Melampaui Zaman: Tas Berbahan ‘Kulit Dinosaurus’ Pertama di Dunia Siap Dilelang Rp 10 Miliar
Jumat, 10 Apr 2026 07:05 WIB
Kabarmalam.com — Dunia mode internasional baru saja diguncang oleh sebuah inovasi yang terdengar mustahil: kembalinya sang raja prasejarah dalam balutan aksesori mewah. Setelah lebih dari 66 juta tahun kepunahannya, jejak Tyrannosaurus rex atau T-Rex kini hadir kembali bukan sebagai fosil kaku di museum, melainkan sebuah handbag eksklusif yang memadukan kecanggihan sains dan estetika kelas atas.
Tas ini diklaim sebagai produk fashion pertama di dunia yang menggunakan material ‘kulit’ hasil pengembangan laboratorium berbasis DNA purba. Saat ini, tas berwarna teal yang memukau tersebut sedang mencuri perhatian di Art Zoo Museum, Amsterdam. Diletakkan secara dramatis di atas bongkahan batu dalam sebuah kurungan, tepat di bawah replika raksasa T-Rex, aksesori ini dijadwalkan akan segera dilelang dengan estimasi harga fantastis yang mencapai lebih dari Rp 10 miliar.
Sains di Balik Kemewahan Prasejarah
Lahir dari kolaborasi apik antara rumah mode Enfin Levé, agensi kreatif VML, The Organoid Company, dan Lab-Grown Leather Ltd., tas ini merupakan pembuktian konsep teknologi fashion masa depan. Materialnya tidak diambil langsung dari kulit hewan yang mati, melainkan dikembangkan melalui metode lab-grown leather yang sangat mutakhir.
Proses pembuatannya pun terbilang sangat kompleks dan sarat akan ilmu pengetahuan. Para ilmuwan berhasil mengisolasi fragmen kolagen dari fosil T-Rex yang ditemukan di Amerika Serikat. Fragmen tersebut kemudian digunakan untuk merekonstruksi urutan genetik yang telah hilang, menciptakan sebuah ‘cetak biru’ kolagen yang utuh. Protein purba ini lantas dimasukkan ke dalam sel inang untuk memproduksi kolagen baru, yang tekstur dan ketahanannya diolah sedemikian rupa hingga menyerupai kulit berkualitas tinggi namun tetap etis.
Detail Mewah dan Nilai Investasi Tinggi
Tak hanya unggul dari sisi material, tas ini juga dihiasi dengan detail yang sangat elegan dan eksklusif. Rumah mode Enfin Levé menambahkan sentuhan perak sterling dan taburan berlian hitam untuk menyempurnakan penampilannya. Sebagai gambaran betapa berharganya inovasi ini, sampel kecil material berukuran 10 x 15 cm saja ditaksir memiliki nilai antara Rp 170 juta hingga Rp 340 juta.
Che Connon, CEO dari Lab-Grown Leather Ltd., mengungkapkan bahwa penggunaan identitas T-Rex memberikan dimensi nilai yang tidak bisa ditemukan pada barang mewah lainnya. “Koneksi dengan T-Rex memberikan nilai lebih yang unik. Ini bukan sekadar alternatif ramah lingkungan bagi industri fashion mewah, melainkan sebuah lompatan besar dalam evolusi teknologi material,” jelasnya.
Masa Depan Industri Mode Global
Kehadiran tas ini memicu diskusi hangat mengenai masa depan industri tekstil dan keberlanjutan. Thomas Mitchell, CEO The Organoid Company, mengakui adanya tantangan teknis yang luar biasa dalam proses produksi ini. Namun, keberhasilan mereka membuktikan bahwa batasan antara sejarah, bioteknologi, dan gaya hidup kini semakin kabur.
Bagi para kolektor dan pecinta aksesori unik serta teknologi, lelang yang akan digelar setelah pameran berakhir pada 11 Mei mendatang tentu menjadi momen yang paling dinantikan. Apakah ini akan menjadi standar baru dalam pembuatan material sintetis berkualitas tinggi di masa depan? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal yang pasti: sang raja dinosaurus telah menemukan cara paling glamor untuk tetap ‘eksis’ di era modern.