Ketegangan Mereda, Iran Buka Selat Hormuz Selama 2 Minggu Usai Trump Tunda Serangan Militer
Rabu, 08 Apr 2026 07:37 WIB
Kabarmalam.com — Angin segar berembus dari kawasan Timur Tengah setelah pemerintah Iran secara resmi mengumumkan pembukaan kembali akses maritim di Selat Hormuz. Langkah krusial ini diambil sebagai bagian dari kesepakatan jeda ketegangan selama dua minggu, yang ditujukan untuk memberikan ruang bagi jalur diplomasi antara Teheran dan Washington guna mengakhiri ancaman perang yang kian nyata.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melalui pernyataan di platform X, menegaskan bahwa selama kurun waktu 14 hari ke depan, jalur pelayaran di titik nadi perdagangan minyak dunia tersebut akan dibuka di bawah pengawasan ketat Angkatan Bersenjata Iran. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan berbagai aspek teknis guna menjamin keamanan navigasi internasional di tengah situasi yang sempat memanas.
Negosiasi di Islamabad Jadi Titik Penentu
Upaya perdamaian ini tidak berhenti pada pembukaan blokade semata. Sebuah meja perundingan tingkat tinggi dijadwalkan akan digelar di Islamabad mulai hari Jumat mendatang. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa periode dua minggu ini merupakan fase krusial yang dapat diperpanjang jika kedua belah pihak mencapai titik temu yang memuaskan dalam negosiasi diplomatik tersebut.
Syarat Mutlak Donald Trump
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan respons yang cukup mengejutkan dengan menginstruksikan penangguhan serangan militer yang sejatinya telah disiapkan. Trump mengungkapkan bahwa keputusan untuk menunda penggunaan kekuatan destruktif tersebut didasari oleh pembicaraan intensif dengan para pemimpin Pakistan, Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir.
Namun, Trump memberikan syarat yang tidak bisa ditawar: Iran wajib memastikan pembukaan Selat Hormuz secara penuh, segera, dan menjamin keamanan bagi seluruh armada kapal yang melintas. “Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah yang sangat menentukan,” tegas Trump melalui pernyataan resmi yang dirilis melalui kanal komunikasi Gedung Putih.
Proposal 10 Poin Menuju Perdamaian Jangka Panjang
Optimisme akan tercapainya perdamaian jangka panjang mulai mengemuka setelah Trump mengakui adanya kemajuan signifikan dalam komunikasi antarnegara. Pihak Gedung Putih telah menerima sebuah proposal berisi 10 poin dari Teheran yang dinilai sebagai kerangka kerja yang masuk akal untuk dinegosiasikan lebih lanjut.
Meskipun perselisihan di masa lalu masih menyisakan trauma mendalam, kesepakatan pada hampir seluruh poin krusial memberikan harapan baru bagi stabilitas politik Timur Tengah. Kini, mata dunia tertuju pada Islamabad, menunggu apakah waktu dua minggu ini cukup bagi kedua negara untuk benar-benar meletakkan senjata dan beralih sepenuhnya ke meja diplomasi yang permanen.