Kolaborasi Fenomenal Swatch x Audemars Piguet: Mengenang Masa Lalu Lewat Jam Saku ‘Royal Pop’ yang Mengguncang Dunia
Sabtu, 16 Mei 2026 18:35 WIB
Kabarmalam.com — Dunia horologi baru saja dikejutkan dengan gebrakan terbaru dari Swatch yang menggandeng produsen jam tangan ultra-mewah, Audemars Piguet. Kerja sama ini melahirkan koleksi unik yang membawa kita kembali ke masa lalu: sebuah jam saku modern. Meski sempat dianggap sebagai aksesori masa silam yang mulai terlupakan, koleksi bertajuk “Royal Pop” ini terbukti mampu menyedot atensi luar biasa dari para kolektor jam di berbagai belahan dunia.
Sentuhan Ikonik Royal Oak dalam Balutan Biokeramik Pop
Koleksi Royal Pop bukanlah sekadar aksesori biasa. Desainnya merupakan perkawinan silang antara garis tegas Royal Oak yang sangat prestisius milik Audemars Piguet dengan estetika lini Pop Swatch yang meledak pada era 1980-an. Hadir dalam delapan varian warna Biokeramik yang cerah dan berani, setiap unitnya dilengkapi dengan tali pengikat yang memberikan kesan retro namun tetap modis.
Untuk bisa membawa pulang salah satu dari mahakarya ini, peminat harus merogoh kocek antara $535 hingga $570, atau setara dengan kisaran Rp 9,4 juta hingga Rp 10 jutaan. Harga yang cukup kompetitif untuk sebuah kolaborasi yang membawa nama besar Audemars Piguet ke ranah yang lebih terjangkau dan menyenangkan.
Fenomena Antrean Global: Dari Times Square hingga Grand Indonesia
Sejak resmi dirilis pada pertengahan Mei, antrean panjang menjadi pemandangan lazim di berbagai butik Swatch dunia. Di Times Square, New York, puluhan orang dilaporkan berkemah menggunakan kursi lipat hanya demi menjadi yang pertama memiliki koleksi ini. Hal serupa terjadi di Singapura, tepatnya di mal Ion Orchard, di mana ratusan orang telah berkumpul sejak fajar menyingsing demi mendapatkan nomor antrean untuk perburuan jam tangan mewah versi saku ini.
Euforia yang sama juga menjalar hingga ke Jakarta. Kolaborasi Swatch x Audemars Piguet ini sempat memicu kerumunan masif di pusat perbelanjaan Grand Indonesia. Antusiasme yang meluap bahkan membuat petugas keamanan harus turun tangan untuk menertibkan barisan yang sudah memadati area pintu masuk jauh sebelum jam operasional mal dimulai.
Kejutan di Balik Katalog dan Ekspektasi Penggemar
Menariknya, banyak calon pembeli yang awalnya mengantre tanpa mengetahui secara pasti wujud nyata dari koleksi ini. Narasi yang berkembang sebelumnya hanya menyebutkan kolaborasi rahasia yang sangat dinanti, memicu ekspektasi akan munculnya jam tangan pergelangan versi ekonomis. Beberapa pengantre bahkan dikabarkan memilih untuk mengundurkan diri dari barisan setelah mengetahui bahwa produk yang dirilis adalah jam saku.
Meskipun format jam saku memiliki pangsa pasar yang lebih ceruk, Swatch dan Audemars Piguet berhasil membuktikan bahwa dengan narasi yang tepat dan desain yang berani, barang yang dianggap kuno pun bisa menjadi tren lifestyle yang kembali diburu. Swatch sendiri menerapkan kebijakan ketat dengan hanya mengizinkan setiap pelanggan membeli satu unit per hari guna memastikan distribusi koleksi terbatas ini lebih merata.