Sering Kembung Saat Stres Melanda? Kenali Rahasia ‘Otak Kedua’ dan Cara Mengatasinya
Selasa, 05 Mei 2026 12:04 WIB
Kabarmalam.com — Pernahkah Anda merasa perut tiba-tiba terasa penuh, begah, dan kembung tepat saat tekanan pekerjaan atau masalah emosional sedang memuncak? Fenomena ini bukan sekadar perasaan belaka. Ternyata, ada koneksi biologis yang sangat kuat antara tingkat tekanan mental seseorang dengan kesehatan sistem pencernaannya.
Meski pola makan Anda tetap terjaga, gejolak emosi mampu mengacaukan ritme kerja organ dalam. Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya terletak pada hubungan unik antara sistem saraf dan saluran cerna kita.
Mengenal ‘Otak Kedua’ Manusia
Rebecca Ditkoff, seorang pakar nutrisi terkemuka, menjelaskan bahwa usus manusia sering kali disebut sebagai otak kedua. Hal ini dikarenakan usus sangat dipengaruhi oleh sistem saraf enterik yang mengatur seluruh proses pencernaan. Kondisi emosional seseorang hampir selalu tercermin pada kondisi perutnya karena keduanya saling terhubung tanpa henti.
Saat kita merasa terancam atau tertekan, tubuh akan beralih ke mode fight-or-flight (lawan atau lari). Dalam kondisi ini, hormon stres seperti kortisol dan adrenalin akan melonjak drastis. Akibatnya, tubuh memprioritaskan energi untuk otot agar bisa bertahan, sementara aliran darah ke sistem pencernaan justru dikurangi. Inilah yang memicu timbulnya gangguan pencernaan yang mendadak.
Mengapa Stres Menimbulkan Gas?
Ketika sistem pencernaan “melambat” akibat stres, makanan yang masuk tidak dapat dipecah dengan sempurna. Proses penguraian yang terhambat ini menyebabkan makanan bertahan lebih lama di dalam usus, yang kemudian memicu penumpukan gas. Reaksi setiap orang bisa berbeda-beda; ada yang merasa perutnya kembung keras, sementara yang lain mungkin mengalami kram hingga diare.
Untuk meredakan kondisi ini, kita harus mampu mengembalikan tubuh ke fase rest-and-digest (istirahat dan cerna). Berikut adalah beberapa langkah strategis dari tim redaksi Kabarmalam.com untuk mengatasi begah akibat stres:
Tips Mengatasi Perut Begah dan Kembung Saat Stres
- Praktikkan Manajemen Stres Sederhana: Mengatur napas adalah cara tercepat untuk menenangkan saraf. Cobalah teknik menarik napas empat detik, menahan empat detik, dan mengembuskan napas dalam empat detik. Lakukan berulang hingga pikiran terasa lebih ringan. Manajemen stres yang baik adalah kunci utama perut yang sehat.
- Ciptakan Waktu Makan yang Berkualitas: Jangan pernah makan sambil mengerjakan tugas atau dalam keadaan terburu-buru. Kebiasaan ini membuat Anda menelan lebih banyak udara (aerofagia). Luangkan waktu setidaknya 30 hingga 60 menit untuk duduk tenang dan menikmati setiap suapan makanan Anda.
- Pilih Menu yang Bersahabat bagi Lambung: Saat sedang begah, hindari sayuran mentah seperti salad, brokoli, atau kubis yang sulit dicerna. Cobalah mengonsumsi makanan sehat yang disajikan hangat untuk membantu mengendurkan otot-otot pencernaan yang tegang.
- Waspadai Pemicu Gas Tambahan: Minuman berkarbonasi, penggunaan sedotan, hingga mengunyah permen karet dapat menambah volume udara di dalam perut. Jika Anda merasa mulai kembung, sebaiknya hindari hal-hal tersebut untuk sementara waktu.
- Batasi ‘Emotional Eating’: Banyak orang cenderung mencari pelarian pada makanan manis atau berlemak saat stres. Padahal, gula dan lemak jenuh justru memperlambat kerja usus dan memperparah rasa begah. Pilihlah air mineral yang cukup untuk membantu kelancaran sistem metabolisme.
- Kunyah Makanan Secara Maksimal: Pencernaan dimulai sejak makanan berada di mulut. Dengan mengunyah makanan hingga benar-benar halus, Anda telah membantu meringankan kerja lambung yang sedang melambat akibat pengaruh hormon stres.
Menjaga kesehatan tubuh tidak hanya soal apa yang masuk ke dalam mulut, tetapi juga bagaimana kita mengelola apa yang terjadi di dalam pikiran. Dengan memahami koneksi ini, Anda bisa lebih siap dalam menjaga kenyamanan perut di tengah padatnya aktivitas harian.