Menembus Keterbatasan, Tito Karnavian Serap Aspirasi Warga Sekumur di Atas Tikar
Senin, 06 Apr 2026 05:07 WIB
Kabarmalam.com — Deru mesin kendaraan yang membelah jalur sulit menuju Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, menjadi awal dari sebuah harapan baru bagi masyarakat di pelosok Kabupaten Aceh Tamiang. Di sana, Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, hadir langsung untuk menyentuh realitas kehidupan para penyintas banjir yang masih berjuang di tengah keterbatasan.
Pertemuan yang berlangsung pada Sabtu (4/4) tersebut jauh dari kesan formalitas pejabat. Di atas hamparan tikar sederhana, Tito duduk bersila bersama sekitar 200 warga. Di sinilah, berbagai keluh kesah yang selama ini terpendam tumpah, mulai dari ketiadaan tempat tinggal hingga sulitnya akses air bersih yang menjadi urat nadi kehidupan sehari-hari.
Jeritan Hati dari Balik Puing Bencana
Salah satu warga, Mijah, tak mampu menyembunyikan getirnya hidup pascabencana banjir besar yang menerjang wilayah mereka pada akhir November tahun lalu. Dengan nada penuh harap, ia menyampaikan betapa mendesaknya kebutuhan infrastruktur dasar di desanya.
“Pak, tolong kalau bisa secepatnya dibuatkan sumur bor. Air bersih sudah sangat sulit di sini. Rumah kami juga banyak yang hilang diterjang banjir,” ungkap Mijah dengan suara bergetar, menggambarkan betapa beratnya beban yang mereka pikul sejak bencana melanda.
Senada dengan Mijah, Deri, penyintas lainnya, menitipkan harapan agar pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pemulihan ekonomi warga. Ia menekankan bahwa akses jalan yang rusak parah menjadi hambatan utama bagi warga untuk bangkit kembali.
Harapan yang Kembali Tumbuh
Sebelum kehadiran rombongan Satgas PRR, banyak warga Desa Sekumur yang merasa pesimis. Lokasi desa yang terpencil dan sulit dijangkau membuat mereka merasa terlupakan. Namun, kehadiran sosok Tito Karnavian yang juga menjabat sebagai Mendagri ini seolah menghapus keraguan tersebut.
“Kami benar-benar tidak menyangka Bapak akan sampai ke sini. Aksesnya sangat sulit dan jauh, tapi ternyata Bapak benar-benar hadir untuk melihat kondisi kami dari dekat. Rasanya sangat lega bisa menyampaikan aspirasi langsung,” tutur Mijah penuh syukur.
Komitmen Percepatan Hunian Tetap
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Tito Karnavian menegaskan komitmennya untuk mempercepat proses pemulihan di Desa Sekumur. Ia memahami bahwa para penyintas tidak boleh dibiarkan terlalu lama hidup dalam ketidakpastian.
Dalam kunjungannya, Tito menggarisbawahi beberapa poin penting rencana tindak lanjut:
- Pembangunan fasilitas sumur bor untuk mengatasi krisis air bersih warga.
- Penyediaan hunian tetap (Huntap) dengan konsep komunal.
- Relokasi ke area yang lebih aman guna menghindari risiko banjir luapan sungai di masa depan.
- Percepatan perbaikan akses jalan untuk memulihkan konektivitas ekonomi desa.
Tito menyebutkan bahwa mayoritas warga memang menginginkan hunian tetap komunal. Langkah ini dianggap paling strategis mengingat sebagian besar permukiman warga sebelumnya berada di kawasan rawan bencana yang terus terancam setiap kali musim hujan tiba.