Jangan Sembarangan! Ini Alasan Medis Mengapa Jerawat di Bawah Hidung Tidak Boleh Dipencet
Selasa, 09 Jun 2026 09:04 WIB
Kabarmalam.com — Munculnya bintik merah yang meradang tepat di bawah hidung sering kali menjadi ujian kesabaran bagi siapa saja. Lokasinya yang sangat terlihat dan cenderung sensitif membuat tangan kita seolah gatal untuk segera memencetnya. Namun, di balik keinginan untuk melenyapkannya dengan cepat, tersimpan risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh.
Memencet jerawat mungkin terlihat seperti solusi instan untuk mengembalikan rasa percaya diri. Namun, para ahli memperingatkan bahwa tindakan ceroboh ini justru bisa memicu masalah yang jauh lebih kompleks daripada sekadar noda di wajah. Area di bawah hidung merupakan bagian dari apa yang sering disebut dalam dunia medis sebagai area sensitif karena konsentrasi pembuluh darah yang tinggi.
Risiko Infeksi yang Mengintai
Banyak dokter kulit atau dermatolog sangat tidak menyarankan kebiasaan memencet jerawat menggunakan tangan kosong, terutama jika kondisi jerawat masih dalam fase meradang atau belum menunjukkan “mata” (matang). Ketika kita memaksa mengeluarkan isinya, kita sebenarnya sedang membuka pintu bagi bakteri untuk masuk lebih dalam ke jaringan kulit.
Dampaknya pun beragam, mulai dari luka terbuka, infeksi sekunder, hingga bekas jerawat menghitam atau hiperpigmentasi yang sulit hilang. Dalam skenario yang lebih buruk, infeksi di area ini bisa menjalar ke bagian tubuh lainnya. Mengutip penjelasan dari Dr. Alok Vij, MD, seorang dermatolog dari Cleveland Clinic, terdapat kemungkinan infeksi wajah berkembang menjadi kondisi sistemik yang memengaruhi seluruh tubuh.
Meskipun kemungkinannya kecil, infeksi pada area wajah ini secara teoritis dapat memicu komplikasi serius seperti meningitis hingga pneumonia. Salah satu kondisi langka namun fatal adalah trombosis sinus kavernosa septik, yaitu terbentuknya gumpalan darah di sinus kavernosa yang bisa mengancam nyawa. “Sejujurnya, Anda harus selalu menghindari memencet jerawat karena bisa menyebabkan peradangan hebat dan jaringan parut permanen,” tegas Dr. Vij.
Cara Aman Mengatasi Jerawat di Area Hidung
Jika Anda merasa terganggu dengan kehadiran jerawat tersebut namun ingin tetap menjaga kesehatan kulit, ada beberapa langkah medis yang lebih bijak untuk dilakukan daripada memencetnya secara paksa:
- Kompres Hangat: Gunakan kain bersih yang telah direndam air hangat, lalu tempelkan pada area jerawat selama 10 hingga 15 menit. Suhu hangat akan membantu melunakkan sumbatan dan menarik nanah ke permukaan secara alami tanpa merusak jaringan kulit.
- Gunakan Pimple Patch: Jika jerawat mulai terbuka atau sudah matang, gunakan stiker jerawat atau plester jerawat. Teknologi hidrokoloid di dalamnya efektif menyerap cairan dan melindungi area tersebut dari kontaminasi bakteri luar maupun sentuhan tangan.
- Konsultasi ke Ahli: Jika jerawat terasa sangat menyakitkan atau tak kunjung sembuh, mendatangi dokter kulit adalah langkah terbaik. Dokter mungkin akan memberikan tindakan profesional seperti suntikan kortison atau resep antibiotik yang jauh lebih aman dan cepat dalam meredakan peradangan.
Menjaga perawatan wajah memang memerlukan kesabaran ekstra. Membiarkan jerawat sembuh dengan sendirinya jauh lebih baik daripada menanggung risiko infeksi jangka panjang yang merugikan kesehatan secara keseluruhan.