Ketegangan di Balik Lensa: Pertemuan Miss Israel 2025 dan Rama Duwaji yang Picu Kontroversi Panas
Kamis, 07 Mei 2026 09:34 WIB
Kabarmalam.com — Sebuah pertemuan tak terduga di tengah hiruk-pikuk New York mendadak menjadi sorotan global setelah Miss Israel 2025, Melanie Shiraz, mengunggah momen pertemuannya dengan Rama Duwaji, istri dari tokoh politik New York Zohran Mamdani. Namun, alih-alih menjadi simbol perdamaian, interaksi singkat tersebut justru memicu perdebatan panas di media sosial yang menyoroti tajamnya polarisasi ideologi terkait konflik Timur Tengah saat ini.
Dalam sebuah cuplikan video yang dibagikan Shiraz melalui akun Instagram pribadinya, suasana awalnya tampak cair. Rama Duwaji terlihat sempat melemparkan senyum ramah ke arah kamera. Namun, atmosfer mendadak berubah drastis ketika Shiraz memperkenalkan jati dirinya sebagai pemegang gelar Miss Israel. Perubahan raut wajah Duwaji yang mencoba menjauh dari bidikan kamera menjadi poin yang paling banyak dibicarakan netizen.
Dialog yang Terputus
Melanie Shiraz mengungkapkan bahwa dirinya sempat mencoba mencairkan suasana dengan mengajak berdialog. Menurut pengakuannya, ia menekankan pentingnya komunikasi tanpa harus mendiskreditkan pihak lain. Namun, ajakan tersebut bertepuk sebelah tangan. Duwaji, yang dikenal sebagai pendukung setia perjuangan Palestina, memilih untuk bersikap tegas dan mengakhiri interaksi tersebut dengan kata maaf yang singkat.
“Dia tetap sopan, tetapi jelas ada perubahan nada bicara yang signifikan. Begitu saya memperkenalkan diri, dia langsung menyatakan ketidakinginannya untuk melanjutkan pembicaraan,” tutur Shiraz saat mengenang momen tersebut. Bagi Shiraz, ini adalah upaya diplomasi yang gagal, namun bagi publik, ini adalah cerminan dari prinsip yang kokoh.
Siapa Rama Duwaji?
Untuk memahami mengapa reaksi ini terjadi, publik perlu melihat rekam jejak Rama Duwaji. Sosok yang kerap disebut sebagai ‘First Lady’ dalam lingkaran pendukung Zohran Mamdani ini merupakan seniman muda dari generasi Z yang sangat vokal. Sebagai seorang Muslim, Duwaji tidak pernah ragu menyuarakan keberpihakannya terhadap isu kemanusiaan di Gaza.
Unggahan-unggahannya di media sosial sering kali berani, bahkan terkadang dianggap ekstrem oleh sebagian pihak. Ia pernah mengutip aktivis legendaris Leila Khaled, yang menunjukkan kedalaman ideologinya dalam mendukung perjuangan Palestina. Meski sempat menyampaikan permohonan maaf atas beberapa diksi yang dianggap terlalu keras di masa lalu, sikapnya dalam pertemuan dengan Shiraz membuktikan bahwa posisinya terhadap isu Israel tetap tidak tergoyahkan.
Reaksi Netizen: Dari Kritik hingga Kecaman
Bukannya mendapat simpati, unggahan Melanie Shiraz justru dibanjiri komentar pedas dari warga net. Narasi “dialog” yang dibawanya dianggap tidak peka terhadap realitas pahit yang terjadi di lapangan. Banyak netizen yang mengingatkan Shiraz tentang jumlah korban jiwa di Gaza, termasuk ribuan bayi yang menjadi korban dalam perang yang berkecamuk.
“Sangat ironis berbicara tentang rasa kemanusiaan saat pihak Anda sedang melakukan hal yang sebaliknya,” tulis salah satu pengguna Instagram di kolom komentar. Sentimen publik tampaknya lebih condong mengapresiasi sikap dingin Duwaji sebagai bentuk protes diam terhadap kebijakan pemerintah Israel di bawah kepemimpinan Netanyahu.
Pertemuan singkat ini menjadi pengingat bahwa di panggung dunia saat ini, identitas nasional dan keberpihakan politik bukan sekadar label, melainkan garis pembatas yang nyata, bahkan dalam pertemuan yang paling kasual sekalipun.