Ikuti Kami
kabarmalam.com

Tragedi Tato ‘Kepemilikan’: Kisah Pilu Joke yang Dipaksa Menato Nama Mantan di Sekujur Tubuh

Jurnal | kabarmalam.com
Jumat, 17 Apr 2026 15:35 WIB
Tragedi Tato 'Kepemilikan': Kisah Pilu Joke yang Dipaksa Menato Nama Mantan di Sekujur Tubuh

Kabarmalam.com — Sebuah narasi kelam mengenai obsesi dan kontrol ekstrem baru-baru ini mengguncang publik, menyoroti kisah seorang wanita asal Belanda yang menjadi korban kebrutalan dalam sebuah relasi. Wanita yang dikenal dengan nama Joke ini membagikan pengalaman traumatiknya selama bertahun-tahun, di mana ia dipaksa oleh mantan kekasihnya untuk merajah tubuhnya lebih dari 250 kali sebagai bentuk ‘tanda kepemilikan’.

Pria yang menjadi pelaku tersebut diketahui membeli mesin tato murah secara daring dan menggunakannya untuk menutupi hampir 90 persen tubuh Joke dengan tinta permanen. Mayoritas dari tato tersebut adalah nama atau inisial sang pelaku, sebuah tindakan yang dirancang untuk merusak identitas diri korban dan mengukuhkan dominasi sang pria.

Baca Juga  Sering Jadi Sorotan! Ini 6 Fakta Tersembunyi Venezuela yang Jarang Diketahui Dunia

Simbol Kontrol dan Eksploitasi Tubuh

Menurut Andy Han dari organisasi Spijt van Tattoo (Penyesalan Tato), tindakan keji ini jauh melampaui batas kekerasan dalam hubungan biasa. Ia menjelaskan bahwa penempatan tato tersebut dilakukan secara strategis di area-area yang dianggap pelaku pernah disentuh oleh pria lain, termasuk payudara dan bokong.

“Ini adalah tanda kontrol dan kepemilikan yang sangat ekstrem. Siapa pun yang berpikir jernih pasti memahami bahwa tidak ada orang yang secara sukarela ingin menato area sensitif seperti dekat mata, hidung, atau telinga. Ini adalah bentuk penindasan yang nyata,” ujar Andy dalam keterangannya.

Jalan Panjang Menuju Pemulihan

Saat ini, Joke tengah menjalani proses panjang penghapusan tato untuk menghapus jejak-jejak kelam masa lalunya. Foto-foto terbaru dari kampanye penggalangan dana menunjukkan kemajuan yang signifikan; wajah Joke yang sebelumnya tertutup rapat oleh tinta hitam—termasuk nama ‘Hans’ yang mencolok di leher dan wajahnya—kini mulai terlihat bersih dan cerah kembali.

Baca Juga  Rahasia di Balik Kemewahan Gaun Pengantin 'Chaos' Sydney Sweeney di Euphoria Season 3

Pihak penyelenggara penggalangan dana menyebutkan bahwa Joke memiliki harapan besar untuk bisa sepenuhnya terbebas dari sisa-sisa tinta tersebut pada akhir tahun ini. Namun, perjalanan ini tidaklah mudah. Selain luka fisik, Joke harus menghadapi teror mental yang terus berlanjut. Mantan kekasihnya dilaporkan masih melakukan aksi penguntitan, ancaman, hingga intimidasi yang sempat membuat Joke terjerumus dalam ketergantungan alkohol dan obat-obatan demi mematikan rasa sakitnya.

Menanti Keadilan dan Harapan Baru

Meski Joke telah melaporkan seluruh tindakan keji ini kepada pihak kepolisian di Belanda, hingga detik ini belum ada langkah hukum berupa penangkapan terhadap pelaku. Kondisi ini menambah beban berat bagi Joke yang kini tengah berupaya menyembuhkan trauma psikologis yang dialaminya.

Baca Juga  Ramalan Zodiak 19 April: Libra Perlu Ekstra Waspada, Sagitarius Saatnya Mendengar Saran

Di tengah perjuangannya, Joke tetap membawa pesan optimisme bagi dunia. Ia ingin kisahnya menjadi pengingat bagi korban kekerasan lain bahwa selalu ada jalan untuk bangkit. “Seseorang yang pernah terluka sangat dalam tetap memiliki kesempatan untuk berdiri tegak kembali. Jika saya sanggup melaluinya, saya percaya orang lain juga bisa,” tuturnya dengan nada penuh keyakinan.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com