Jangan Diabaikan! 3 Kebiasaan Sehari-hari yang Picu Payudara Cepat Kendur Menurut Ahli
Senin, 22 Jun 2026 21:34 WIB
Kabarmalam.com — Seiring berjalannya waktu, tubuh wanita akan mengalami berbagai transformasi alami, salah satunya adalah perubahan pada elastisitas payudara. Meski bertambahnya usia sering dituding sebagai faktor tunggal, nyatanya ada berbagai kebiasaan harian yang secara tidak sadar mempercepat proses penurunan ini.
Dalam literatur medis, kondisi payudara yang mengendur dikenal dengan istilah ptosis. Fenomena ini bukan sekadar masalah estetika, melainkan hasil dari melemahnya jaringan penyangga internal. Dr. Rachel Ford, seorang ahli bedah plastik ternama, menjelaskan bahwa kunci dari kekencangan payudara terletak pada jaringan ikat dan ligamen yang bekerja ekstra keras menahan gravitasi.
Mengenal Ligamen Cooper: Fondasi Kekencangan Payudara
Dr. Rachel mengungkapkan bahwa di dalam payudara terdapat struktur penyangga yang disebut Ligamen Cooper. Seiring bertambahnya usia, ligamen ini secara alami akan memanjang dan kehilangan kekuatan tariknya. “Payudara adalah salah satu organ yang paling rentan terhadap perubahan bentuk karena posisinya yang menonjol keluar dari tubuh, sehingga beban gravitasi bekerja lebih dominan di sana,” jelasnya sebagaimana dikutip dari New York Post.
Menariknya, Dr. Rachel juga mematahkan stigma lama yang menyebutkan bahwa menyusui adalah biang keladi utama payudara kendur. Menurutnya, perubahan hormon yang terjadi selama masa kehamilan justru memberikan dampak yang lebih signifikan. Perubahan volume payudara yang drastis saat hamil hingga penyusutan jaringan pasca-persalinan lah yang memicu kekenduran, terlepas dari apakah seorang ibu menyusui bayinya atau tidak. Anda bisa mencari informasi lebih lanjut mengenai kesehatan reproduksi untuk memahami perubahan tubuh selama kehamilan.
3 Kebiasaan Buruk yang Harus Segera Dihentikan
Meskipun beberapa faktor perubahan tidak dapat dihindari, Dr. Rachel menekankan bahwa gaya hidup memegang peranan krusial dalam menjaga kecantikan alami dan kekencangan payudara lebih lama. Berikut adalah tiga kebiasaan yang wajib diwaspadai:
1. Fluktuasi Berat Badan yang Drastis (Diet Yo-Yo)
Sering mengalami kenaikan dan penurunan berat badan secara signifikan dapat merusak elastisitas kulit. Dr. Rachel menjelaskan bahwa saat berat badan naik, kulit payudara akan meregang mengikuti volume lemak yang bertambah. Namun, ketika berat badan turun drastis, kulit yang sudah terlanjur melar tidak selalu bisa kembali ke bentuk semula.
“Kulit yang longgar akibat volume yang hilang akan membuat jaringan payudara terlihat turun. Hal ini bahkan bisa terjadi pada wanita dengan ukuran payudara kecil jika gravitasi dan hilangnya elastisitas kulit sudah berperan,” tuturnya.
2. Paparan Nikotin dari Rokok dan Vape
Jika Anda berpikir merokok hanya merusak paru-paru, saatnya berpikir ulang. Penggunaan produk nikotin, termasuk rokok elektrik atau vape, terbukti secara medis mempercepat proses penuaan jaringan tubuh secara keseluruhan. Nikotin merusak kolagen dan elastin yang berfungsi menjaga kulit tetap kenyal. Temukan tips gaya hidup sehat lainnya untuk menjaga kualitas jaringan tubuh Anda.
3. Kurangnya Dukungan Penopang (Bra) yang Tepat
Melepas bra memang memberikan rasa lega, namun penggunaan bra yang tepat sangat krusial, terutama saat melakukan aktivitas fisik yang intens. Dr. Rachel menyarankan penggunaan sports bra berkualitas tinggi saat berolahraga untuk meminimalisir guncangan yang dapat memberikan tekanan berlebih pada Ligamen Cooper.
“Dukungan bra yang memadai sangat penting, khususnya bagi mereka yang memiliki ukuran payudara lebih besar, guna mencegah stres mekanis pada jaringan penyangga,” pungkas dokter yang berpraktik di Renuance Cosmetic Surgery & MedSpa, New York tersebut.
Dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan di atas dan memberikan perhatian lebih pada perawatan tubuh, proses ptosis dapat diperlambat, sehingga kesehatan dan bentuk payudara tetap terjaga lebih lama.