Ikuti Kami
kabarmalam.com

Fenomena Looksmaxxing: Ketika Cowok Gen Z Terobsesi Mengejar Standar Ketampanan Sempurna

Jurnal | kabarmalam.com
Rabu, 08 Apr 2026 14:06 WIB
Fenomena Looksmaxxing: Ketika Cowok Gen Z Terobsesi Mengejar Standar Ketampanan Sempurna

Kabarmalam.com — Gelombang standar kecantikan kini tak lagi hanya menerjang kaum hawa. Belakangan ini, sebuah fenomena bertajuk ‘looksmaxxing’ tengah menjangkiti generasi Gen Z pria di berbagai belahan dunia. Bukan sekadar merapikan rambut, tren ini mencakup upaya sistematis—dan terkadang ekstrem—untuk memaksimalkan daya tarik visual seorang pria agar mencapai standar ketampanan yang dianggap ideal oleh komunitas daring.

Antara Perawatan Diri dan Obsesi Visual

Istilah looksmaxxing mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, namun di media sosial seperti TikTok dan Instagram, kata ini adalah hukum bagi mereka yang ingin melakukan transformasi fisik total. Para remaja laki-laki kini menghabiskan waktu berjam-jam di depan cermin, membedah setiap inci fitur wajah mereka, dan mencari cara untuk memperbaikinya. Fokus utamanya beragam, mulai dari struktur rahang, tekstur kulit, hingga proporsi tubuh.

Baca Juga  Fenty Beauty Luncurkan 'Rose Amber' di WhatsApp: Konsultasi Kecantikan Kini Semudah Chat Teman

Tren ini sebenarnya memiliki spektrum yang luas. Di sisi positif, banyak cowok mulai melek akan pentingnya perawatan kulit, menjaga pola makan sehat, dan rutin berolahraga. Rutinitas seperti menggunakan pembersih wajah eksfoliasi atau melakukan pijat limfatik untuk mengurangi pembengkakan wajah telah menjadi hal yang lumrah dilakukan sehari-hari oleh anak muda masa kini.

Sisi Gelap: Dari Steroid hingga ‘Bone Smashing’

Namun, yang menjadi perhatian serius adalah ketika dorongan untuk tampil sempurna ini bergeser ke arah yang membahayakan. Sebagian pengikut tren ini mulai melirik metode instan yang tidak sehat, seperti penggunaan steroid dan suplemen testosteron tanpa pengawasan medis, hingga konsumsi beta karoten secara berlebihan demi mendapatkan warna kulit tertentu.

Bahkan, muncul praktik mengerikan yang disebut ‘bone smashing’, di mana seseorang dengan sengaja memukul area tulang wajah menggunakan benda tumpul dengan harapan luka mikro pada tulang tersebut akan sembuh dan membentuk rahang yang lebih tegas dan maskulin. Hal ini tentu memicu kekhawatiran besar di kalangan pakar kesehatan karena risiko kerusakan permanen yang sangat tinggi.

Baca Juga  Timbangan Tak Mau Turun? Ini 5 Rahasia Mengatasi Plateau Berat Badan yang Wajib Anda Tahu

Dampak Psikologis dan Tekanan Media Sosial

Munculnya figur seperti Clavicular, seorang influencer berusia 20 tahun yang dijuluki sebagai “ketua looksmaxxing”, semakin memperkuat narasi bahwa penampilan adalah segalanya. Dengan ratusan ribu pengikut, pengaruhnya telah menyentuh panggung besar seperti New York Fashion Week. Namun, di balik gemerlap tersebut, ada harga mahal yang harus dibayar terkait kesehatan mental.

Michael Halpin, seorang profesor sosiologi dari Universitas Dalhousie, mengungkapkan bahwa tren ini bisa sangat merusak harga diri pria. Menurut studinya yang diterbitkan dalam jurnal Sociology of Health and Wellness, komunitas ini sering kali melontarkan komentar kejam yang menyudutkan mereka yang dianggap tidak memenuhi standar fisik tertentu. Pesan-pesan toksik seperti “tubuhmu menjijikkan” atau “kamu tidak akan sukses jika tidak berubah” terus menghantui pikiran para remaja ini.

Baca Juga  Perjuangan Cinta di Brebes: Rombongan Pengantin Terjang Jalur Ekstrem Belah Hutan Demi Ijab Kabul

Peran Orang Tua di Era Digital

Menghadapi masifnya pengaruh media sosial, Paul Davis, seorang pendidik keamanan daring, menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentengi anak-anak mereka. Menurutnya, pencegahan harus dimulai dari rumah dengan membangun komunikasi yang jujur dan membatasi akses perangkat digital di ruang pribadi seperti kamar tidur.

Membangun kepercayaan diri anak yang tidak hanya berlandaskan pada penampilan fisik adalah kunci utama agar mereka tidak terjebak dalam pusaran toksik looksmaxxing yang bisa merusak masa depan mereka secara fisik maupun psikologis.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com