Ikuti Kami
kabarmalam.com

Polemik Honor Fantastis IU di ‘Perfect Crown’: Antara Distorsi Sejarah dan Gaji Rp 5,8 Miliar per Episode

Jurnal | kabarmalam.com
Rabu, 20 Mei 2026 15:05 WIB
Polemik Honor Fantastis IU di 'Perfect Crown': Antara Distorsi Sejarah dan Gaji Rp 5,8 Miliar per Episode

Kabarmalam.com — Gelombang kritik tajam kini tengah menerpa solois sekaligus aktris kenamaan, IU, menyusul berakhirnya penayangan drama Perfect Crown. Alih-alih mendapatkan apresiasi atas perannya, pemilik nama asli Lee Ji Eun ini justru menjadi sasaran empuk komentar miring netizen. Polemik ini bermula dari tuduhan distorsi sejarah yang kental dengan unsur pro-Tiongkok, hingga mencuatnya nilai bayaran sang aktris yang dianggap terlalu fantastis di tengah kontroversi yang ada.

Kronologi Distorsi Sejarah dalam Perfect Crown

Pada pertengahan Mei 2026, IU secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada publik melalui akun media sosial pribadinya. Hal ini dipicu oleh protes keras pemirsa terhadap alur cerita drama Korea tersebut yang dinilai tidak akurat secara historis. Salah satu adegan yang paling disorot adalah saat karakter yang diperankan IU menolak mengenakan hanbok, pakaian tradisional Korea, dan lebih memilih busana modern dengan ornamen rambut khas Tiongkok.

Baca Juga  Kesan Pertama Bukan Cuma Soal Penampilan: Ini 3 Hal Tersembunyi yang Diam-diam Dinilai Orang

Tak berhenti di situ, drama ini juga menampilkan metode upacara minum teh ala Tiongkok di dalam lingkungan istana kerajaan Korea, sebuah detail yang dianggap melukai kebanggaan budaya masyarakat setempat. Lawan mainnya, Byeon Woo Seok, juga tidak luput dari kecaman. Dalam adegan penobatan raja, ia tampak mengenakan mahkota dengan 9 manik-manik (guryumyeonryugwan) yang identik dengan pengaruh Tiongkok, bukannya mahkota 12 manik-manik (shipimyeonryugwan) yang melambangkan kemerdekaan kaisar Korea pada masa itu.

Penyesalan Mendalam Sang Aktris

Menanggapi kekecewaan tersebut, IU mengungkapkan rasa penyesalannya yang mendalam. Ia mengaku malu karena tidak mempelajari naskah dengan lebih teliti sebelum menerima tawaran peran tersebut. “Sebagai pemeran utama, aku merasa gagal menunjukkan tanggung jawab yang seharusnya dan akhirnya menyebabkan kekecewaan besar. Hingga saat ini, hatiku masih terasa sangat berat,” tulisnya dalam unggahan Instagram.

Ia juga menekankan pentingnya akurasi dalam drama yang mengangkat tema sejarah dan keindahan tradisional. IU mengakui kurangnya pemahaman terhadap isu-isu sensitif tersebut di masa lalu dan berjanji untuk lebih berhati-hati dalam memilih proyek di masa depan.

Baca Juga  Bikin Baper Satu Studio! Aksi Romantis Pria Beri Kejutan Ulang Tahun di Layar Bioskop Bandung Viral

Honor Rp 5,8 Miliar yang Memicu Perdebatan

Meski permintaan maaf sudah dilayangkan, amarah publik kembali tersulut setelah bocornya rincian pendapatan IU untuk proyek ini. Kabar yang beredar di forum komunitas daring menyebutkan bahwa IU menerima bayaran sebesar 500 juta won, atau setara dengan Rp 5,8 miliar untuk setiap episode. Dengan total 12 episode, pelantun lagu ‘Celebrity’ ini diperkirakan mengantongi total 6 miliar won (sekitar Rp 70,3 miliar).

Angka ini menempatkan IU dalam jajaran elit aktris dengan bayaran tertinggi di Korea Selatan, bersanding dengan nama-nama besar seperti Song Hye Kyo dan Jun Ji Hyun. Namun, publik mempertanyakan apakah kualitas akting dan dampak positif yang diberikan sebanding dengan nilai tersebut. “Jika angka ini benar, rasanya sangat miris. 6 miliar won untuk akting yang biasa saja dan drama yang merusak sejarah?” tulis seorang netizen anonim dengan nada pedas.

Baca Juga  Mengenal Dry Begging: Ketika Kebiasaan 'Ngode' Berubah Menjadi Manipulasi dalam Hubungan

Bayang-bayang Skandal Masa Lalu

Kontroversi Perfect Crown seolah membuka kembali kotak pandora masa lalu IU. Netizen kembali mengungkit berbagai skandal artis yang pernah menyeret namanya, mulai dari foto kontroversial bersama Eunhyuk Super Junior hingga tuduhan referensi pedofilia dalam lirik lagu ‘Zeze’. Tekanan publik semakin menguat dengan adanya spekulasi mengenai pengaruh Tiongkok yang terlalu besar dalam produksi drama ini, termasuk kemampuan bahasa Mandarin IU yang fasih, yang kini dipandang dengan penuh kecurigaan oleh sebagian pihak.

Kasus ini menjadi pengingat bagi industri hiburan Korea Selatan bahwa nilai komersial seorang bintang besar harus dibarengi dengan tanggung jawab terhadap integritas sejarah dan budaya yang ditampilkan di layar kaca.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com