Ditampar Realitas: Kisah Aktor Populer China yang Kini Alih Profesi Jadi Petani Akibat Gempuran AI
Jumat, 08 Mei 2026 15:35 WIB
Kabarmalam.com — Gelombang kemajuan teknologi nyatanya tidak hanya menyasar sektor manufaktur atau administrasi, namun mulai merambah ke dunia seni peran yang selama ini dianggap sangat mengandalkan ekspresi manusiawi. Salah satu kisah yang paling menyita perhatian datang dari daratan Tiongkok, di mana seorang aktor ternama, Zhang Xiaolei, terpaksa menelan pil pahit setelah kariernya di industri drama China tergerus oleh kehadiran Kecerdasan Buatan atau AI.
Puncak Karier Sang ‘Presiden Otoriter’
Pria berusia 28 tahun ini bukanlah nama baru di industri miniseri China. Memulai langkahnya sebagai seorang penari profesional, Zhang Xiaolei menemukan peruntungan di dunia akting pada akhir tahun 2023. Sejak saat itu, wajahnya menjadi langganan layar kaca melalui lebih dari 200 judul drama pendek. Menariknya, sekitar 70 persen dari peran yang ia mainkan adalah karakter ‘Ba Zong’ atau sosok presiden perusahaan yang dominan dan otoriter.
Karakter ini sangat dicintai penonton karena menggambarkan pria yang tampak dingin namun memiliki sisi lembut hanya untuk pasangannya. Zhang mengenang masa keemasan tersebut sebagai periode yang sangat sibuk, di mana ia pernah bekerja selama tiga hari berturut-turut tanpa jeda istirahat demi memenuhi permintaan pasar yang haus akan konten hiburan berkualitas.
Gempuran AI dan Perubahan Peta Industri
Namun, kejayaan itu perlahan memudar seiring dengan transformasi digital yang masif. Industri drama pendek di China mulai mengadopsi teknologi AI untuk menciptakan karakter virtual. Penggunaan aktor digital ini dianggap lebih efisien secara biaya dibandingkan menyewa aktor sungguhan. Dampaknya langsung terasa bagi Zhang; tawaran peran menurun drastis, dan jika pun ada, bayaran yang ditawarkan merosot hingga setengah dari tarif normalnya tahun lalu.
Menghadapi kenyataan pahit ini, Zhang tidak tinggal diam meratapi nasib. Sejak Maret lalu, ia memutuskan untuk mengambil langkah berani dengan beralih profesi. Ia menginvestasikan dana sebesar 400.000 yuan atau sekitar Rp1 miliar untuk membuka perkebunan cabai di Provinsi Qinghai. Pemilihan bisnis ini bukan tanpa alasan, mengingat orang tuanya telah lama bergelut sebagai petani cabai, sehingga ia memiliki pemahaman dasar tentang agrikultur.
Dari Layar Kaca ke Ladang Cabai
Kini, hari-hari Zhang tidak lagi diisi dengan naskah drama, melainkan dengan urusan tanah dan hasil panen. Ia kerap terlihat menjajakan hasil kebunnya di pasar pedesaan dengan harga 4 yuan atau sekitar Rp10 ribu per kilogram. Perubahan gaya hidup yang drastis ini ia bagikan melalui media sosial dengan narasi yang menyentuh hati banyak orang.
“Pekerjaan penuh waktuku sekarang adalah menanam cabai dan menjualnya di jalanan. Dulu di depan kamera aku sering ‘menampar’ orang karena tuntutan peran, tapi sekarang aku sendiri yang merasa ditampar oleh kenyataan,” tulisnya dalam sebuah unggahan yang emosional. Ia juga menambahkan betapa ironisnya kehidupan yang ia jalani: di dalam drama ia bergelimang harta sebagai miliarder, namun di dunia nyata, ia merasa gusar jika ada pelanggan yang lupa membayar tagihan kecil sekalipun.
Menatap Masa Depan dengan Harapan
Meski karier aktingnya sedang di ambang ketidakpastian, Zhang tetap memelihara asa. Ia mengaku tetap terbuka jika ada tawaran akting yang datang, namun ia juga sudah berdamai dengan profesi barunya sebagai petani. Baginya, hidup adalah tentang naik dan turun, dan kemampuan untuk beradaptasi adalah kunci utama untuk bertahan di tengah perubahan zaman yang tak terduga.
Kisah Zhang Xiaolei menjadi pengingat bagi kita semua bahwa inovasi teknologi membawa dampak ganda: di satu sisi menawarkan kemudahan, namun di sisi lain menuntut kesiapan mental bagi mereka yang terdampak secara langsung. Kini, sang ‘Presiden Otoriter’ itu membuktikan bahwa kegagihan di layar kaca ternyata juga bisa diterapkan dalam menghadapi tantangan nyata di ladang kehidupan.