Ikuti Kami
kabarmalam.com

Kisah Tangguh Pengungsi di Panggung Catwalk: Kolaborasi Kemanusiaan Makaila Haifa dan UNHCR

Jurnal | kabarmalam.com
Selasa, 28 Apr 2026 20:04 WIB
Kisah Tangguh Pengungsi di Panggung Catwalk: Kolaborasi Kemanusiaan Makaila Haifa dan UNHCR

Kabarmalam.com — Cahaya lampu sorot di Padang Room, The Westin Hotel Jakarta, malam itu terasa berbeda. Bukan sekadar memamerkan kemewahan tekstil, panggung tersebut menjadi saksi bisu dari transformasi luar biasa para wanita yang sempat kehilangan arah akibat konflik global. Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2026, brand modest wear lokal Makaila Haifa bersinergi dengan UNHCR (The UN Refugee Agency) mempersembahkan sebuah perhelatan bertajuk “Women’s Resilience: From Surviving to Thriving.”

Mengubah Trauma Menjadi Karya Melalui Mishka Project

Panggung ini bukan sekadar peragaan busana biasa. Melalui Mishka Project Batch V, Ling Hida selaku pendiri Makaila Haifa, memberikan ruang bagi para pengungsi wanita dari Palestina, Somalia, Afghanistan, Irak, hingga Sri Lanka untuk menunjukkan bakat terpendam mereka. Selama tiga bulan intensif sejak awal tahun 2026, para wanita tangguh ini dibekali keterampilan modeling profesional dari Look Inc. serta teknik seni lukis kain atau fashion painting dari para mentor sekolah mode ternama di Jakarta.

Baca Juga  Sinopsis Film 12 Strong: Aksi Heroik Pasukan Berkuda Chris Hemsworth di Bioskop Trans TV

Hasilnya sungguh memukau. Mishka Project berhasil mengubah narasi pengungsi yang selama ini sering dianggap sebagai beban atau sosok yang lemah, menjadi individu yang berdaya, bertalenta, dan penuh percaya diri di atas catwalk.

Metamorfosis: Simbol Ketangguhan dalam Balutan Hitam dan Emas

Koleksi terbaru bertajuk “Metamorfosis” menjadi bintang utama dalam acara tersebut. Didominasi oleh palet warna hitam dan emas yang elegan, busana-busana ini mencerminkan identitas kuat dan keberanian. Ling Hida merancang koleksi ini dengan gaya modest wear yang fungsional, mulai dari pakaian kantor (office wear) hingga busana harian yang tetap terlihat mewah.

Keunikan koleksi ini terletak pada sentuhan personal para pengungsi. Setiap goresan kuas dalam teknik fashion painting di atas kain, tas, hingga syal merupakan manifestasi dari emosi dan mimpi-mimpi mereka yang sempat tertunda. “Setiap pakaian punya cerita sendiri. Saya mewadahi emosi dan mimpi mereka dalam karyanya. Produk ini memiliki nilai yang dalam,” ujar Ling Hida dengan nada penuh haru.

Baca Juga  Ramalan Zodiak Cinta 27 April: Ujian Keharmonisan Pisces dan Tantangan Emosi bagi Aquarius

Gerakan Hati di Balik Industri Fashion

Bagi Ling Hida, proyek ini bukan sekadar urusan bisnis. Inisiatif ini lahir dari empati mendalam dan pengalaman pribadinya sebagai penyintas kekerasan berbasis gender. Ia merasa industri fashion yang identik dengan keglamoran harus bisa memberikan dampak nyata bagi kemanusiaan.

“Makaila bergerak dari rasa empati. Di luar sana banyak wanita yang berjuang keras hanya untuk memberi makan anaknya. Saya ingin menunjukkan empati ini melalui kerja nyata, bukan sekadar kata-kata,” ungkapnya kepada awak media. Melalui kolaborasi ini, ia berharap pintu peluang kerja bagi para pengungsi semakin terbuka lebar, sekaligus mengikis stigma negatif yang sering melekat pada komunitas pencari suaka di Indonesia.

Baca Juga  Semangat Emansipasi di Era Digital: 10 Twibbon Eksklusif Rayakan Hari Kartini 2026

Mendukung Ekonomi Lokal Tasikmalaya

Selain memberdayakan pengungsi, Makaila Haifa tetap berpijak pada akar lokal dengan melibatkan para penjahit dari Tasikmalaya. Langkah ini diambil untuk membangkitkan kembali ekonomi para perajin di kampung halamannya. Koleksi yang sarat makna ini dipasarkan secara daring dengan rentang harga Rp 350 ribu hingga Rp 2 juta.

Melalui brand lokal ini, Ling Hida menitipkan harapan besar agar pemerintah dan kedutaan besar asing lebih peduli terhadap masa depan pengungsi wanita. Baginya, setiap dukungan yang diberikan adalah investasi untuk kemanusiaan yang lebih bermartabat.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com