Ironi Kemilau Arloji Sang Koruptor: Seberapa Mahal Harga Asli Patek Philippe dan Audemars Piguet?
Sabtu, 23 Mei 2026 07:04 WIB
Kabarmalam.com — Di jagat horologi global, menyandang nama Patek Philippe atau Audemars Piguet (AP) di pergelangan tangan bukan sekadar soal penunjuk waktu. Ia adalah simbol kasta, pernyataan status, dan puncak dari kemewahan yang tak terbantahkan. Namun, sebuah ironi mencuat ketika nama-nama besar ini terseret dalam pusaran kasus hukum di tanah air, mengungkap sisi lain dari gaya hidup para pesakitan korupsi.
Belakangan ini, perhatian publik kembali tertuju pada deretan jam tangan mewah setelah Kejaksaan Agung melakukan pemusnahan terhadap 14 arloji milik Jimmy Sutopo, tersangka dalam megakorupsi Asabri yang merugikan negara hingga Rp 22,7 triliun. Menariknya, setelah melalui validasi panjang, barang-barang yang tampak mentereng itu dipastikan sebagai produk palsu alias ‘KW’.
Kepalsuan di Balik Megakorupsi
Meski terlibat dalam kasus dengan angka kerugian negara yang fantastis, sang tersangka justru memilih mengoleksi versi replika. Pihak Kejaksaan Agung mengungkapkan bahwa jam tangan bermerek Patek Philippe, Audemars Piguet, hingga Cartier tersebut dihargai di kisaran belasan juta rupiah—angka yang lumayan untuk sebuah barang palsu, namun tak ada apa-apanya dibanding harga orisinalnya yang menyentuh angka miliaran.
“Harganya lumayan, tapi tetap jauh dibanding yang asli. Versi original bisa mencapai miliaran rupiah per unit, sementara yang dimusnahkan ini rata-rata di kisaran Rp 15 jutaan,” ungkap perwakilan Kejaksaan Agung dalam acara pemusnahan aset tersebut.
Menakar Harga Fantastis Audemars Piguet
Mengapa seseorang sampai harus membeli versi palsu? Jawabannya terletak pada eksklusivitas harganya. Audemars Piguet, yang dikenal sebagai salah satu ‘The Holy Trinity’ dalam dunia jam tangan, memiliki struktur harga yang mampu membuat dahi berkerut. Berdasarkan pantauan pasar, berikut adalah gambaran harga AP orisinal:
- Seri Entry-Level: Seperti Code 11.59 atau Royal Oak Quartz, dibanderol mulai dari Rp 275 juta hingga Rp 500 juta.
- Royal Oak Stainless Steel: Koleksi paling ikonik ini memiliki nilai pasar di kisaran Rp 600 juta hingga Rp 1,2 miliar.
- Royal Oak Offshore Chronograph: Model yang lebih maskulin ini dihargai Rp 400 juta hingga Rp 900 juta.
- Edisi Komplikasi Tinggi: Untuk model limited edition, harganya bisa melambung melampaui Rp 6 miliar.
Patek Philippe: Sang ‘Holy Grail’ Para Kolektor
Jika AP sudah terasa mahal, maka Patek Philippe seringkali berada di level yang lebih tinggi lagi. Brand asal Swiss ini dianggap sebagai investasi terbaik karena produksinya yang sangat terbatas dan nilainya yang cenderung stabil bahkan naik di pasar sekunder.
Dalam ajang Jakarta Watch Exchange (JWX), sempat dipamerkan seri Nautilus Chrono White Gold Blue Dial 40th Anniversary yang label harganya mencapai Rp 6,6 miliar. Secara umum, berikut adalah peta harga Patek Philippe:
- Calatrava: Mulai dari Rp 180 juta hingga Rp 500 juta.
- Aquanaut: Berada di kisaran Rp 1 miliar hingga Rp 4 miliar.
- Nautilus: Seri paling diburu ini dihargai Rp 1,8 miliar hingga Rp 7 miliar.
- Grand Complications: Mahakarya mesin jam ini bisa menyentuh angka puluhan miliar rupiah.
Kiblat Mewah Crazy Rich Indonesia
Tren kepemilikan arloji mewah di Indonesia memang terus meningkat. Menurut para ahli di industri horologi tanah air, merek seperti Richard Mille tetap menduduki kasta tertinggi dalam daftar buruan kaum crazy rich, yang kemudian diikuti rapat oleh Patek Philippe dan Audemars Piguet.
Fenomena jam tangan ‘KW’ di kalangan tersangka kasus korupsi ini menjadi catatan unik. Di satu sisi, ada keinginan untuk tampil dengan citra kemewahan tertinggi, namun di sisi lain, kepalsuan barang tersebut seolah menjadi metafora bagi kekayaan yang didapat dengan cara yang tidak sah.