Ikuti Kami
kabarmalam.com

Inovasi SereniHijab: Kisah Haru Najma Omar Hadirkan Hijab Ramah Sensorik untuk Penyandang Autisme

Jurnal | kabarmalam.com
Minggu, 12 Apr 2026 06:36 WIB
Inovasi SereniHijab: Kisah Haru Najma Omar Hadirkan Hijab Ramah Sensorik untuk Penyandang Autisme

Kabarmalam.com — Di balik hiruk-pikuk kota Minneapolis, Amerika Serikat, sebuah terobosan lahir bukan sekadar dari ambisi bisnis, melainkan dari kedalaman kasih sayang seorang kakak. Najma Omar, seorang terapis okupasi berusia 28 tahun, berhasil meramu empati menjadi sebuah solusi nyata bagi muslimah yang memiliki kebutuhan khusus melalui label inovatif bernama SereniHijab.

Sentuhan Kasih untuk Nasteho

Latar belakang terciptanya produk ini berakar dari dinamika keluarga besar Najma yang memiliki 10 bersaudara, di mana tiga di antaranya adalah individu dengan spektrum autisme. Namun, perhatian khusus Najma tertuju pada adik perempuannya, Nasteho yang kini berusia 17 tahun. Sebagai seorang muslimah, Nasteho seringkali berhadapan dengan dilema antara menjalankan kewajiban beragama dan mengatasi sensitivitas sensoriknya terhadap kebisingan serta kenyamanan material kain.

Najma menyadari bahwa bagi penyandang gangguan sensorik, suara-suara di lingkungan sekitar bisa terasa sangat mengganggu dan menyakitkan. Sementara itu, penggunaan noise-canceling headphones yang besar seringkali terasa tidak praktis atau memberikan tekanan berlebih di kepala saat dipadukan dengan hijab konvensional.

Baca Juga  Laurence n.SSign Tuai Kritik Tajam Usai Komentar Kontroversial Soal Idol K-Pop Asal Indonesia, Ini Klarifikasinya

Pertanyaan Reflektif yang Mengubah Segalanya

Titik balik inovasi ini muncul saat Najma berada di penghujung studi doktoralnya di Universitas Minnesota. Seorang profesor melontarkan sebuah pertanyaan sederhana namun mendalam: “Alat apa yang belum diciptakan untuk membantu orang lain, padahal seharusnya ada?”

“Pertanyaan itu bukan sekadar tugas akademik bagi saya, melainkan sebuah panggilan,” kenang Najma. Ia mulai berpikir keras mengapa belum ada hijab inovatif yang mampu mengakomodasi kebutuhan unik adiknya secara santai dan nyaman.

Bersama sang suami, Ibrahim Barqadle, dan saudara kembarnya, Nafis, Najma akhirnya melahirkan SereniHijab. Nama ini diambil dari kata ‘serenity’ yang bermakna ketenangan, sebuah tujuan utama yang ingin ia berikan kepada setiap penggunanya.

Baca Juga  Ramalan Zodiak 15 April: Strategi Fokus Aries dan Pesan Bijak Taurus dalam Menghadapi Hari

Teknologi di Balik SereniHijab

SereniHijab bukanlah penutup kepala biasa. Melalui riset mendalam, Najma menggabungkan dua fitur utama yang menjadikannya istimewa:

  • Material Eksklusif: Menggunakan perpaduan 30% jersey dan 70% spandeks. Kombinasi ini menghasilkan kain yang sangat elastis, ringan, dan tidak memberikan tekanan berlebih pada kepala.
  • Bantalan Sensorik: Terdapat bantalan ringan di area telinga yang berfungsi meredam kebisingan frekuensi tinggi tanpa menciptakan rasa sesak seperti menggunakan perangkat elektronik peredam suara.

Najma menjelaskan bahwa Nasteho adalah kompas utamanya dalam memilih bahan. Menurutnya, sang adik sangat selektif dan sensitif terhadap sentuhan kain. “Dia selalu memilih jenis kain yang lembut dan elastis, dan itulah yang menjadi standar kami,” tambahnya.

Mendapat Dukungan dari Praktisi Kesehatan

Kehadiran produk inklusif ini disambut hangat oleh komunitas medis. Khadra Ahmed, seorang terapis wicara, menekankan pentingnya regulasi sensorik bagi keberhasilan terapi apa pun. Ia berpendapat bahwa jika seseorang tidak mampu memproses pengalaman sensorik dengan baik, maka akan sulit bagi mereka untuk fokus pada integrasi komunikasi atau aspek perkembangan lainnya.

Baca Juga  Drama Panggung Coachella 2026: G-Dragon Panik Cari Cincin Rp 109 Miliar yang Diduga Hilang

Identitas Agama dan Kenyamanan Neurologi

Bagi Najma Omar, proyek ini adalah manifestasi dari nilai-nilai spiritualitas yang ia yakini. Ia ingin memastikan bahwa tidak ada perempuan muslim yang harus mengorbankan identitas agamanya hanya demi kenyamanan fisik atau kebutuhan neurologisnya.

“Ini adalah bentuk penghormatan terhadap keyakinan sekaligus kebutuhan sensorik seseorang. Islam mengajarkan kemudahan dan kasih sayang. Melalui SereniHijab, saya ingin memastikan adik saya dan wanita lainnya tetap merasa nyaman dengan identitas mereka tanpa harus merasa tersiksa oleh lingkungan yang bising,” pungkasnya dengan penuh haru.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com