Ikuti Kami
kabarmalam.com

Perjalanan Spiritual Kyla Gillespie: Kisah Detransisi dan Pencarian Jati Diri yang Hilang

Jurnal | kabarmalam.com
Rabu, 13 Mei 2026 12:04 WIB
Perjalanan Spiritual Kyla Gillespie: Kisah Detransisi dan Pencarian Jati Diri yang Hilang

Kabarmalam.com — Menapaki jalan panjang sebagai pria transgender selama enam tahun ternyata menyisakan ruang hampa bagi Kyla Gillespie. Lahir sebagai seorang perempuan, Kyla kini berani bersuara mengenai penyesalan mendalam yang ia rasakan setelah bertahun-tahun hidup dalam identitas baru. Ia menyoroti pentingnya kejujuran medis, terutama mengenai dampak psikologis dan emosional yang sering kali terabaikan dalam proses transisi.

Kyla mengungkapkan bahwa selama proses transformasinya, ia merasa tidak mendapatkan penjelasan yang cukup komprehensif mengenai risiko penyesalan pasca-operasi. Perubahan fisik yang bersifat permanen ternyata membawa beban batin yang tak terbayangkan sebelumnya. “Saya berharap para dokter bisa lebih terbuka menjelaskan sisi emosional dari operasi ini. Bahwa akan ada masa di mana saya meratapi bagian tubuh yang telah hilang,” ungkap wanita berusia 45 tahun tersebut dalam sebuah wawancara.

Baca Juga  Navigasi Bintang 4 Mei: Libra Hindari Drama, Scorpio Temukan Peluang, dan Sagitarius Tetap Konsisten

Akar Kegelisahan dan Masa Lalu yang Kelam

Pergumulan Kyla dengan identitas gender sejatinya telah dimulai sejak ia masih kanak-kanak. Di usia enam tahun, saat teman-teman sebayanya asyik dengan dunianya masing-masing, Kyla merasa ada yang berbeda pada dirinya. Rasa tidak nyaman itu terus terbawa hingga ia beranjak remaja, di mana ia mulai menyadari ketertarikan pada sesama jenis.

Kekosongan jiwa ini sempat membawanya ke dalam jeratan alkohol selama 11 tahun sejak usia 19 tahun. Namun, titik balik pertama terjadi saat ia memutuskan untuk masuk ke fasilitas pemulihan berbasis keyakinan. Di masa itulah, Kyla merasa bahwa mengubah identitas menjadi seorang pria adalah jawaban atas kegelisahannya. Ia pun memilih nama Bryson, menggunakan kata ganti maskulin, dan menjalani serangkaian terapi hormon testosteron serta tindakan bedah.

Baca Juga  Skandal Klinik Kecantikan Ilegal, Gelar Puteri Indonesia Riau 2024 Jeni Rahmadial Resmi Dicabut

Ilusi Kesempurnaan dan Panggilan Pulang

Selama menjalani masa transisi, Kyla mengaku selalu dikelilingi oleh narasi positif. Komunitas di sekitarnya seolah menutupi sisi gelap dan kesulitan dari proses tersebut. Ada ekspektasi besar bahwa operasi akan membuatnya merasa “utuh”. Namun, kenyataan berbicara lain. Semakin dalam ia melangkah, semakin kuat rasa rindu akan jati diri aslinya.

Momen spiritual yang dahsyat terjadi ketika ia kembali aktif dalam komunitas gereja di tengah depresi berat yang menghimpitnya. Kyla mengaku mendengar sebuah panggilan spiritual yang sangat personal. “Tuhan berkata, ‘Kembalilah kepada-Ku, Kyla.’ Saat itu saya sudah lama meninggalkan nama itu, tapi mendengarnya membuat saya merasa seperti pulang ke rumah,” kenangnya dengan haru.

Meniti Jalan Detransisi

Keyakinan itulah yang mendorongnya untuk menjalani proses detransisi guna kembali menjadi perempuan seutuhnya. Langkah ini bukanlah jalan yang mudah, mengingat ia telah menjalani kehidupan sebagai pria selama bertahun-tahun. Kini, sembilan tahun telah berlalu sejak ia memutuskan untuk kembali ke kodratnya. Menariknya, saat ia berkonsultasi kembali dengan tim medis, banyak dokter yang mengaku belum pernah menangani kasus serupa, yang menunjukkan betapa jarangnya literasi mengenai detransisi di dunia medis.

Baca Juga  Kilauan Merah di Tengah Prahara: Penemuan Rubi Raksasa 11.000 Karat Guncang Myanmar

Saat ini, Kyla Gillespie mendedikasikan hidupnya untuk membantu orang lain melalui organisasi yang ia dirikan, Renewed & Transformed. Melalui buku karyanya yang berjudul TransFormed, ia membagikan kisah nyata tentang gender dysphoria dan bagaimana ia menemukan pemulihan. Ia ingin masyarakat memahami bahwa setiap pilihan besar memiliki konsekuensi jangka panjang, namun selalu ada ruang untuk rekonsiliasi dan menemukan kembali diri yang sempat hilang.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com