Ikuti Kami
kabarmalam.com

Tragedi di Balik Mewahnya Beverly Hills: Niat Glow Up, Victoria Nelson Malah Alami Luka Bakar Permanen

Jurnal | kabarmalam.com
Kamis, 02 Jul 2026 10:06 WIB
Tragedi di Balik Mewahnya Beverly Hills: Niat Glow Up, Victoria Nelson Malah Alami Luka Bakar Permanen

Kabarmalam.com — Harapan untuk memiliki kulit wajah yang bercahaya atau glow up seringkali membawa seseorang ke klinik kecantikan ternama dengan ekspektasi tinggi. Namun, bagi Victoria Nelson, kunjungan ke salah satu klinik paling prestisius di Beverly Hills justru menjadi awal dari mimpi buruk yang mengubah hidupnya secara drastis. Alih-alih mendapatkan kulit idaman, ia harus menelan pil pahit akibat prosedur perawatan wajah yang berakhir fatal.

Kisah pilu ini bermula pada April 2021, saat Victoria memutuskan untuk menjalani prosedur chemical peel di klinik milik Sonya Dakar, seorang estetikawan tersohor yang kerap menangani bintang-bintang Hollywood. Mengutip laporan dari New York Post, Victoria mengklaim bahwa zat kimia yang sangat korosif dioleskan ke wajahnya selama proses perawatan berlangsung. Dampaknya mengerikan: wajahnya melepuh dan mengalami luka bakar serius di area pipi, dahi, hingga ke bawah garis alis.

Baca Juga  Ramalan Zodiak 2 Juli: Intip Peluang Emas Aries dan Kunci Keharmonisan Taurus-Gemini

Trauma Fisik dan Emosional yang Mendalam

Luka yang dialami Victoria bukan sekadar luka luar yang bisa sembuh dalam hitungan hari. Ia harus menghadapi kenyataan bahwa wajahnya mengalami kerusakan permanen. Selain rasa sakit fisik yang luar biasa, Victoria juga berjuang melawan trauma emosional. Hilangnya kepercayaan diri membuatnya sempat menarik diri dari kehidupan sosial akibat kondisi wajah yang tidak lagi sama.

Dalam upayanya mencari keadilan, Victoria mengajukan gugatan hukum terhadap Sonya Dakar. Ia menuduh sang estetikawan telah memberikan informasi menyesatkan terkait lisensi profesional, prosedur medis yang dilakukan, hingga rincian biaya yang tidak transparan. Dalam tuntutan sipil tersebut, Victoria meminta ganti rugi sebesar US$ 71 ribu atau setara dengan Rp 1,2 miliar sebagai kompensasi atas kerugian fisik dan psikis yang ia derita.

Baca Juga  Kalyce Aesthetic Clinic Resmi Dibuka: Hadirkan Teknologi XERF Korea Pertama di Jakarta untuk Kecantikan Paripurna

Sanksi Tegas dan Pencabutan Lisensi

Kasus ini ternyata menarik perhatian serius dari Dewan Barbering dan Cosmetology California. Investigasi mendalam mengungkap sederet pelanggaran administratif yang dilakukan oleh pihak klinik. Bahkan, muncul laporan mengejutkan bahwa Sonya Dakar sempat melakukan tindakan agresif terhadap inspektur dewan saat proses pemeriksaan berlangsung.

Sebagai konsekuensi dari rentetan pelanggaran tersebut, Sonya Dakar akhirnya harus menyerahkan lisensi estetikawan miliknya secara sukarela. Keputusan ini secara otomatis menghentikan seluruh operasional kliniknya di Beverly Hills. Berdasarkan kesepakatan hukum, ia dilarang mengajukan kembali lisensi praktik selama minimal tiga tahun dan wajib membuktikan proses rehabilitasi jika ingin kembali ke industri klinik kecantikan di masa depan.

Pesan untuk Para Pejuang Keadilan

Victoria Nelson tidak langsung mendapatkan keadilan dengan mudah. Ia mengungkapkan bahwa setelah insiden tersebut, ia sempat kembali ke klinik yang sama sebanyak 30 kali dengan harapan bisa memperbaiki kerusakan wajahnya. Namun, semua usaha itu sia-sia karena bekas luka tersebut telah bersifat permanen.

Baca Juga  Elegansi yang Terlewat: Mengintip Kemewahan Gaun Tamara Bleszynski yang Gagal Melenggang di Pelaminan Teuku Rassya

Kini, melalui platform TikTok, Victoria membagikan perjalanannya yang telah ditonton hampir 10 juta kali. Ia ingin kisahnya menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih selektif dan waspada dalam memilih tempat malpraktik kecantikan. Pesan utamanya adalah agar para korban jangan pernah takut untuk bersuara. Menurutnya, meskipun proses hukum terasa sangat melelahkan dan panjang, mencari keadilan adalah langkah penting agar sistem dapat bekerja melindungi konsumen dan memberikan efek jera bagi pelaku yang tidak profesional.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com