Gema Paskah di Katedral Jakarta: Ribuan Jemaat Rayakan Kebangkitan dalam Khidmat dan Harapan
Senin, 06 Apr 2026 06:47 WIB
Kabarmalam.com — Suasana sakral menyelimuti pusat peribadatan Gereja Katolik di ibu kota saat ribuan jemaat memadati Gereja Katedral Jakarta untuk merayakan puncak Pekan Suci, Minggu (5/4/2026). Ribuan pasang mata mengikuti rangkaian liturgi dengan penuh khidmat, meresapi makna kebangkitan dalam balutan doa dan kidung pujian yang menggema di seluruh area gereja.
Rangkaian ibadah Minggu Paskah ini ditutup dengan pelaksanaan misa sore yang dimulai tepat pukul 17.00 WIB. Ibadah tersebut dipimpin oleh Romo Makarius Maharsono S.J. Prosesi diawali dengan perarakan agung, disusul dengan pemberkatan air baptis dan percikan air suci kepada seluruh umat yang hadir, menciptakan atmosfer spiritual yang mendalam.
Transformasi Menjadi ‘Manusia Paskah’
Berdasarkan pantauan di lokasi, sebanyak 1.750 jemaat memenuhi kursi-kursi di dalam gedung gereja maupun area tenda tambahan. Namun, antusiasme misa Paskah di Katedral sebenarnya sudah memuncak sejak pagi hari. Tercatat, Misa Pontifikal yang dipimpin langsung oleh Kardinal Ignatius Suharyo dihadiri oleh sedikitnya 3.000 umat. Selain itu, terdapat pula Misa Keluarga yang dipimpin oleh Romo Yohanes Deodatus S.J yang diramaikan oleh kehadiran anak-anak dari Bina Iman.
Juru Bicara Gereja Katedral Jakarta, Susyana Suwadie, mengungkapkan bahwa esensi perayaan tahun ini adalah ajakan untuk bertransformasi. Mengutip pesan dari Kardinal Suharyo, Susyana menekankan pentingnya bagi umat untuk menjadi “Manusia Paskah”.
“Pesan Bapak Kardinal adalah mengajak umat untuk beralih dari kegelapan menuju terang. Menjadi Manusia Paskah itu tidak hanya dilakukan pada hari raya saja, melainkan harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari agar kita bisa menjadi terang bagi sesama manusia,” tutur Susyana saat ditemui awak media.
Seruan Tobat Ekologis di Tengah Krisis Iklim
Tidak hanya berbicara soal spiritualitas personal, Pekan Suci 2026 di Katedral Jakarta juga mengusung misi sosial dan lingkungan yang kuat melalui tema ‘Kepedulian Kepada Keutuhan Alam Ciptaan’. Tema ini merupakan panggilan bagi umat kristiani untuk melakukan tindakan nyata dalam menjaga bumi.
“Kardinal mengingatkan bahwa bumi kita saat ini sedang tidak baik-baik saja. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif dari seluruh umat untuk melakukan tobat ekologis,” tambah Susyana. Langkah ini diharapkan mampu mendorong kesadaran kolektif bahwa menjaga kelestarian alam adalah bagian yang tidak terpisahkan dari iman dan pengabdian kepada Tuhan.
Perayaan Paskah di Katedral Jakarta tahun ini pun ditutup dengan harapan baru. Bukan sekadar rutinitas tahunan, momen ini menjadi momentum refleksi bagi jemaat untuk kembali ke masyarakat dengan semangat baru yang lebih peduli, baik terhadap sesama maupun terhadap lingkungan hidup.