Amna Al Qubaisi: Transformasi Sang Pionir Pembalap Wanita Arab yang Mengukir Sejarah di Lintasan Dunia
Sabtu, 16 Mei 2026 07:34 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah deru mesin yang memekakkan telinga dan aroma aspal yang terbakar, muncul sebuah nama yang mengguncang tatanan dunia balap internasional: Amna Al Qubaisi. Ia bukan sekadar pelengkap di lintasan, melainkan simbol keberanian yang membuktikan bahwa kecepatan dan adrenalin sama sekali tidak mengenal batas gender.
Dari sirkuit gokar lokal hingga menembus jajaran elit balap formula, Amna telah mengukuhkan dirinya sebagai pembalap wanita Arab pertama yang mampu bersaing di level global. Dalam sebuah kesempatan di Jakarta baru-baru ini, Amna membagikan perspektif menarik mengenai pilihannya bergelut di olahraga ekstrem ini.
Filosofi Keamanan di Balik Kemudi
Bagi banyak orang, balapan identik dengan risiko tinggi. Namun, bagi Amna, lintasan justru memberikan rasa aman yang berbeda. “Aku merasa olahraga balap motor tidak memiliki risiko yang terlalu tinggi dibandingkan berkendara di jalan biasa. Di sini, kita menggunakan perlengkapan lengkap, helm, pakaian tahan api, dan dikelilingi tim medis yang sigap. Jika ingin memacu adrenalin, lintasan adalah tempat yang jauh lebih tepat daripada jalanan umum,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Rekam Jejak: Dari Rental Karting Menuju Panggung Dunia
Perjalanan Amna dimulai pada tahun 2013 melalui rental karting. Kecepatan alaminya langsung terlihat saat ia mencatatkan waktu putaran tercepat, yang kemudian membawanya bergabung dengan Daman Speed Academy. Antara tahun 2014 hingga 2016, Amna mulai mendominasi kejuaraan gokar meskipun harus bersaing dengan pembalap pria yang jauh lebih berpengalaman.
Perjuangannya membuahkan hasil saat ia berusia 17 tahun, di mana ia menjadi wanita Arab pertama yang memenangkan GCC Drivers Program. “Awalnya sangat sulit. Aku harus bekerja ekstra keras dan menghabiskan lebih banyak waktu di lintasan untuk memahami karakter mobil. Tekad itulah yang membentukku hari ini,” tambahnya mengenai masa-masa awal kariernya.
Mendobrak Stigma di Tanah Kelahiran
Tahun 2018 menjadi tonggak sejarah penting. Amna mencatatkan namanya sebagai wanita Arab pertama yang berlaga di Formula 4 (F4) Italia bersama tim Prema Racing. Tak berhenti di situ, ia menciptakan momen ikonik dengan melakukan uji coba mobil Formula E di Arab Saudi, sebuah tindakan yang secara langsung meruntuhkan stigma gender di wilayah Timur Tengah.
Pesan Amna bagi para perempuan yang ingin terjun ke industri otomotif sangat jelas: “Lakukan saja! Akan selalu ada orang yang meragukanmu, namun gunakan keraguan itu sebagai bahan bakar untuk membuktikan bahwa mereka salah. Selama kamu mencintai apa yang kamu lakukan, tidak ada lagi yang perlu dibuktikan.”
Puncak Prestasi dan Representasi Global
Kejayaan Amna semakin bersinar pada tahun 2019 ketika ia meraih podium utama di sirkuit Yas Marina bertepatan dengan ajang F1. Memasuki periode 2021-2024, ia merambah F1 Academy dan bergabung dengan tim RB (Red Bull), mengoleksi kemenangan di sirkuit legendaris seperti Spielberg dan Barcelona.
Kini di tahun 2026, Amna mencetak sejarah baru sebagai wanita pertama yang berkompetisi di kelas Pro Porsche Carrera Cup Asia (PCCA). Di sisi lain, ia juga didapuk sebagai Global Face of Wardah, membawa pesan pemberdayaan perempuan melalui kampanye “Own Your Finish”.
Kolaborasi ini bukan sekadar urusan kecantikan. Bagi Amna, Wardah mewakili nilai-nilai yang sejalan dengan prinsip hidupnya: ketekunan dan kerja sama tim. Melalui dukungan ini, Amna terus melaju di sirkuit internasional, membawa harapan bagi jutaan perempuan di seluruh dunia bahwa garis finis adalah milik siapa saja yang berani memulai.