Misteri di Balik Pintu Kontrakan BSD: Sosok Karyawan Necis yang Ternyata Pengidap Hoarding Disorder
Minggu, 05 Apr 2026 16:17 WIB
Kabarmalam.com — Jagat maya baru-baru ini digemparkan oleh sebuah realitas pahit yang tersembunyi di balik dinding sebuah kontrakan di kawasan Lengkong Wetan, BSD City. Sebuah pemandangan yang mengocok perut sekaligus mengundang keprihatinan terungkap ketika sebuah kamar yang dihuni selama tujuh tahun ternyata menyimpan gunungan sampah yang nyaris menyentuh langit-langit ruangan.
Kisah ini mencuat setelah akun TikTok @fitrieka95_ membagikan momen dramatis saat pintu kamar tersebut dibuka. Yang membuat publik terperangah bukanlah sekadar tumpukan sampahnya, melainkan kontradiksi identitas sang penghuni. Selama ini, pria yang menyewa kamar tersebut dikenal sebagai sosok karyawan di sebuah perusahaan ternama dengan penampilan yang selalu klimis dan rapi.
Kronologi Penemuan ‘Gunung Sampah’
Penemuan mengejutkan ini bermula dari sebuah kelalaian kecil. Saat sang penghuni pulang kampung atau mudik, ia lupa mematikan kipas angin di dalam kamarnya. Suara bising mesin yang terus menyala menarik perhatian pemilik kontrakan yang khawatir akan risiko arus pendek atau kebakaran.
“Dia mudik, tapi kipas angin tidak dimatikan. Saya dan bibi saya mengecek karena takut terjadi korsleting listrik. Kebetulan pintunya juga tidak dikunci,” ujar Fitriana Eka, keponakan pemilik kontrakan, saat memberikan konfirmasi kepada tim berita viral kami.
Begitu daun pintu terbuka, aroma tidak sedap dan pemandangan luar biasa langsung menyambut mereka. Lantai, meja, hingga tempat tidur tidak lagi terlihat, terkubur di bawah lapisan sampah plastik, sisa makanan, dan barang tak terpakai yang menumpuk selama bertahun-tahun.
Paradoks Penampilan dan Realita
Fitri menjelaskan bahwa pria tersebut adalah penyewa lama yang sudah tinggal selama tujuh tahun. Dalam kesehariannya, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa ia hidup di tengah tumpukan limbah. Ia dikenal sebagai pribadi yang tertutup namun tetap bersosialisasi secara wajar.
“Penampilannya normal, tidak dekil sama sekali. Pakaiannya pun selalu rapi karena rutin menggunakan jasa laundry. Dia bekerja di salah satu perusahaan besar, jadi benar-benar tidak menyangka kalau kondisi kamarnya seperti itu,” tambah Fitri dalam narasinya yang kini telah ditonton lebih dari 10,5 juta kali di media sosial.
Fenomena ini diduga kuat merupakan manifestasi dari hoarding disorder, sebuah gangguan psikologis di mana seseorang merasa sangat sulit untuk membuang barang-barang, meskipun barang tersebut sudah tidak bernilai atau bahkan mengganggu kesehatan dan kenyamanan hidup.
Edukasi Mengenai Kesehatan Mental
Kasus di Tangerang ini memicu diskusi luas di kalangan netizen mengenai pentingnya kesadaran akan kesehatan mental. Banyak yang tidak menyadari bahwa perilaku menimbun sampah bukanlah sekadar masalah kemalasan, melainkan kondisi medis yang memerlukan penanganan profesional.
Meski mengundang empati dari sisi psikologis, pihak pemilik kontrakan tetap mengambil langkah tegas demi menjaga kebersihan lingkungan. Saat ini, sang penyewa telah diminta untuk pindah, dan kamar kontrakan tersebut telah dibersihkan secara total hingga kembali layak huni.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pemilik properti untuk tetap melakukan pengawasan berkala terhadap unit yang disewakan, sekaligus membuka mata publik bahwa gangguan mental bisa menyerang siapa saja, bahkan mereka yang terlihat paling mapan dan rapi di luar sana.