Swatch x Audemars Piguet Gebrak Dunia Horologi, Koleksi ‘Royal Pop’ Akhirnya Resmi Terungkap
Kamis, 14 Mei 2026 09:35 WIB
Kabarmalam.com — Teka-teki besar yang menyelimuti kolaborasi paling ambisius tahun ini antara raksasa jam tangan Swatch dan maestro horologi mewah Audemars Piguet (AP) akhirnya menemui titik terang. Setelah berhari-hari membuat publik penasaran, penampakan fisik dari hasil sinergi dua ikon Swiss ini resmi diperkenalkan kepada dunia. Bukan sekadar arloji pergelangan tangan biasa, kolaborasi ini menghadirkan kejutan berupa jam saku atau pocket watch yang diberi tajuk ‘Royal Pop’.
Melalui unggahan visual terbaru di akun media sosial resmi mereka pada Rabu (13/5/2026), koleksi ini menampilkan siluet ikonis Royal Oak yang melegenda dengan bentuk segi delapan (octagonal) yang khas. Namun, ada twist unik yang diberikan: jam ini hadir tanpa tali standar. Sebagai gantinya, Royal Pop dilengkapi dengan cantolan untuk lanyard, memungkinkan penggunanya untuk mengenakan jam ini sebagai kalung yang modis atau menjadikannya gantungan kunci yang eksentrik sebagai bagian dari gaya hidup modern.
Satu Koleksi, Dua Nafas Swiss yang Berbeda
“Delapan jam saku unik diciptakan untuk mereka yang berani bereksperimen dalam gaya. Dua ikon Swiss bersatu dalam satu koleksi yang menulis ulang aturan pembuatan jam tangan,” tulis pernyataan resmi tersebut. Koleksi Royal Pop ini hadir dengan nuansa pop-art yang jenaka namun tetap mempertahankan nilai estetika tinggi. Penggemar ditawarkan dua varian gaya utama, yakni Lépine dan Savonnette.
Perbedaan mendasar keduanya terletak pada posisi crown atau pemutar jam. Model Lépine menempatkan crown pada posisi jam 12 dengan enam pilihan warna yang mencolok, mulai dari Otto Rosso, Huit Blanc, Green Eight, Blaue Acht, Orenji Hachi, hingga Ocho Negro. Sementara itu, model Savonnette memiliki crown di posisi jam 3 lengkap dengan fitur subdial detik yang menawan, tersedia dalam pilihan warna Lan Ba dan Otg Roz.
Inovasi Jeroan SISTEM51 yang Tangguh
Meskipun tampilannya terlihat sangat playful, urusan dapur pacu tidak bisa dipandang sebelah mata. Bagian belakang jam yang transparan memperlihatkan mekanisme mesin otomatis SISTEM51 milik Swatch. Teknologi ini merupakan sebuah terobosan besar sejak diperkenalkan tahun 2013, yang menawarkan ketahanan daya atau power reserve hingga 90 jam. Hal ini membuktikan bahwa Royal Pop bukan sekadar aksesori fashion, melainkan karya horologi yang serius.
Spekulasi Harga dan Antusiasme Pasar
Meskipun jadwal penjualan telah ditetapkan mulai 16 Mei mendatang di gerai Swatch tertentu, informasi mengenai harga masih disimpan rapat-rapat. Banyak pengamat memprediksi harganya tidak akan jauh berbeda dengan fenomena ‘MoonSwatch’ (kolaborasi Swatch x Omega) yang dirilis tahun 2022 lalu. Sebagai perbandingan, MoonSwatch kala itu dibanderol sekitar US$ 260 atau sekitar Rp 4,5 juta.
Kolaborasi ini menarik karena mempertemukan dua kutub yang sangat berbeda. Swatch dikenal sebagai merek mass-market yang terjangkau, sementara Audemars Piguet adalah simbol eksklusivitas dan kemewahan tingkat tinggi. Menanggapi skeptisisme beberapa pihak, CEO Audemars Piguet, François-Henry Bennahmias, memberikan komentar yang tegas. “Satu-satunya cara untuk bermain aman adalah dengan tidak melakukan apa pun, dan itu bukan DNA AP. Jika orang-orang tidak mengkritik proyek ini, artinya kami belum berusaha cukup keras,” ungkapnya seperti dikutip dari GQ.
Bagi para pencinta fashion dan kolektor jam tangan, kehadiran Royal Pop adalah bukti bahwa batas antara kemewahan tradisional dan budaya pop semakin tipis, menciptakan ruang baru bagi kreativitas yang tak terbatas.