Ikuti Kami
kabarmalam.com

IU dan Byeon Woo-seok Cetak Rekor! Akhir Manis Perfect Crown Berujung Rating Tertinggi Meski Diterpa Kontroversi

Jurnal | kabarmalam.com
Minggu, 17 Mei 2026 10:34 WIB
IU dan Byeon Woo-seok Cetak Rekor! Akhir Manis Perfect Crown Berujung Rating Tertinggi Meski Diterpa Kontroversi

Kabarmalam.com — Gelombang antusiasme penonton drama Korea baru saja mencapai puncaknya seiring dengan penayangan episode pamungkas ‘Perfect Crown’. Drama yang mempertemukan dua bintang besar, IU dan Byeon Woo-seok, ini berhasil menutup tirai dengan pencapaian yang sangat mengesankan, yakni memecahkan rekor rating tertinggi sepanjang masa penayangannya.

Berdasarkan laporan data terbaru, episode ke-12 yang menjadi akhir dari perjalanan panjang kisah ini sukses menyentuh angka 13,8%. Angka ini melampaui rekor sebelumnya pada episode ke-11 yang sempat bertengger di posisi 13,5% pada Jumat malam (16/5/2026). Peningkatan rating yang stabil ini membuktikan bahwa daya tarik drama Korea bertema kerajaan modern masih sangat kuat di hati masyarakat.

Akhir Bahagia di Tribun Baseball

Kisah cinta antara Pangeran I-an yang diperankan oleh Byeon Woo-seok dan Seong Hui-ju yang dimainkan oleh IU berakhir dengan sebuah konklusi yang melegakan para penggemar. Dalam alur ceritanya, Pangeran I-an yang telah naik takhta mengambil langkah berani dengan menghapuskan sistem monarki konstitusional. Keputusan radikal ini diambil agar ia dan Hui-ju dapat menjalani kehidupan normal layaknya pasangan biasa tanpa dibebani protokol istana yang kaku.

Baca Juga  Kilas Balik Rumor Kencan Park Bo Young dan Kim Hee Won: Gara-gara Secangkir Kopi dan Rekaman CCTV

Momen paling manis yang menjadi penutup drama ini adalah ketika I-an dan Hui-ju tertangkap kamera sedang berciuman di tengah keriuhan penonton pertandingan baseball. Adegan romantis yang terpampang di layar besar stadion tersebut disambut sorak-sorai penonton, menandakan kemenangan cinta mereka di atas segalanya. Chemistry keduanya yang semakin matang di akhir episode sukses membuat para penggemar baper maksimal.

Perjalanan Penuh Liku: Antara Ekspektasi dan Kritik

Sejak awal diumumkan, Perfect Crown memang sudah menjadi magnet perhatian. Bagaimana tidak? Drama ini menyatukan IU, yang dikenal sebagai jaminan sukses sebuah proyek, dengan Byeon Woo-seok yang popularitasnya sedang meroket pasca membintangi Lovely Runner. Bahkan, dua pekan sebelum tayang perdana, drama ini sudah menduduki peringkat pertama popularitas menurut analisis FUNdex dari Good Data Corporation—sebuah prestasi langka bagi drama yang bahkan belum merilis episode pertamanya.

Baca Juga  Pesona Recipe for Love: 5 Alasan Mengapa Drakor Ini Merajai Rating dan Hati Penonton

Namun, popularitas tersebut tidak datang tanpa cobaan. Pada awal penayangan, kedua pemeran utama sempat mendapatkan sorotan tajam. Byeon Woo-seok dikritik karena dianggap terlalu kaku dalam pelafalan dialog sejarah, sementara IU dinilai masih membawa aura karakter lamanya, Jang Man-wol dari Hotel Del Luna. Beruntung, seiring berkembangnya plot, keduanya mampu membuktikan kapasitas akting mereka hingga mendapatkan pengakuan luas dari penonton.

Tersandung Polemik Distorsi Sejarah

Meski sukses secara komersial, ‘Perfect Crown’ tak lepas dari badai kontroversi. Menjelang akhir penayangan, tim produksi sempat diprotes keras karena dugaan distorsi sejarah. Penggunaan sistem kasta yang dianggap lebih mirip dengan kekaisaran Jepang modern serta kesalahan protokol dalam upacara penobatan menjadi pemicunya. Penggunaan istilah ‘Cheonse’ yang biasanya ditujukan untuk negara bawahan, alih-alih ‘Manse’ yang melambangkan kedaulatan, memicu kemarahan publik yang sensitif terhadap sejarah Korea.

Baca Juga  Ramalan Zodiak Cinta 19 April: Seni Merawat Keharmonisan dan Menghalau Konflik

Tak hanya itu, mahkota ‘Guryu-myeon-gwan’ dengan sembilan untaian manik yang dikenakan Byeon Woo-seok juga dinilai keliru, karena seorang penguasa negara merdeka seharusnya mengenakan mahkota dengan dua belas untaian manik. Menanggapi kegaduhan ini, pihak produksi MBC Drama pun akhirnya merilis permintaan maaf resmi.

“Kami menerima dengan rendah hati segala kritik terkait ketidakakuratan sejarah dalam drama ini. Kami menyadari bahwa meskipun ini adalah karya fiksi, ketelitian dalam menelaah protokol Dinasti Joseon sangatlah penting. Kami memohon maaf atas kegagalan dalam menyempurnakan detail sejarah tersebut,” ungkap perwakilan tim produksi melalui pernyataan resminya.

Pada akhirnya, terlepas dari segala kontroversi yang ada, ‘Perfect Crown’ tetap tercatat sebagai salah satu fenomena drama tahun ini yang berhasil menyatukan emosi penonton dari awal hingga akhir.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com