Ikuti Kami
kabarmalam.com

Meryl Streep dan Anna Wintour Tampil di Vogue: Refleksi Kekuatan Busana Menjelang Sekuel ‘Devil Wears Prada’

Jurnal | kabarmalam.com
Rabu, 08 Apr 2026 15:36 WIB
Meryl Streep dan Anna Wintour Tampil di Vogue: Refleksi Kekuatan Busana Menjelang Sekuel 'Devil Wears Prada'

Kabarmalam.com — Dunia mode dan sinema kembali diguncang oleh pertemuan dua ikon besar yang selama ini sering dikaitkan dalam narasi fiksi maupun realita. Menjelang perilisan sekuel film yang sangat dinantikan, The Devil Wears Prada 2, pada awal Mei mendatang, Meryl Streep dan Anna Wintour akhirnya berbagi panggung dalam sampul terbaru majalah Vogue.

Pertemuan ini terasa begitu monumental mengingat sejarah panjang di baliknya. Film aslinya yang dirilis pada 2006 diangkat dari novel Lauren Weisberger, mantan asisten Anna Wintour, di mana karakter dingin Miranda Priestly disebut-sebut sebagai cerminan dari sang pemimpin redaksi legendaris tersebut. Kini, dalam balutan koleksi terbaru dari Prada, keduanya tampil serasi sekaligus berwibawa.

Simbol Kekuatan dalam Balutan Navy dan Merah

Dalam sesi pemotretan tersebut, Anna Wintour tampil mencolok dengan terusan merah berhias detail embellishment pada bahu, sementara Meryl Streep memilih gaya yang lebih maskulin namun elegan dengan setelan biru navy dan blus putih bersih. Keduanya melengkapi penampilan dengan kacamata hitam ikonis, seolah menegaskan otoritas mereka di bidang masing-masing.

Baca Juga  Misteri di Balik Pintu Kontrakan BSD: Sosok Karyawan Necis yang Ternyata Pengidap Hoarding Disorder

Diskusi yang dimoderatori oleh sutradara kenamaan Greta Gerwig ini melampaui sekadar bicara soal tren. Mereka membedah bagaimana perempuan menggunakan pakaian sebagai instrumen untuk memproyeksikan kekuatan dan posisi tawar di ruang publik. Bagi Meryl Streep, busana adalah bentuk komunikasi yang sering kali memiliki beban sejarah dan politik yang berat.

Kritik Meryl Streep terhadap Standar Ganda Penampilan

Aktris peraih Oscar tersebut secara terbuka menyinggung insiden jaket kontroversial Melania Trump pada tahun 2018 yang bertuliskan “I Really Don’t Care, Do U?”. Meryl menilai bahwa pilihan busana tersebut adalah salah satu pesan paling kuat sekaligus membingungkan dalam sejarah mode politik modern. Menurutnya, pakaian tidak pernah netral; ia selalu membawa arus ekspektasi sosial.

Baca Juga  Alasan Juto Tsuji, Putra Miho Nakayama, Tolak Warisan Senilai Rp 213 Miliar

Meryl juga menyoroti adanya standar ganda yang tajam bagi perempuan di dunia profesional, terutama di media televisi. “Saya sering terkejut melihat bagaimana perempuan berkuasa dituntut memperlihatkan lengan terbuka atau tampil dengan cara tertentu yang seolah ‘meminta maaf’ atas kesuksesan mereka, sementara laki-laki tetap aman di balik setelan jas tertutup,” ujarnya tajam.

Pandangan Anna Wintour tentang Otoritas Gaya

Di sisi lain, Anna Wintour memberikan perspektif yang berbeda. Baginya, otoritas tidak harus selalu dipancarkan melalui power suit yang kaku. Ia memuji sosok seperti Michelle Obama yang dianggapnya berhasil mempertahankan identitas pribadi melalui pilihan busana yang konsisten.

“Apa pun yang ia kenakan, ia selalu terlihat seperti dirinya sendiri. Itu adalah esensi sejati dari gaya,” ungkap Anna. Menariknya, Anna juga memberikan penilaian serupa terhadap Melania Trump, dengan menyebut bahwa mantan Ibu Negara tersebut selalu tampil konsisten dengan citra dirinya sendiri dalam berpakaian, terlepas dari segala kontroversi yang ada.

Baca Juga  Ramalan Zodiak Cinta 8 April: Strategi Menjaga Keharmonisan dan Menata Hati Bersama Pasangan

Kehadiran mereka di sampul Vogue ini seolah menjadi jembatan antara nostalgia The Devil Wears Prada dan realita industri mode masa kini yang terus bergerak dinamis. Para penggemar kini semakin tidak sabar menantikan bagaimana dinamika ini akan diterjemahkan kembali ke layar lebar dalam beberapa bulan ke depan.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com