Ikuti Kami
kabarmalam.com

Distribusi Koper Haji 2026 Tersendat, DPR Soroti Kegelisahan Calon Jemaah Jelang Keberangkatan

Husnul | kabarmalam.com
Rabu, 08 Apr 2026 16:38 WIB
Distribusi Koper Haji 2026 Tersendat, DPR Soroti Kegelisahan Calon Jemaah Jelang Keberangkatan

Kabarmalam.com — Denyut kecemasan kini tengah menyelimuti ribuan calon jemaah haji yang bersiap berangkat pada musim haji tahun 2026. Masalahnya tampak sederhana namun fundamental, yakni koper jemaah yang tak kunjung tiba di tangan pemiliknya. Hal ini memicu reaksi keras dari Komisi VIII DPR RI yang meminta pihak maskapai dan vendor logistik untuk segera menuntaskan distribusi sebelum kloter pertama mengudara.

Alarm Kegelisahan dari Senayan

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mengungkapkan bahwa ketidakpastian distribusi koper ini telah memicu spekulasi dan kegelisahan di akar rumput. Dalam rapat kerja bersama Kementerian Haji (Kemenhaj) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026), Wachid menekankan bahwa keterlambatan ini sangat memengaruhi psikologis jemaah yang dijadwalkan mulai berangkat pada 21 April mendatang.

Baca Juga  Suara Keteguhan Andrie Yunus: Melawan Teror 'Pengecut' dari Balik Ruang Perawatan RSCM

“Masyarakat atau jemaah saat ini sudah sangat gelisah, bertanya-tanya apakah mereka jadi berangkat atau tidak. Kegelisahan itu bertambah karena hingga detik ini koper mereka belum juga sampai,” ujar Abdul Wachid di hadapan forum rapat.

Secara spesifik, Wachid memotret kondisi di Jawa Tengah. Berdasarkan pantauannya, pengiriman baru menyentuh wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, hingga Pekalongan. Sementara itu, wilayah timur dan selatan Jawa Tengah masih belum menerima koper. Ia pun tak segan mengancam akan memanggil vendor jika masalah ini terus berlarut-larut.

Rapor Merah Distribusi Maskapai

Menteri Haji, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, memberikan pemaparan terkait progres logistik tersebut. Ia mencatat adanya perbedaan performa yang cukup signifikan antara dua maskapai utama pengangkut jemaah. Untuk Saudia Airlines, distribusi koper diklaim relatif stabil dengan angka penyelesaian mencapai 58 persen dari total kebutuhan.

Baca Juga  Dukung Pemajuan Budaya, Kemenbud Kucurkan Rp 500 Miliar Lewat Dana IndonesiaRaya

Namun, sorotan tajam tertuju pada Garuda Indonesia. Gus Irfan memaparkan data yang cukup memprihatinkan terkait performa maskapai pelat merah tersebut. Dari total 20.617 koper yang dikirim, baru 1.653 koper yang terkonfirmasi diterima oleh Kantor Wilayah (Kanwil).

“Angka ini memang sangat-sangat kurang, terutama karena kita harus fokus pada kloter-kloter pemberangkatan awal,” tegas Gus Irfan. Beliau menambahkan bahwa kendala signifikan pada distribusi Garuda ini menjadi prioritas yang harus segera dibenahi.

Tenggat Waktu 16 April

Menanggapi desakan DPR, pihak Garuda Indonesia telah memberikan janji untuk melakukan percepatan pengiriman. Maskapai tersebut mengklaim akan menyelesaikan seluruh pendistribusian koper maksimal pada tanggal 16 April 2026.

“Kami sudah meminta pihak Garuda untuk memastikan koper-koper ini diterima dalam waktu singkat. Janji mereka maksimal tanggal 16, namun tentu kita usahakan agar sebelum tanggal tersebut koper sudah dipegang oleh masing-masing jemaah,” imbuh Gus Irfan.

Baca Juga  Kedok Konter HP Terbongkar, Polsek Megamendung Sita Ratusan Obat Keras Golongan G di Bogor

Isu logistik ini menjadi krusial mengingat sebelumnya sempat mencuat kabar mengenai penyesuaian biaya haji yang lebih kompetitif. Masyarakat berharap efisiensi biaya tersebut dibarengi dengan pelayanan logistik yang profesional agar jemaah dapat fokus sepenuhnya pada ibadah mereka di tanah suci.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul