Gaya High-End di Luar Angkasa: Prada Rancang Busana Khusus untuk Misi NASA ke Bulan
Selasa, 09 Jun 2026 10:34 WIB
Kabarmalam.com — Ketika rumah mode papan atas sekelas Prada berbicara mengenai koleksi teranyar, publik biasanya membayangkan gemerlap panggung Milan Fashion Week atau deretan selebriti di karpet merah. Namun kali ini, jenama asal Italia tersebut melakukan lompatan besar yang tidak terbayangkan sebelumnya: menembus batas atmosfer bumi dan merambah industri antariksa.
Baru-baru ini, Prada memperkenalkan inovasi terbarunya berupa inner-layer garment atau pakaian dalam teknis yang dirancang khusus bagi para astronaut NASA. Busana mutakhir ini diproyeksikan untuk mendukung misi pendaratan manusia kembali ke bulan dalam waktu dekat. Peluncuran perdana karya kolaboratif ini dilangsungkan di butik ikonik Prada yang terletak di Manhattan, New York City, Amerika Serikat.
Sinergi Estetika dan Teknologi Ekstrem
Busana yang menjadi sorotan ini merupakan bagian integral dari Liquid Cooling and Ventilation Garment (LCVG). Secara fungsional, pakaian dalam berteknologi tinggi ini memiliki misi krusial untuk menjaga stabilitas suhu tubuh para penjelajah ruang angkasa agar tetap optimal di tengah lingkungan ekstrim yang tidak menentu. Dari sisi desain, Prada tetap mempertahankan ciri khasnya dengan potongan yang membalut tubuh secara presisi (body-hugging), lengkap dengan saluran ventilasi yang dirajut langsung ke dalam serat materialnya.
Proyek ambisius ini lahir dari kolaborasi strategis antara Prada dengan Axiom Space, perusahaan pionir pengembang infrastruktur luar angkasa yang berbasis di Houston. Lorenzo Bertelli, selaku Chief Marketing Officer Prada, menekankan bahwa kunci keberhasilan proyek ini terletak pada pertukaran pengetahuan antar industri yang berbeda. Menurutnya, banyak keahlian teknis yang bisa diadaptasi dari sektor yang sepintas tidak memiliki kaitan langsung dengan dunia teknologi terbaru antariksa.
Visi Masa Depan di Tengah Tantangan Pasar
Langkah progresif ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari gebrakan Prada pada tahun 2024 silam saat mereka turut andil dalam perancangan baju luar angkasa (spacesuit) untuk misi Artemis NASA. Rencananya, perangkat canggih ini akan memulai debut tugasnya pada program Artemis 4 yang dijadwalkan meluncur pada tahun 2028 mendatang.
Pakar strategi fashion mewah dari NYU Stern School of Business, Thomai Serdari, berpendapat bahwa Prada telah melangkah jauh di depan kompetitornya. Jika selama ini industri mode hanya meminjam estetika antariksa sebagai inspirasi visual, Prada justru terjun langsung sebagai pemain kunci dalam ekosistem eksplorasi ruang angkasa yang nyata.
Analisis pasar menunjukkan ada dua motif utama di balik ekspansi ini:
- Target Konsumen Elite: Membidik segmen pasar kelas atas yang mulai melirik potensi wisata luar angkasa komersial.
- Citra Brand Avant-Garde: Memperkuat posisi Prada sebagai pelopor pemikiran maju yang relevan dengan perkembangan zaman.
Bertahan di Tengah Ketidakpastian Geopolitik
Langkah berani ini juga dipandang sebagai taktik jitu untuk mempertahankan relevansi brand di tengah perlambatan ekonomi sektor barang mewah global. Luca Solca, pakar barang mewah dari Bernstein, menyebutkan bahwa eksplorasi antariksa memiliki daya tarik massa yang luar biasa besar, sehingga mampu menjaga perhatian publik tetap tertuju pada brand tersebut.
Meskipun industri barang mewah sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan, namun ketegangan geopolitik global—termasuk konflik yang pecah di wilayah Iran pada awal tahun ini—kembali memicu kekhawatiran terhadap daya beli dan mobilitas konsumen papan atas. Oleh karena itu, inovasi di luar sektor konvensional seperti eksplorasi luar angkasa menjadi angin segar bagi industri fashion.
Prada bukanlah satu-satunya pemain yang melirik langit. Tercatat Under Armour telah menjalin kerja sama dengan Virgin Galactic, sementara Columbia Sportswear berkolaborasi dengan Intuitive Machines. Meski begitu, sentuhan kemewahan dan presisi desain yang ditawarkan Prada di ranah antariksa sejauh ini masih menjadi standar baru yang sulit ditandingi oleh kompetitor selevelnya di dunia haute couture.