah di rentang 100-350 mg per hari.
Namun, waspadalah terhadap dosis berlebihan. Konsumsi di atas 350 mg dapat memicu efek samping seperti diare. Dalam kasus ekstrem, asupan yang mencapai 5.000 mg per hari bisa sangat fatal karena berisiko menyebabkan gangguan fungsi ginjal hingga henti jantung. Selalu bijak dalam mengonsumsi suplemen agar manfaat yang didapat tidak justru menjadi bumerang bagi kesehatan Anda.