Ikuti Kami
kabarmalam.com

Sentuhan Tajam Anna Wintour di Set ‘The Devil Wears Prada 2’: Dari Kritik Bunga Hingga Cameo yang Canggung

Jurnal | kabarmalam.com
Kamis, 23 Apr 2026 08:04 WIB
Sentuhan Tajam Anna Wintour di Set 'The Devil Wears Prada 2': Dari Kritik Bunga Hingga Cameo yang Canggung

Kabarmalam.com — Desas-desus mengenai sosok asli di balik karakter dingin Miranda Priestly dalam film ikonik ‘The Devil Wears Prada’ seolah menemukan titik terang baru. Meski selama belasan tahun bungkam, sang mogul fashion dunia, Anna Wintour, kini justru menunjukkan keterlibatan yang cukup intens dalam proyek sekuel yang sangat dinanti, The Devil Wears Prada 2.

Kehadiran mantan Editor-in-Chief Vogue tersebut di lokasi syuting bukan sekadar kunjungan basa-basi. Kabarnya, wanita berusia 76 tahun ini sempat melakukan ‘inspeksi’ mendadak yang membuat kru film kalang kabut. Hal ini terungkap melalui pengakuan sang sutradara, David Frankel, dan penulis naskah Aline Brosh McKenna dalam sebuah bincang-bincang podcast baru-baru ini.

Insting Tajam di Kantor Dior

Cerita bermula saat proses pengambilan gambar dilakukan di lokasi yang disulap menjadi kantor Dior—tempat di mana karakter Emily, yang diperankan oleh Emily Blunt, dikisahkan bekerja. Anna Wintour yang kala itu hadir di lokasi syuting tampak berdiri tenang di dekat monitor. Namun, matanya yang jeli langsung menangkap sesuatu yang dianggapnya mengganggu estetika dunia mode kelas atas.

Baca Juga  Tren White Blush: Rahasia Wajah Glowing dan Efek Ethereal yang Kini Tengah Viral

Objek kritiknya? Dekorasi bunga di atas meja. Anna menilai penggunaan bunga berwarna merah muda di kantor Dior adalah sebuah kesalahan fatal. Menurut instingnya, rumah mode ternama tersebut hanya akan menggunakan bunga berwarna putih untuk menjaga kemewahan yang minimalis.

“Saya langsung berlari keluar dan berteriak, ‘Hei, singkirkan bunga-bunga itu!'” kenang Aline Brosh McKenna. Tanpa menunggu lama, tim properti segera merombak dekorasi dan menggantinya dengan satu vas bunga putih demi memenuhi standar selera sang legenda Vogue tersebut.

Momen Cameo yang Tak Bisa Diulang

Selain memberikan ‘kuliah’ singkat mengenai estetika, Anna Wintour sebenarnya sempat merekam satu adegan tambahan yang direncanakan sebagai konten ekstra untuk platform streaming. Namun, ternyata berhadapan dengan kamera film bukanlah keahlian utama sang editor.

Baca Juga  Sinopsis Film 12 Strong: Aksi Heroik Pasukan Berkuda Chris Hemsworth di Bioskop Trans TV

David Frankel mengungkapkan bahwa proses syuting bersama Anna tidak berjalan semulus yang dibayangkan. Anna sempat melewatkan instruksi atau cue, yang mengakibatkan fokus gambar menjadi tidak sempurna. Uniknya, meski hasilnya kurang memuaskan, David memilih untuk tidak melakukan pengambilan gambar ulang.

“Saya tidak mungkin meminta Anna untuk melakukan take kedua kali. Itu di luar keberanian saya,” ujar David berseloroh, menggambarkan betapa kuatnya aura wibawa yang dibawa Anna ke lokasi syuting.

Meryl Streep dan Tabir Miranda Priestly

Hubungan antara film ini dengan Anna Wintour memang selalu menjadi topik hangat sejak film pertamanya dirilis pada tahun 2006. Diadaptasi dari novel karya Lauren Weisberger, karakter Miranda Priestly yang diperankan dengan apik oleh Meryl Streep disebut-sebut sebagai refleksi dari kepemimpinan Anna yang perfeksionis.

Baca Juga  Kontroversi Sikap Shim Hyung Tak: Benarkah Sang Aktor Terlalu Temperamen pada Istrinya?

Namun, dalam wawancara terpisah bersama Andy Cohen di SiriusXM, Meryl Streep justru memberikan pengakuan mengejutkan. Ia mengaku sama sekali tidak mempelajari sosok Anna Wintour saat membangun karakter Miranda. Meryl sengaja menjaga jarak dari hiruk-pikuk dunia fashion agar bisa menciptakan interpretasi karakternya sendiri.

“Saya hanya ingin menciptakan Miranda versi saya sendiri—membayangkan bagaimana rasanya jika saya yang berada di posisi penuh tekanan tersebut,” ungkap pemenang Oscar itu menutup pembicaraan.

Kehadiran Anna Wintour dalam pusaran produksi sekuel ini seolah menjadi validasi tak tertulis bahwa dunia nyata dan fiksi dalam ‘The Devil Wears Prada’ memang memiliki garis yang sangat tipis.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com