Rahasia Tubuh Atletis Jungkook BTS: Mengulik Tren Diet OMAD dan Sederet Risikonya
Rabu, 08 Apr 2026 16:12 WIB
Kabarmalam.com — Di balik penampilannya yang selalu prima dan energik di atas panggung, personel termuda BTS, Jungkook, ternyata menjalani rutinitas fisik yang sangat disiplin. Tak hanya mengandalkan latihan koreografi yang intens, sang ‘Golden Maknae’ baru-baru ini membagikan rahasia di balik bentuk tubuh idealnya, yakni melalui pola makan diet ekstrem yang dikenal dengan istilah OMAD (One Meal A Day).
Dalam sebuah sesi wawancara eksklusif bersama Rolling Stone UK, Jungkook mengungkapkan bahwa dirinya sedang menjalani program penurunan berat badan dengan prinsip makan satu kali dalam sehari. Meski terdengar sangat berat bagi orang awam, ia mengaku sangat menikmati proses tersebut. Rasa lapar yang tertahan sepanjang hari terbayar lunas saat waktu makan tiba. Selain menjaga asupan, ia juga konsisten melatih fisiknya dengan berolahraga setiap pagi dan sore hari guna menjaga kebugaran tubuhnya di tengah jadwal yang padat.
Apa Itu Diet OMAD?
Diet OMAD adalah singkatan dari One Meal A Day, sebuah metode puasa intermiten tingkat lanjut di mana pelakunya membatasi asupan kalori hanya pada satu jendela waktu makan yang sangat singkat, biasanya hanya satu jam dalam satu hari penuh. Selama 23 jam sisanya, pelaku diet hanya diperbolehkan mengonsumsi minuman tanpa kalori seperti air putih, teh tawar, atau kopi hitam tanpa gula.
Tujuan utama dari pola makan ini adalah untuk menciptakan defisit kalori secara signifikan. Dengan hanya makan satu kali, tubuh secara alami akan mengonsumsi lebih sedikit kalori dibandingkan pola makan konvensional tiga kali sehari. Hal inilah yang memicu tubuh untuk menggunakan cadangan lemak sebagai energi, sehingga berat badan dapat turun dengan cepat.
Efikasi dan Penurunan Berat Badan
Banyak orang mulai melirik metode ini karena efektivitasnya yang menjanjikan dalam memangkas lemak tubuh. Merujuk pada berbagai literatur kesehatan, membatasi waktu makan dalam jendela yang sempit terbukti mampu mengoptimalkan proses metabolisme. Sebuah studi menunjukkan bahwa orang dewasa yang membatasi asupan kalori hanya dalam kurun waktu 4 jam di malam hari mengalami penyusutan lemak tubuh yang lebih signifikan dibandingkan mereka yang makan secara tersebar sepanjang hari.
Secara teori, mengikuti diet OMAD dengan konsisten dapat membantu menurunkan berat badan hingga beberapa kilogram dalam waktu singkat. Namun, perlu ditekankan bahwa reaksi tubuh setiap individu sangat bervariasi tergantung pada metabolisme, gaya hidup, dan kondisi medis masing-masing.
Waspadai Risiko dan Dampak Sampingnya
Meskipun Jungkook BTS terlihat sukses menjalaninya, para ahli kesehatan memperingatkan bahwa diet OMAD memiliki sisi gelap yang perlu diwaspadai. Pembatasan asupan makanan yang terlalu ketat dalam jangka panjang berisiko menyebabkan gangguan pola makan dan malnutrisi.
- Defisiensi Nutrisi: Sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, dan serat harian hanya dalam satu kali makan.
- Gangguan Respon Stres: Berpuasa lebih dari 14-16 jam bagi sebagian orang dapat memicu lonjakan hormon kortisol, yang mengakibatkan rasa cemas dan mudah tersinggung (hangry).
- Hipoglikemia: Penurunan kadar gula darah yang drastis dapat menyebabkan pusing, sakit kepala, gemetar, hingga peningkatan detak jantung secara mendadak.
- Dehidrasi: Kurangnya asupan dari makanan juga bisa berdampak pada keseimbangan cairan dalam tubuh.
Sebelum Anda memutuskan untuk mengikuti jejak sang idola, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi medis terlebih dahulu. Mencapai berat badan ideal memang penting, namun menjaga kesehatan organ dalam jauh lebih krusial demi kelangsungan hidup jangka panjang. Temukan informasi tips diet lainnya hanya di platform kami.